MUNAS BEM SI XIX: Menata Langkah Baru Gerakan Mahasiswa Indonesia

(Doc. Rafi)
Polines, Dimensi (27/07) – Politeknik Negeri Semarang (Polines) menjadi tuan rumah Musyawarah Nasional (Munas) Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) XIX yang resmi dibuka di Gedung Serba Guna Polines pada Senin (27/07). Munas tahun ini mengusung tema “Grand Economy Politic: Mewujudkan Kemandirian dan Kedaulatan Ekonomi Nasional Menuju Kesejahteraan Bangsa dan Negara”. Hari pertama diawali dengan sharing session bersama Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Prof. Brian Yuliarto, kemudian dilanjutkan opening ceremony yang dihadiri Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, dan Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi. Pembukaan Munas dilakukan secara simbolis dengan prosesi pemukulan gong sebanyak lima kali oleh Zulkifli Hasan. Munas BEM SI XIX akan berlangsung hingga Sabtu (01/08) dengan berbagai agenda, mulai dari forum diskusi, seminar, sidang Musyawarah Nasional BEM SI, hingga field trip.
Ketua Pelaksana Munas BEM SI XIX, Zufar Ali Al Adiyat Achmad, menjelaskan bahwa tema yang diangkat berkaitan dengan berbagai kebijakan pemerintah yang menjadi perhatian masyarakat. Menurutnya, kehadiran pejabat pemerintah diharapkan dapat membuka ruang dialog yang lebih konstruktif dengan mahasiswa. “Kita tidak hanya bersuara, tapi juga meminta diskusi-diskusi ini berjalan lebih konstruktif dengan mendatangkan pejabat pemerintah,” jelasnya. Zufar juga menyebut Opening Ceremony diikuti sebanyak 160 hingga 170 peserta, melampaui target awal yang berkisar 100 hingga 120 peserta. “Partisipasi peserta Munas mencapai 160 sampai 170 orang, di luar ekspektasi kami,” ujarnya.
Sementara itu, Koordinator Pusat BEM SI, Muzammil Ihsan, menjelaskan bahwa Munas XIX tidak hanya menjadi forum penyampaian laporan pertanggungjawaban dan pemilihan struktur baru, tetapi juga menentukan arah gerakan BEM SI selama satu periode. “Pembahasannya meliputi laporan pertanggungjawaban, pemilihan struktur baru, dan pembahasan arah gerakan BEM SI satu tahun ke depan untuk mengkritisi kebijakan pemerintah,” jelasnya. Ia juga menilai BEM SI perlu fokus pada beberapa isu strategis, agar gerakan mahasiswa tidak terpecah oleh isu-isu yang taktis. “Kedepannya BEM SI perlu fokus pada beberapa isu saja, karena kita sering dilemahkan isu-isu taktis, sehingga perjuangan tidak pernah selesai,” imbuhnya.
Lebih lanjut, Presiden Mahasiswa Polines 2025/2026, Kevin Kurnia Priambodo, menyebut Munas sebagai momentum untuk memperkuat konsolidasi gerakan mahasiswa. “Munas patut kita manfaatkan sebagai momentum untuk merapatkan kembali barisan dan membangun Indonesia yang lebih baik,” ujarnya. Ia juga menyampaikan harapan BEM Polines agar pengelolaan ekonomi dan penyerapan ketenagakerjaan di Indonesia dapat mencapai standar yang diinginkan rakyat. “Kita berharap ekonomi dan ketenagakerjaan Indonesia dapat mencapai standar yang diinginkan rakyat,” tegasnya.
Dari sisi peserta, delegasi Munas dari Politeknik ATI Padang, Hadil Muhamzah, menilai Munas menjadi wadah bagi mahasiswa dalam memperjuangkan isu-isu nasional. “Kita di sini berkumpul dan bersatu agar isu-isu nasional yang harus diperjuangkan untuk hak rakyat Indonesia dapat dijalankan,” ujarnya.
Menutup rangkaian hari pertama, para tamu undangan dan delegasi mengikuti sesi foto bersama sebelum melanjutkan agenda gala dinner dan rangkaian sidang Musyawarah Nasional pada hari berikutnya.
(Wilda)
kalau soal prokernya yang lentera scholarship mekanismenya gimana yaaaa, ga sempet nonton kampanye dan pemaparannya hehe.
tangkap mulyono
Mesin memang tidak bisa diatur, namun memiliki aturan tersendiri. PPM masih berjalan lancar tapi berjalan dibalik layar
Mesin memang tidak bisa diatur, namun tetap memiliki aturan tersendiri. PPM tetap berjalan namun dibalik layar
baguss lillll 👌