LDK 2026: Kembali ke Lapangan Tembak, Evaluasi LDK 2025 Jadi Pertimbangan

Dok. Rafi
Polines, Dimensi (22/08) – Kegiatan Latihan Dasar Kedisiplinan (LDK) 2026 Politeknik Negeri Semarang (Polines) dimulai Selasa (18/08) dan akan berakhir pada Kamis (27/08) di Lapangan Tembak Kodam IV/Diponegoro, Tembalang. Peserta dibagi menjadi empat gelombang, setiap gelombang diikuti sekitar 701 mahasiswa baru (maba) dan berlangsung selama dua hari satu malam.
LDK tahun ini mengadopsi konsep LDK tahun 2024. Meski begitu, durasi pelaksanaan tahun ini lebih singkat dibanding LDK 2024 yang mencapai tiga hari dua malam. Penyesuaian ini dilakukan karena perkuliahan semester baru dimulai lebih awal, yaitu pada 31 Agustus 2026.
Perwakilan Bidang Kemahasiswaan Polines, Arifin, menjelaskan tema LDK 2026 berfokus pada kedisiplinan, yaitu “Disiplin Hari Ini, Sukses Esok Hari: Bersama Bangun Generasi Polines Muda Berkarakter dan Beretika”. Ia menambahkan, keputusan mengembalikan pelaksanaan ke Lapangan Tembak dan melibatkan TNI merupakan hasil evaluasi pelaksanaan LDK 2025 di dalam kampus yang dinilai kurang optimal. “Hasilnya kurang maksimal untuk mahasiswa karena keterbatasan pelatih dan materinya. Akhirnya ditetapkan kembali ke Komando Distrik Militer (Kodim),” jelasnya.
Sementara itu, Komandan Latihan LDK 2026, Mayor Infanteri Kamidi, memaparkan sejumlah materi pelatihan. Di antaranya wawasan kebangsaan, peraturan baris-berbaris (PBB), pentas seni, renungan, serta simulasi rintangan How to Find The Fighter (HTF). Ia menegaskan seluruh materi disusun guna membina karakter mahasiswa. “Tujuan utama LDK adalah membina karakter mahasiswa agar terdidik dan termotivasi untuk hal-hal positif,” ujarnya.
Dari sisi teknis, Komandan Kelompok Resimen Mahasiswa (Menwa) Polines, Widya, menyebut sistem pembagian empat gelombang tersebut merupakan arahan langsung dari institusi. Setiap gelombang didampingi sekitar 12 anggota Menwa yang bertugas membantu TNI.
Widya membandingkan pelaksanaan tahun ini dengan LDK 2025 yang dinilainya jauh berbeda dari segi konsep. Ia menyebut LDK 2025 berlangsung tanpa kegiatan menginap dan kurangnya unsur kedisiplinan. “LDK sebelumnya lebih seperti kegiatan WaRNA karena tidak adanya sesi menginap, sehingga kurang mempersatukan maba,” tuturnya.
Pelaksanaan LDK tahun ini mendapat respon positif dari mahasiswa. Luvena Ayuditya Nugroho, maba Jurusan Teknik Sipil, mengungkapkan pelaksanaan LDK sesuai ekspektasinya. “Sejauh ini sangat baik, karena diberi makan dan camilan, sehingga tidak lemas,” ujarnya. Senada dengan Luvena, maba Jurusan Akuntansi, Syifa Khairunnisa, merasakan pembentukan kedisiplinan sejak hari pertama. “Terasa disiplin, ketika makan harus cepat,” ungkap Syifa.
Menanggapi jalannya kegiatan, Arifin berharap LDK dapat membentuk mahasiswa lebih disiplin dan bertanggung jawab. “Harapannya mahasiswa lebih disiplin, lebih tepat waktu, dan mempunyai mental yang kuat,” ujarnya. Mayor Infanteri Kamidi turut berharap durasi LDK dapat ditambah agar penyampaian materi lebih maksimal.
(Aurelia, Nanda)
kalau soal prokernya yang lentera scholarship mekanismenya gimana yaaaa, ga sempet nonton kampanye dan pemaparannya hehe.
tangkap mulyono
Mesin memang tidak bisa diatur, namun memiliki aturan tersendiri. PPM masih berjalan lancar tapi berjalan dibalik layar
Mesin memang tidak bisa diatur, namun tetap memiliki aturan tersendiri. PPM tetap berjalan namun dibalik layar
baguss lillll 👌