Notice: Function _load_textdomain_just_in_time was called incorrectly. Translation loading for the popup-builder domain was triggered too early. This is usually an indicator for some code in the plugin or theme running too early. Translations should be loaded at the init action or later. Please see Debugging in WordPress for more information. (This message was added in version 6.7.0.) in /home/lpmdimensi/public_html/wp-includes/functions.php on line 6260

Notice: Function _load_textdomain_just_in_time was called incorrectly. Translation loading for the insert-headers-and-footers domain was triggered too early. This is usually an indicator for some code in the plugin or theme running too early. Translations should be loaded at the init action or later. Please see Debugging in WordPress for more information. (This message was added in version 6.7.0.) in /home/lpmdimensi/public_html/wp-includes/functions.php on line 6260

Notice: Function _load_textdomain_just_in_time was called incorrectly. Translation loading for the wp-optimize domain was triggered too early. This is usually an indicator for some code in the plugin or theme running too early. Translations should be loaded at the init action or later. Please see Debugging in WordPress for more information. (This message was added in version 6.7.0.) in /home/lpmdimensi/public_html/wp-includes/functions.php on line 6260

Notice: Fungsi _load_textdomain_just_in_time ditulis secara tidak benar. Pemuatan terjemahan untuk domain hueman dipicu terlalu dini. Ini biasanya merupakan indikator bahwa ada beberapa kode di plugin atau tema yang dieksekusi terlalu dini. Terjemahan harus dimuat pada tindakan init atau setelahnya. Silakan lihat Debugging di WordPress untuk informasi lebih lanjut. (Pesan ini ditambahkan pada versi 6.7.0.) in /home/lpmdimensi/public_html/wp-includes/functions.php on line 6260
sastra – LPM Dimensi

Kategori sastra

0

ARAH PULANG

Ilustrasi: Kiran Kupikir musim benar-benar berganti, sebab pohon mulai berani berbunga. Ternyata yang berubah hanya hari, bukan arah tempat akar bertahan. Mungkin sejak awal, waktu memang tahu ke mana setiap cerita akan bermuara. Hujan...

0

Rindu Untukmu

Ilustrator:Aldita “Aku udah yakin nih sama pilihanku nanti di SNBT. Pasti bisa lolos!” “Mungkin aku ngambil pilihan di dalam kota aja, biar dekat sama orang tua,” Sore itu perbincangan di dalam kelas penuh dengan...

0

Manusia Amatir

Pada mulanya kalang kabut,ia ripuh membaca diri sendiri. Seperti seekor semut yang tak sengaja turut luruhbersama selembar daun yang jatuh dari dahan pohonnya,lalu terdampar di atas dada sungaibegitulah takdir menjatuhkannyapada ruang yang tak sepenuhnya...

0

Dekapan Aksara pada Jiwa yang Terbalut Luka

Doc : pinterest.com Mulanya hampa,mengakar dalam jiwadan menjalar tersara-bara.Sebuah pena yang menyerana,membisu di atas kalbu nan kosonghingga kesudahannya, kembali menjumpaisang empu nan telah bernas dicumbuoleh aksara-aksara rancak dalam puisi. Dari sana, kita memahami puisi:pena...

0

BAYANGAN DALAM HALAMAN

sumber: my.lovepik.com Hujan baru saja reda, meninggalkan jejak embun di kaca jendela kamar Elin. Udara masih basah oleh aroma tanah yang tercium samar dari celah-celah kayu di lantai rumahnya. Malam ini sunyi, hanya terdengar...

0

Sampai Jadi Debu

oleh Fadhilah Azzahra Siapakah aku jika semuanya buntu?Biar jika tampang ku sama dengan kuda,Kulit beralaskan kain keras senada,Mata terpejam pelan dibingkai benda,Meskipun aku, Rang,Meskipun aku tak berpunya bulu mata yang mirip kuda Jika semuanya...

0

Kelana dan Peringkat

oleh Fadhilah Azzahra Duduk dalam dekapan, pluralis itu mendekam diam. Meski kanan kirinya bersahut-sahutan cemooh biadab dan kebun binatang, ia asyik melarut-larutkan diri dalam pikiran. Jika dihitung, sudah lebih dari sepuluh kali ia begini....

0

Semardi Berkelahi

Oleh: Ragil NurPagi itu, terik memaksaku untuk beranjakKantuk masih bergelantungan di sekujur badanLini masaku bertebaran berita, ramai berteriakTepat hari ini adalah latar waktu semua kabar baik dan buruk disebarluaskanIya, aku adalah siswa menjelang semester...

0

Deru Tangis Sang Bahar

Sumber: pinterest.com Oleh: Alifa Salsabilla Renjana tampak mengendurkan pelukan Jingganya makin memudar di balik awan Bersama gumaman nyiur ia tenggelam dalam lamunan Tersisalah mendung dan ketidakacuhan Awan hitam berlari menebak tanda kematian Gelombang tinggi...

Merajut Rasa Syukur

Oleh: Ela Elfita Hari ini, cuaca terasa begitu terik. Matahari pun seolah-olah berada di atas kepala, memberikan panas pada kehidupan di bumi. Proyek bangunan yang masih setengah jadi itu juga tak luput dari pancaran...