Speak Up: Kapasitas GSG Menjadi Sorotan pada Wisuda ke-55

Polines, Dimensi (15/09) – Politeknik Negeri Semarang (Polines) menggelar Wisuda ke-55 untuk pertama kalinya di Gedung Serbaguna (GSG) pada 12–13 September 2026. Hari pertama diikuti Jurusan Teknik Mesin, Teknik Sipil, dan Akuntansi, sedangkan hari kedua diikuti Jurusan Teknik Elektro dan Administrasi Bisnis. 

Pelaksanaan wisuda di GSG mendapat beragam tanggapan dari wisudawan. Sebagian merasa bangga karena dapat melaksanakan wisuda di gedung kampus sendiri. Namun, ada pula yang memberikan tanggapan terkait fasilitas untuk orang tua. Keterbatasan kapasitas GSG membuat sebagian orang tua ditempatkan di Gedung Kuliah Terpadu (GKT) dan menyaksikan wisuda melalui videotron. Lantas, bagaimana tanggapan wisudawan mengenai pelaksanaan wisuda ke-55? 

Reihan Adrian Ilham – D3 Konstruksi Gedung, Teknik Sipil

Reihan menyoroti kriteria penempatan orang tua di wisuda kali ini. Ia menyebutkan rekannya yang tergolong mahasiswa berprestasi, namun orang tua wisudawan tersebut ditempatkan di GKT. Bahkan setelah disampaikan keberatannya ke pihak terkait, orang tua rekannya tetap tidak dipindahkan ke GSG. Ia berharap penempatan pada wisuda berikutnya dapat dilakukan dengan lebih adil. 

Zidanne Alif Akbar Firmansyah – D3 Teknik Mesin, Teknik Mesin

Zaidan mengaku bangga dapat melaksanakan wisuda di gedung kampus sendiri. Meski begitu, ia menilai pembagian tempat orang tua berdasarkan prestasi kurang adil, karena menurutnya seluruh mahasiswa memenuhi kewajiban pembayaran Uang Kuliah Tunggal (UKT). Ia juga mengusulkan pelaksanaan wisuda dibagi berdasarkan jurusan untuk menyesuaikan kapasitas GSG.

Nazilatul Rohmatika – D3 Keuangan dan Perbankan, Akuntansi

Nazilatul mengapresiasi penggunaan GSG, tetapi menilai kapasitas dan fasilitasnya belum memadai. Ia berharap fasilitas gedung diperbaiki agar lebih nyaman untuk acara berskala besar. Selain itu, ia berharap pelaksanaan wisuda tidak membebankan mahasiswa dengan kewajiban dan biaya yang kurang diperlukan.

Rhesita Septi – D3 Teknik Telekomunikasi, Teknik Elektro

Rhesita baru mengetahui pembagian tempat orang tua di GSG dan GKT pada H-3 pelaksanaan wisuda. Menurutnya, informasi mengenai pembagian tempat tersebut masih kurang transparan. Selain itu, pengaturan parkir juga dinilai membingungkan karena koordinasi yang belum jelas.

Fadilla Nur Khalisa – D4 Manajemen Bisnis Internasional, Administrasi Bisnis

Orang tua Fadilla ditempatkan di GKT dan hanya menyaksikan prosesi wisuda melalui videotron. Menurutnya, kondisi tersebut terasa seperti mengikuti kegiatan secara daring. Ia berharap kampus mempertimbangkan kapasitas gedung yang lebih besar agar seluruh orang tua dapat menyaksikan momen kelulusan secara langsung.

(Amelia & Aurelia)

Advertisements

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *