PEMERINTAH SIAPKAN CNG, PENGGANTI GAS LPG 3Kg

Doc: fajar.co.id

JAKARTA – Pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) tengah menyiapkan inovasi tabung Merah Putih berbahan bakar Compressed Natural Gas (CNG) sebagai alternatif pengganti tabung LPG 3kg atau “Gas Melon” secara bertahap. Kebijakan ini diambil untuk mengurangi ketergantungan impor LPG yang saat ini mencapai 80% dan terus membebani Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) melalui subsidi.

LPG dan CNG memiliki komposisi dasar yang berbeda. LPG didominasi oleh campuran gas Propana dan Butana yang disimpan dalam bentuk cair bertekanan rendah, sedangkan CNG berisi gas alam murni yang didominasi Metana dan dikompresi dalam tabung bertekanan tinggi. Perbedaan ini membuat CNG membutuhkan teknologi tabung khusus agar aman digunakan untuki rumah tangga. 

Komponen perakitan tabung CNG Merah Putih melibatkan kerja sama internasional. Tabung dan Casing diproduksi di China, sementara valve penurun tekanan otomatis diproduksi di Jerman. Proses perakitan dilakukan di China dengan teknologi Tabung Komposit Tipe 4, berbahan material komposit yang lebih ringan dibandingkan tabung logam konvensional.

Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM, Laode Sulaeman, menyampaikan bahwa pemerintah telah menyiapkan sekitar 15 unit prototipe Tabung CNG Merah Putih untuk menjalani serangkaian uji teknis, guna memastikan kualitas, keamanan, dan kesesuaian dengan standar penggunaan rumah tangga. Prototipe ini ditargetkan selesai pada Juli 2026 sebelum nantinya dipasarkan secara bertahap. “Jadi Juli ini sedang dibuat prototipe untuk diuji, sekitar 15 unit. Ya, setara LPG bersubsidi,” jelasnya.

Tabung CNG Merah Putih rencananya dipasarkan dengan harga setara LPG 3kg bersubsidi. Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia, menegaskan bahwa pemerintah tetap memberikan subsidi bagi CNG rumah tangga. Meski demikian, penggunaan CNG diproyeksikan mampu menghemat devisa hingga Rp130 triliun – Rp137 triliun per tahun, jauh lebih efisien dibandingkan subsidi LPG yang selama ini membebani APBN.

Respon masyarakat terhadap rencana penggantian LPG dengan CNG Merah Putih cukup beragam. Berdasarkan survei dalam program Wawasan Polling Radio Suara Surabaya pada 2 Juli 2026, hasilnya menunjukkan sebagian masyarakat mendukung rencana penggantian LPG dengan CNG, namun tak sedikit pula yang menolak atau ragu.

Pemerintah menargetkan distribusi dilakukan secara bertahap, dimulai dari kota-kota besar di Pulau Jawa sebelum diperluas ke wilayah lain. Namun, implementasi penuh masih menunggu penyelesaian roadmap, kesiapan infrastruktur, serta sistem distribusi di lapangan.

(Ghendis)

Advertisements

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *