Notice: Function _load_textdomain_just_in_time was called incorrectly. Translation loading for the popup-builder domain was triggered too early. This is usually an indicator for some code in the plugin or theme running too early. Translations should be loaded at the init action or later. Please see Debugging in WordPress for more information. (This message was added in version 6.7.0.) in /home/lpmdimensi/public_html/wp-includes/functions.php on line 6260

Notice: Function _load_textdomain_just_in_time was called incorrectly. Translation loading for the insert-headers-and-footers domain was triggered too early. This is usually an indicator for some code in the plugin or theme running too early. Translations should be loaded at the init action or later. Please see Debugging in WordPress for more information. (This message was added in version 6.7.0.) in /home/lpmdimensi/public_html/wp-includes/functions.php on line 6260

Notice: Function _load_textdomain_just_in_time was called incorrectly. Translation loading for the wp-optimize domain was triggered too early. This is usually an indicator for some code in the plugin or theme running too early. Translations should be loaded at the init action or later. Please see Debugging in WordPress for more information. (This message was added in version 6.7.0.) in /home/lpmdimensi/public_html/wp-includes/functions.php on line 6260

Notice: Fungsi _load_textdomain_just_in_time ditulis secara tidak benar. Pemuatan terjemahan untuk domain hueman dipicu terlalu dini. Ini biasanya merupakan indikator bahwa ada beberapa kode di plugin atau tema yang dieksekusi terlalu dini. Terjemahan harus dimuat pada tindakan init atau setelahnya. Silakan lihat Debugging di WordPress untuk informasi lebih lanjut. (Pesan ini ditambahkan pada versi 6.7.0.) in /home/lpmdimensi/public_html/wp-includes/functions.php on line 6260
Polines Mengembangkan Kerja Sama dengan Taiwan – LPM Dimensi

Polines Mengembangkan Kerja Sama dengan Taiwan

Direktur Polines bersalaman dengan Vice President dari Taipei Tech pada kunjungan kerjasama di Taiwan September lalu. Doc: pribadi

Polines, DIMENSI (2/10) – Politeknik Negeri Semarang (Polines) menjalin kerja sama program kredit transfer dengan tiga universitas di Taiwan. Ketiga universitas itu adalah National Taipei University of Technology, National Yunlin University of Science & Technology (YunTech) dan National Kaohsiung First University of Science and Technology. Kerja sama antara Polines dengan Universitas Taiwan sudah dimulai sejak tahun 2014. Belum lama ini,pada Senin (11/9), tim Polines memimpin tim konsorsium untuk mengunjungi tiga universitas di Taiwan. Tujuan dari kunjungan tersebut adalah untuk berbagi kemitraan yang sudah ditetapkan antara Polines dan universitas di Taiwan ke universitas lain di Indonesia. Sedangkan bagi Polines, agenda utama pada kunjungan itu adalah membahas tentang rencana program kredit transfer.

“Sebenarnya kerja sama dengan Taiwan itu sudah beberapa tahun yang lalu, namun untuk program kredit transfer sudah dimulai dari tahun kemarin,” ungkap Lusia M. Silitonga selaku Kepala Unit Urusan Internasional.

Kerja sama ini ditujukan untuk semua program studi Sarjana terapan yang ada di Polines.Hingga saat ini sudah ada 23 mahasiswa yang mendaftar untuk mengikuti program kredit transfer kerja sama dengan universitas di Taiwan. Dari 23 mahasiswa tersebut nantinya akan di seleksi kembali. Lalu Lusia juga mengungkapkan beberapa persyaratan yang harus dipenuhi apabila mahasiswa ingin mengikuti program kerja sama transfer kredit dengan universitas di Taiwan, diataranya nilai tes TOEIC minimal 750 dan IPK minimal 3,2.

Selain melalui jalur program kerja sama kredit transfer antara Polines dengan universitas di Taiwan, mahasiswa Polines sendiri dapat melanjutkan pendidikan di Taiwan melalui program dari Dikti. Kemudian Kenet Wiandito selaku dosen Akuntansi menceritakan prosedur mendapatkan beasiswa kuliah di Taiwan melalui beasiswa S2 yang di berikan oleh Dikti. Pertama, mahasiswa harus apply terlebih dahulu di Dikti. Apabila diterima maka selanjutnya akan mendapat pelatihan selama 6 bulan. Setelah itu baru mahasiswa dapat memilih kampus yang diinginkan.

“Saran yang pertama kali dan paling penting itu niat, kalau tidak ada niat itu percuma.  Soalnya untuk mengumpulkan dokumen dan surat itu pasti malas. Yang kedua perbaiki kemampuan berbahasa Inggris itu yang paling penting,” ungkap Kenet.

Dengan adanya program kredit transfer jalur kerja sama Polines dengan Taiwan, beberapa mahasiswa Polines pun mengaku tertarik untuk mengikuti. Anita Kristina, mahasiswa program studi Analisis Keuangan menyatakan bahwa dirinya sangat antusias untuk mendapatkan kesempatan belajar ke Taiwan. Dia mendapatkan informasi mengenai program kredit transfer tersebut dari ketua program studi Analisis Keuangan.

Sama halnya Anita, Ahmad Fajri, mahasiswa prodi Analis Keuangan juga mengaku bahwa dirinya tertarik dengan hal tersebut dan ingin menjadikan kuliah di Taiwan menjadi opsi pilihan S2 nya.

Kemudian Kunto selaku Wakil Direktur IV bidang kerja sama mengungkapkan bahwa  dengan diadakannya program kredit transfer kerja sama dengan universitas di Taiwan, selain dapat mengembangkan kerja sama baru dan mengembangkan staf, juga diharapkan dapat terjalin kolaborasi dalam penelitian dan pengembangan ilmu pengetahuan.

“Harapan saya supaya kerja sama ini berlangsung dengan baik tanpa suatu kendala apapun dan tentunya harus ada dukungan dari semua pihak. Tidak hanya sekedar dari pihak bidang perencanaan kerja sama yang sosialisasi tapi juga wali dosen dan ketua prodi juga harus sosialisasi dengan mahasiswa,” pungkas Kunto. (Wahyu dan Tika)

Telah terbit pada buletin edisi #1 Oktober 2017. Lihat versi lengkapnya di https://www.lpmdimensi.com/?p=1488

Advertisements

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *