Asta Juang dan Harapan Baru: Mengupas Gagasan dan Komitmen Capresma dan Cawapresma Bersama Paslon 01: Gufron dan Aslam

Potret Gufron – Aslam sebagai Capresma dan Cawapresma
Dok. Pemira Polines

Pemilihan Raya (Pemira) Presiden Mahasiswa (Presma) dan Wakil Presiden Mahasiswa (Wapresma) merupakan momentum penting bagi Keluarga Besar Mahasiswa (KBM)  Politeknik Negeri Semarang (Polines) untuk menentukan arah kepemimpinan organisasi tertinggi di kampus. Pasangan calon (paslon) 01, Gufron-Aslam membawa gagasan melalui kabinet bernama Asta Juang. Dalam pencalonannya, Paslon 01 mengusung visi “BEM KBM Polines yang progresif, kolaboratif, inklusif, profesional, dan berdasarkan nilai kekeluargaan melalui semangat perjuangan dan gerakan nyata, guna menghadirkan kontribusi yang berdampak bagi mahasiswa Polines.” 

Capresma, Gufron Al Safi’i berasal dari Jurusan Teknik Mesin, Program Studi D4 Teknologi Rekayasa Pembangkit Energi. Gufron memiliki pengalaman organisasi yang cukup luas dari dalam maupun luar kampus.  Hal ini dibuktikan dengan pengalamannya menjabat sebagai Staf Kementerian Lingkungan Hidup Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM), Presiden Society of Renewable Energy (SRE), hingga Dewan Energi Mahasiswa Kota Semarang. Dari pengalaman tersebut, Gufron menekankan pentingnya kepemimpinan yang terarah, terprogram, serta memberikan dampak berkelanjutan, khususnya dalam bidang advokasi dan kesejahteraan mahasiswa.

Muhammad Aslam Abdurrahman sebagai Cawapresma merupakan mahasiswa Jurusan Teknik Sipil, Program Studi D3 Konstruksi Gedung. Ia memiliki pengalaman sebagai Ketua Umum Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Jazirah Polines periode 2025/2026. Aslam menyampaikan hubungan harmonis antara Teknik Mesin dan Sipil menjadi modal awal kepercayaan diri mereka. 

Aslam sebagai cawapresma memandang peran Wapresma tidak hanya mendampingi, melainkan harus aktif menjaga harmonisasi organisasi serta memastikan program kerja berjalan optimal. Aslam menekankan pentingnya koordinasi antar organisasi mahasiswa (ormawa) agar seluruh program dapat berjalan selaras dalam naungan BEM. Di sisi lain, Paslon 01 merencanakan pembentukan badan inspektorat yang bertugas mengawasi dan memastikan kualitas kinerja setiap kementerian dalam BEM. Langkah ini diharapkan mampu meningkatkan efektivitas dan profesionalisme program kerja, yang sebelumnya dijalankan oleh Pengembangan Sumber Daya Manusia (PSDM).

Selain itu, paslon ini mengusung Program kerja unggulan Asta Impact dan Asta Preneur untuk menjawab kebutuhan nyata mahasiswa. Asta Impact dirancang untuk mendorong keberpihakan lingkungan kampus serta kebijakannya pada kesejahteraan mahasiswa. Sementara Asta Preneur disusun sebagai bentuk komitmen paslon dalam memfasilitasi mahasiswa dalam berwirausaha, mengakses pekerjaan paruh waktu, hingga edukasi literasi keuangan. 

Dalam perencanaannya, Paslon 01 akan berkomitmen untuk memprioritaskan penyelesaian permasalahan internal kampus sebelum melangkah ke ranah eksternal. Selain itu, paslon ini juga berupaya menghadirkan ruang aspirasi yang lebih terbuka melalui pendekatan inklusif dan komunikatif dengan mahasiswa. “Saya dan Aslam memiliki strategi pendekatan dengan mahasiswa melalui kolaborasi, baik melalui obrolan di kantin ataupun di forum yang ‘sersan’ (serius tapi santai),” ujar Gufron. 

Harapan yang besar kini menjadi tanggung jawab semua mahasiswa Polines. Paslon 01 juga menegaskan pentingnya memilih pemimpin yang siap secara mental dan pemikiran sebagai bentuk kesungguhan dalam memperjuangkan aspirasi mahasiswa. Pemira esok bukan sekadar kegiatan di bilik suara melainkan momen untuk memastikan keberlanjutan aspirasi mahasiswa serta mewujudkan KBM Polines yang lebih berpengaruh dan berkelanjutan.

(Almira (Crew Magang))

Advertisements

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *