Notice: Function _load_textdomain_just_in_time was called incorrectly. Translation loading for the popup-builder domain was triggered too early. This is usually an indicator for some code in the plugin or theme running too early. Translations should be loaded at the init action or later. Please see Debugging in WordPress for more information. (This message was added in version 6.7.0.) in /home/lpmdimensi/public_html/wp-includes/functions.php on line 6260

Notice: Function _load_textdomain_just_in_time was called incorrectly. Translation loading for the insert-headers-and-footers domain was triggered too early. This is usually an indicator for some code in the plugin or theme running too early. Translations should be loaded at the init action or later. Please see Debugging in WordPress for more information. (This message was added in version 6.7.0.) in /home/lpmdimensi/public_html/wp-includes/functions.php on line 6260

Notice: Function _load_textdomain_just_in_time was called incorrectly. Translation loading for the wp-optimize domain was triggered too early. This is usually an indicator for some code in the plugin or theme running too early. Translations should be loaded at the init action or later. Please see Debugging in WordPress for more information. (This message was added in version 6.7.0.) in /home/lpmdimensi/public_html/wp-includes/functions.php on line 6260

Notice: Fungsi _load_textdomain_just_in_time ditulis secara tidak benar. Pemuatan terjemahan untuk domain hueman dipicu terlalu dini. Ini biasanya merupakan indikator bahwa ada beberapa kode di plugin atau tema yang dieksekusi terlalu dini. Terjemahan harus dimuat pada tindakan init atau setelahnya. Silakan lihat Debugging di WordPress untuk informasi lebih lanjut. (Pesan ini ditambahkan pada versi 6.7.0.) in /home/lpmdimensi/public_html/wp-includes/functions.php on line 6260
Rumah Aduan Mahasiswa: Wadah Penyampaian Aspirasi yang Dirasa Kurang Sosialisasi – LPM Dimensi

Rumah Aduan Mahasiswa: Wadah Penyampaian Aspirasi yang Dirasa Kurang Sosialisasi

Polines, Dimensi (18/11) – Kementerian Advokasi dan Kesejahteraan Mahasiswa (Adkesma) Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Keluarga Besar Mahasiswa (KBM) Politeknik Negeri Semarang (Polines) mulai menyebarluaskan platform Rumah Aduan Mahasiswa kepada mahasiswa Polines pada Senin (14/11) lalu. Platform tersebut merupakan sebuah wadah untuk menampung aduan dan aspirasi mahasiswa dengan jaminan pendampingan dan kerahasiaan. Namun, saat ini sosialisasi mengenai Rumah Aduan Mahasiswa dirasa belum merata ke seluruh mahasiswa.

Hal tersebut disampaikan oleh Nur Atiqoh, salah satu mahasiswa Jurusan Akuntansi, ia mengaku bahwa sosialisasi untuk platform aduan tersebut dirasa masih kurang. “Mengenai adanya platform ini, jujur saya belum tahu. Bahkan untuk platform aduan jurusan saya juga tidak tahu, mungkin kurangnya sosialisasi ke mahasiswa,” ujar Atiqoh. Hal serupa juga disampaikan oleh Adzima Qalsum, mahasiswa Jurusan Administrasi Bisnis, bahwa terkait platfrom ini belum diadakan sosialisasi secara langsung. “Pemberitahuannya sudah melalui pamflet, namun belum ada sosialisasi secara langsung,” terangnya.

Mengenai tujuan pembuatan platform tersebut, Ilham Khaidir selaku Koordinator Pengawalan Isu dan Birokrasi Kampus, menyampaikan bahwa platform ini merupakan rebranding dari platform aspirasi sebelumnya. “Ini bukan platform baru, kita hanya rebranding platform lama menjadi Rumah Aduan karena dipantik oleh adanya kasus di parkiran Tata Niaga (TN) yang cukup ramai,” tuturnya. Di samping itu, Arifanti Rahma selaku Koordinator Kesma Care, menambahkan bahwa platform tersebut memiliki lingkup jangkauan yang lebih luas dibanding platform aduan jurusan, sehingga untuk masalah besar dan mendesak dapat langsung diproses. “Platform aduan dari BEM ini cakupannya lebih luas, sehingga terkait pelaporan kepada pihak himpunan jurusan maupun BEM kami bebaskan pada mahasiswa,” tambah Arifanti.

Terlepas dari kurangnya sosialisasi yang dirasakan mahasiswa, Adzima merasa dengan adanya platform tersebut memberikan wadah bagi mahasiswa untuk menyampaikan aspirasi dan keluh kesahnya. “Dengan adanya platform aduan ini, saya merasa ada yang peduli dengan keluh kesah mahasiswa,” ujar Adzima. Di samping itu, Ilham juga berharap dengan adanya platform tersebut mahasiswa yang memiliki aduan atau keresahan dapat segera dan tidak takut untuk melapor. “Kami berharap mahasiswa yang memiliki keluhan dapat melapor dan tidak takut, kami memberi jaminan untuk mendampingi dan menjaga kerahasiaan identitas kasus yang ditangani,” ujarnya.

Di akhir, Atiqoh menyampaikan bahwa sebaiknya platform tersebut lebih disosialisasikan agar efektif dalam menampung keluhan mahasiswa. “Sebaiknya sosialisasi ditingkatkan, jika penanganannya terbukti maka mahasiswa akan tertarik untuk menyampaikan pengaduan di platform tersebut,” pungkasnya.

(Inayah Bulan)

Advertisements

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *