Menilik Perubahan Skema WaRNA di Hari Kedua: Dari Pemisahan Cakra-PPM hingga Penyesuaian Catering Ormawa

Mahasiswa baru memadati area stand ormawa pada pelaksanaan Warna 2026 hari kedua
Dok. Okky
Polines, Dimensi (13/08) – Wawasan Almamater dan Orientasi Akademik (WaRNA) 2026 mengalami sejumlah perubahan dalam skema pelaksanaannya dibandingkan tahun sebelumnya. Pada hari kedua, sejumlah perubahan yang terlihat diantaranya terletak pada mekanisme pengenalan Organisasi Mahasiswa (Ormawa) melalui Cakra dan Pengembangan Potensi Mahasiswa (PPM) yang tahun ini ditempatkan pada hari yang berbeda, serta skema catering ormawa yang hanya berlangsung di hari kedua.
Pemisahan Cakra dan PPM dilakukan dalam dua hari pelaksanaan. Cakra berlangsung pada Selasa (11/08) di Lapangan Hijau, sedangkan PPM dilaksanakan pada Rabu (12/08) dengan stand ormawa yang tersebar di area Lapangan Basket hingga sekitar Jurusan Teknik Sipil. Ketua Pelaksana WaRNA 2026, Aslam, menjelaskan bahwa skema tersebut disusun melalui diskusi panitia dengan institusi dan penyesuaian rundown WaRNA. “Dari hasil diskusi kami dengan institusi, kemudian institusi mengesahkan rundown WaRNA, sehingga ormawa diberikan kesempatan untuk bisa memperkenalkan,” jelasnya.
Penanggung Jawab Acara WaRNA 2026, Nagisa, menjelaskan Cakra ditempatkan lebih dahulu agar mahasiswa baru (maba) memiliki gambaran mengenai ormawa sebelum mengunjungi stand pada PPM supaya kegiatan maba tidak hanya berisi materi semata. “Sengaja dibikin Cakra hari pertama dan PPM hari kedua biar seharian tidak hanya berisi materi. Dengan Cakra mereka menikmati penampilan, sedangkan PPM untuk berjalan-jalan melihat stand, ” ungkapnya.
Di sisi lain, pemisahan skema tersebut menuai tanggapan yang beragam di kalangan maba. Arla, maba D3 Akuntansi, menilai pemisahan Cakra dan PPM cukup membantu mengurangi rasa lelah peserta dan lebih memilih konsep dua hari dipisah. “Menurutku kayak gini udah cukup ya,” ujarnya. Sementara itu, maba D3 Teknik Listrik Iza justru berharap rangkaian dilakukan dalam satu hari. “Lebih enak dipersingkat karena kalau dua hari mengganggu kegiatan yang lainnya juga,” ungkapnya.
Selain pola pengenalan ormawa, perubahan skema pada WaRNA 2026 juga dirasakan ormawa pada penyediaan catering. Mila selaku Kepala Divisi Kewirausahaan UKM Rohkris mengatakan kesempatan ormawa dalam mengelola catering tahun ini berkurang menjadi satu hari dari dua hari pada tahun sebelumnya. “Perbedaan paling terasa dari sisi finansial. Kalau tahun lalu, keuntungannya bisa lebih besar dibandingkan tahun ini yang mungkin hanya mendapat separuhnya,” ungkapnya.
Tak hanya soal waktu pengelolaan, harga catering tahun ini juga naik dari Rp15.000 menjadi Rp20.000. Mila menjelaskan, harga tersebut disepakati ormawa dan BEM dengan mempertimbangkan kenaikan harga bahan baku. “Karena bahan baku naik, jadi pertimbangannya itu. Makanya, ormawa dan BEM sepakat memutuskan untuk Rp20.000 untuk harga tetapnya,” ujarnya. Meskipun keuntungan yang didapatkan masih tipis, Mila berharap kesempatan ormawa untuk mengelola catering tetap diberikan. “Takutnya tahun-tahun berikutnya malah tidak diberikan kesempatan untuk catering. Harapan saya sekarang, mungkin catering ini terus berlanjut,” tegasnya.
Menanggapi keberlanjutan skema tersebut, Aslam menyebut pelaksanaan catering ormawa pada WaRNA berikutnya masih bergantung pada kebijakan institusi. “Kalau perkiraan sih belum ada ya. Belum tahu seperti apa,” ujarnya.
(Almira, Salsa)
kalau soal prokernya yang lentera scholarship mekanismenya gimana yaaaa, ga sempet nonton kampanye dan pemaparannya hehe.
tangkap mulyono
Mesin memang tidak bisa diatur, namun memiliki aturan tersendiri. PPM masih berjalan lancar tapi berjalan dibalik layar
Mesin memang tidak bisa diatur, namun tetap memiliki aturan tersendiri. PPM tetap berjalan namun dibalik layar
baguss lillll 👌