Manusia Amatir

Pada mulanya kalang kabut,
ia ripuh membaca diri sendiri.
Seperti seekor semut yang tak sengaja turut luruh
bersama selembar daun yang jatuh dari dahan pohonnya,
lalu terdampar di atas dada sungai
begitulah takdir menjatuhkannya
pada ruang yang tak sepenuhnya ia dambakan.
Pada aliran arus yang masih asing,
kebingungan demi kebingungan membuatnya kalut
alih-alih berupaya pergi, ia justru terus-menerus di sana.
Sebab, ia paham bahwasanya
melangkah satu senti saja dari tepi daun,
rahim sungai pasti menenggelamkannya dalam-dalam
pada ketidakpastian yang bercabang.
Ia mengeja setiap apa yang dirasa,
namun masih gagal.
Lantas mendadak muncul sebaris tanya:
“Inikah bentuk menyelamatkan diri? atau sebuah pasrah yang dipaksakan?”
Ia diam.
Dan mulai percaya bahwa barangkali
jika ia mampu bersabar dan membiarkan daun
mengikuti riak arus yang ada,
bukankah masih mungkin akan sampai di tepian?
Maka,
ia tetap bertahan.
Sebab, ia hanyalah manusia amatir
yang belajar bertahan hidup
dengan harapan ikhlasnya
lekas mencapai titik paling tabah.
(Nanda Ummu Na’immah)
kalau soal prokernya yang lentera scholarship mekanismenya gimana yaaaa, ga sempet nonton kampanye dan pemaparannya hehe.
tangkap mulyono
Mesin memang tidak bisa diatur, namun memiliki aturan tersendiri. PPM masih berjalan lancar tapi berjalan dibalik layar
Mesin memang tidak bisa diatur, namun tetap memiliki aturan tersendiri. PPM tetap berjalan namun dibalik layar
baguss lillll 👌