Notice: Function _load_textdomain_just_in_time was called incorrectly. Translation loading for the popup-builder domain was triggered too early. This is usually an indicator for some code in the plugin or theme running too early. Translations should be loaded at the init action or later. Please see Debugging in WordPress for more information. (This message was added in version 6.7.0.) in /home/lpmdimensi/public_html/wp-includes/functions.php on line 6260

Notice: Function _load_textdomain_just_in_time was called incorrectly. Translation loading for the insert-headers-and-footers domain was triggered too early. This is usually an indicator for some code in the plugin or theme running too early. Translations should be loaded at the init action or later. Please see Debugging in WordPress for more information. (This message was added in version 6.7.0.) in /home/lpmdimensi/public_html/wp-includes/functions.php on line 6260

Notice: Function _load_textdomain_just_in_time was called incorrectly. Translation loading for the wp-optimize domain was triggered too early. This is usually an indicator for some code in the plugin or theme running too early. Translations should be loaded at the init action or later. Please see Debugging in WordPress for more information. (This message was added in version 6.7.0.) in /home/lpmdimensi/public_html/wp-includes/functions.php on line 6260

Notice: Fungsi _load_textdomain_just_in_time ditulis secara tidak benar. Pemuatan terjemahan untuk domain hueman dipicu terlalu dini. Ini biasanya merupakan indikator bahwa ada beberapa kode di plugin atau tema yang dieksekusi terlalu dini. Terjemahan harus dimuat pada tindakan init atau setelahnya. Silakan lihat Debugging di WordPress untuk informasi lebih lanjut. (Pesan ini ditambahkan pada versi 6.7.0.) in /home/lpmdimensi/public_html/wp-includes/functions.php on line 6260
KM Hari Pertama: Presma Kembali Menjabat sebagai Pimpinan Sidang – LPM Dimensi

KM Hari Pertama: Presma Kembali Menjabat sebagai Pimpinan Sidang

Kevin Kurnia sebagai Pimpinan Sidang sedang memimpin jalannya sidang
dok. Ali

Polines, Dimensi (21/06) – Kongres Mahasiswa (KM) Keluarga Besar Mahasiswa (KBM) Politeknik Negeri Semarang (Polines) tahun 2025 yang diadakan oleh Badan Perwakilan Mahasiswa (BPM) Polines berlangsung selama tiga hari, sejak hari Jumat hingga Minggu (20-22/06). Hari pertama KM berlangsung di Gedung Kuliah Terpadu (GKT) dengan diikuti oleh 46 peserta aktif yang merupakan ketua Organisasi Mahasiswa (Ormawa) dan mahasiswa umum Polines. Agenda hari pertama membahas Sidang Tata Tertib, dilanjutkan Sidang Pleno I terkait pemilihan Presidium tetap, dan Sidang Pleno II mengenai Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) Komisi Pemilihan Raya (KPR).

Dalam Sidang Pleno I terkait pemilihan Presidium tetap menjadi sorotan karena terpilihnya Presiden Mahasiswa (Presma) periode 2025/2026, Kevin Kurnia, sebagai Pimpinan Sidang (Pimsid). Hal ini dikarenakan Kevin dianggap layak dan mampu menjadi Pimsid. Rafi selaku peserta aktif menanggapi bahwa Kevin layak menjadi Pimsid karena telah berpengalaman sebagai pemimpin. “Kevin lebih berkompeten dari yang lain karena sudah memiliki pengalaman contohnya sebagai Kahim,” ungkapnya. Pemilihan kali ini diwarnai dengan beberapa argumen dari peserta aktif maupun peserta pasif, bahkan Kevin menganggap kurang setuju jika dirinya menjadi Pimsid KM. “Jika saya menjabat menjadi Pimsid nantinya, saya tidak akan bisa menyuarakan suara dan disayangkan suara dari Presma tidak dapat disalurkan,” tuturnya.

Menanggapi itu, Rivalen sebagai peserta pasif mengungkapkan bahwa Presma diperbolehkan menjadi Pimsid karena dapat digantikan oleh Wakil Presiden Mahasiswa (Wapresma). “Sebenarnya jika Presma menjadi presidium tidak masalah. Selain itu, terdapat Angga sebagai Wapresma yang dapat menggantikan Presma,” tuturnya. Opsi tersebut diperkuat oleh Fikri selaku peserta aktif, bahwa Ia dan mahasiswa lainnya ingin melihat kualitas Presma sebagai seorang pemimpin. “Presma menjadi Presidium 1 karena sebenarnya teman-teman juga ingin melihat kualitas dari Presma,” ungkapnya. Sementara itu, Kevin berpendapat bahwa untuk dapat membuktikan kualitas dirinya sebagai seorang Presma tidak harus menjadi Pimsid tetapi dapat dilakukan saat menjadi anggota aktif sidang dengan mengajukan suara dan tidak hanya sekedar diam.“Saya di depan hanya memutuskan dan menawarkan opsi, sehingga tidak dapat menyuarakan pendapat saya. Hal tersebut dapat membuat saya dinilai sebagai presma yang pasif,” pungkasnya.

Pada akhirnya, sidang terkait pemilihan Presidium tetap diarahkan pada lobbying dan voting yang dilakukan peserta aktif dikarenakan diskusi tidak mencapai mufakat. Opsi 1 terdiri dari Kevin Kurnia, Adian Fatah, dan Gayatri Rahmaningrum. Sedangkan opsi 2 terdiri dari Fikri Ahsani, Adian Fatah dan Gayatri Rahmaningrum. Dari hasil voting yang telah dilakukan, diperoleh suara pada opsi 1 sebanyak 39 suara, dan opsi 2 sebanyak 7 suara. Dengan ini, opsi 1 yang terpilih dan Kevin akan melanjutkan menjadi Pimsid pada sidang-sidang berikutnya.

(Ghendis, Kamal)

Advertisements

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *