Notice: Function _load_textdomain_just_in_time was called incorrectly. Translation loading for the popup-builder domain was triggered too early. This is usually an indicator for some code in the plugin or theme running too early. Translations should be loaded at the init action or later. Please see Debugging in WordPress for more information. (This message was added in version 6.7.0.) in /home/lpmdimensi/public_html/wp-includes/functions.php on line 6260

Notice: Function _load_textdomain_just_in_time was called incorrectly. Translation loading for the insert-headers-and-footers domain was triggered too early. This is usually an indicator for some code in the plugin or theme running too early. Translations should be loaded at the init action or later. Please see Debugging in WordPress for more information. (This message was added in version 6.7.0.) in /home/lpmdimensi/public_html/wp-includes/functions.php on line 6260

Notice: Function _load_textdomain_just_in_time was called incorrectly. Translation loading for the wp-optimize domain was triggered too early. This is usually an indicator for some code in the plugin or theme running too early. Translations should be loaded at the init action or later. Please see Debugging in WordPress for more information. (This message was added in version 6.7.0.) in /home/lpmdimensi/public_html/wp-includes/functions.php on line 6260

Notice: Fungsi _load_textdomain_just_in_time ditulis secara tidak benar. Pemuatan terjemahan untuk domain hueman dipicu terlalu dini. Ini biasanya merupakan indikator bahwa ada beberapa kode di plugin atau tema yang dieksekusi terlalu dini. Terjemahan harus dimuat pada tindakan init atau setelahnya. Silakan lihat Debugging di WordPress untuk informasi lebih lanjut. (Pesan ini ditambahkan pada versi 6.7.0.) in /home/lpmdimensi/public_html/wp-includes/functions.php on line 6260
Aksi Penolakan Revisi UU Pilkada di Semarang – LPM Dimensi

Aksi Penolakan Revisi UU Pilkada di Semarang

Polines, Dimensi (23/08) – Mahasiswa dan elemen masyarakat di Kota Semarang melakukan aksi dalam rangka penolakan Revisi Undang-Undang (UU) Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) pada Kamis (22/08) lalu. Aksi ini merupakan buah dari rencana Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) yang akan menganulir hasil putusan Mahkamah Konstitusi (MK). Pada aksi ini terdapat tiga tuntutan yang diajukan, yaitu menuntut DPR untuk tidak mengesahkan UU Pilkada, menolak politik dinasti, serta menuntut Komisi Pemilihan Umum (KPU) menjalankan keputusan MK mengenai threshold dan ambang batas usia calon.

Salah satu papan tanda yang dibawa oleh peserta aksi berisi sarkasme sebagai bentuk unjuk rasa.
Dok. Willie
Para peserta aksi membawa spanduk berisikan penolakan terhadap nepotisme.
Dok. Willie
Para peserta aksi membawa papan tanda saat melakukan aksi.
Dok. Iqbal
Salah satu mahasiswa memimpin orasi dalam aksi Kamis (22/08) lalu.
Dok. Iqbal
Aksi vandalisme oleh salah satu peserta aksi pada lambang Garuda Pancasila di gapura Kantor Gubernur Jawa Tengah.
Dok. Iqbal
Salah satu peserta aksi mengangkat poster sebagai bentuk protes terhadap negara.
Dok. Willie
 Peserta aksi berjongkok sebagai bentuk upaya untuk menerobos barisan polisi.
Dok. Iqbal
Advertisements

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *