KM Hari Kedua: Peninjauan Kembali AD/ART KBM Polines 2016 Tuk Ukur Tingkat Relevansi

Pelaksanaan KM Hari Kedua
Dok. Bhisma

Polines, Dimensi (14/07) – Kongres Mahasiswa (KM) hari kedua yang diselenggarakan di Ruang Serba Guna (RSG) Politeknik Negeri Semarang (Polines) telah dilaksanakan pada Rabu (13/07), pukul 15.30 – 23.30 WIB kemarin. Agenda KM hari kedua tersebut membahas mengenai Sidang Pleno II yaitu Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) Komisi Pemilihan Raya (KPR), Sidang Pleno III terkait LPJ Panitia Khusus (Pansus), dan Sidang Pleno IV mengenai peninjauan kembali Anggaran Dasar/Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) Keluarga Besar Mahasiswa (KBM) Polines 2016. Peninjauan kembali tersebut bertujuan untuk mengukur tingkat relevansi AD/ART KBM Polines 2016 dengan keadaan saat ini. Namun, pembahasan mengenai AD/ART KBM Polines 2016 belum terselesaikan akibat keterbatasan waktu, serta akan dilanjutkan pada KM hari ketiga.

Pada Sidang Pleno II, LPJ dari KPR akhirnya diterima oleh forum, namun permintaan penambahan dana operasional yang diajukan tidak disepakati. Tak jauh berbeda, dalam Sidang Pleno III, forum juga sepakat menerima LPJ dari Pansus meskipun tugasnya tidak terlaksana dengan baik. Lebih lanjut, Aufa Fadlol, selaku Ketua Pansus, mengatakan bahwa perlu adanya tim pengkaji untuk mengkaji perubahan status Polines dari Satuan Kerja (Satker) ke Badan Layanan Umum (BLU). “Apabila pembagian tugas dirasa belum dilaksanakan dengan baik, bisa dibuat tim pengkaji,” ujarnya.

Berlanjut pada Sidang Pleno IV, Hegi Ainul selaku Ketua Badan Perwakilan Mahasiswa (BPM) 2021/2022, mengatakan bahwa AD/ART KBM Polines 2016 tidak mengalami perubahan dari tahun 2016, meskipun pada tahun 2018 telah dilakukan pengkajian. “Peninjauan kembali terakhir tahun 2018, tetapi tidak ada perubahan dari AD/ART KBM Polines 2016,” ujarnya. Ia turut menambahkan apabila akan dilakukan peninjauan kembali maka dapat dilakukan saat Sidang Istimewa (SI). “Peninjauan kembali bisa dilakukan saat SI, tetapi sampai saat ini masih belum ada yang mengajukan,” tambahnya.

Berbeda dengan pendapat Hegi, Aris Supriyanto, Wakil Presiden Mahasiswa (Wapresma) Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) terpilih, mengatakan bahwa yang perlu disorot terkait AD/ART KBM Polines 2016 bukanlah isinya, melainkan hal-hal yang belum tercantum didalamnya. “Bukan isinya, tetapi terkait hal-hal yang belum dicantumkan. Seperti Organisasi Kemahasiswaan Menginduk (OKM) yang belum jelas kedudukannya,” katanya.

Sejalan dengan pernyataan Aris, Fredy Catur selaku Presiden Mahasiswa (Presma) BEM 2021/2022, mengatakan bahwa terdapat banyak hal yang belum tercantum dalam AD/ART KBM Polines 2016, sehingga perlu dibentuk tim khusus. “Perlu dibentuk tim khusus untuk mengkaji AD/ART KBM Polines 2016, supaya relevan dengan kondisi saat ini,” ujarnya.

Di akhir sidang, Hegi menyarankan untuk menunjuk koordinator dalam melakukan peninjauan kembali AD/ART KBM Polines 2016. “Disarankan untuk menunjuk koordinator jika ingin melakukan peninjauan kembali AD/ART KBM Polines 2016,” pungkasnya.

(Kharisma)

Advertisements

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.