Notice: Function _load_textdomain_just_in_time was called incorrectly. Translation loading for the popup-builder domain was triggered too early. This is usually an indicator for some code in the plugin or theme running too early. Translations should be loaded at the init action or later. Please see Debugging in WordPress for more information. (This message was added in version 6.7.0.) in /home/lpmdimensi/public_html/wp-includes/functions.php on line 6260

Notice: Function _load_textdomain_just_in_time was called incorrectly. Translation loading for the insert-headers-and-footers domain was triggered too early. This is usually an indicator for some code in the plugin or theme running too early. Translations should be loaded at the init action or later. Please see Debugging in WordPress for more information. (This message was added in version 6.7.0.) in /home/lpmdimensi/public_html/wp-includes/functions.php on line 6260

Notice: Function _load_textdomain_just_in_time was called incorrectly. Translation loading for the wp-optimize domain was triggered too early. This is usually an indicator for some code in the plugin or theme running too early. Translations should be loaded at the init action or later. Please see Debugging in WordPress for more information. (This message was added in version 6.7.0.) in /home/lpmdimensi/public_html/wp-includes/functions.php on line 6260

Notice: Fungsi _load_textdomain_just_in_time ditulis secara tidak benar. Pemuatan terjemahan untuk domain hueman dipicu terlalu dini. Ini biasanya merupakan indikator bahwa ada beberapa kode di plugin atau tema yang dieksekusi terlalu dini. Terjemahan harus dimuat pada tindakan init atau setelahnya. Silakan lihat Debugging di WordPress untuk informasi lebih lanjut. (Pesan ini ditambahkan pada versi 6.7.0.) in /home/lpmdimensi/public_html/wp-includes/functions.php on line 6260
Deru Tangis Sang Bahar – LPM Dimensi

Deru Tangis Sang Bahar

Sumber: pinterest.com

Oleh: Alifa Salsabilla

Renjana tampak mengendurkan pelukan
Jingganya makin memudar di balik awan
Bersama gumaman nyiur ia tenggelam dalam lamunan
Tersisalah mendung dan ketidakacuhan

Awan hitam berlari menebak tanda kematian
Gelombang tinggi telah mereguk ketenangan
Ibu kerapu tergesa-gesa mencari perlindungan
Sedang anaknya tampak pucat ketakutan

Kala langit menumpahkan airnya
Sekawanan plastik bertamu kepada Sang Bahar
Ikan kira itulah santapannya
Nyatanya, seonggok racun yang membuat tidur terjaga

Kepada angin kencang yang menyapa lautan
Tak ada lagi rumah tuk mereka bertahan
Terumbu karang rusak terkena jaring nelayan
Akibat ulah manusia yang pandai sembunyi tangan

Kini sampah di lautan semakin tak terelakkan
Ekosistem laut terpapar senyawa kimia nan mematikan
Rantai makanan tak lagi seimbang jumlahnya
Pun pemanasan global yang merubah arusnya

Segala hirup dan hidup ialah dimensi yang nyata
Manusia perlu membuka mata
Bukankah semua ini ulahnya?
Sungguh, laut dan semesta patut dijaga
Advertisements

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *