Sempat Alami Penundaan, KM 2022 Resmi Akan Diadakan Secara Luring

Surat Pemberitahuan Penundaan KM 2022
Sumber: laman Instagram @bpmpolines

Polines, Dimensi (06/07) – Pelaksanaan Kongres Mahasiswa (KM) Keluarga Besar Mahasiswa (KBM) Politeknik Negeri Semarang (Polines) yang rencananya digelar pada Jumat – Minggu (01-03/07) lalu, terpaksa ditunda hingga Selasa – Kamis (12-14/07) pukul 15.00 WIB mendatang. Acara akbar yang akan diselenggarakan secara luar jaringan (luring) di Gedung Serba Guna (RSG) tersebut, ditunda akibat berbenturan dengan pelaksanaan Seleksi Bersama Masuk Politeknik Negeri (SBMPN). Tak hanya itu, akibat dari rencana pelaksanaan KM yang masih dalam jam perkuliahan dan adanya keterbatasan kapasitas tempat, esensi dari KM pun dipertanyakan. Kendati demikian, KM tetap akan dilaksanakan pada tempat dan waktu tersebut dengan usaha pemaksimalan peserta.

Terkait dengan pembatasan peserta yang dinilai mengurangi esensi KM, Rafie Yogandaru selaku Ketua Pelaksana KM, mengatakan bahwa hal itu dapat terjadi jika para ketua organisasi mahasiswa (Ormawa), anggota Badan Perwakilan Mahasiswa (BPM), serta Presiden Mahasiswa (Presma) dan Wakil Presiden Mahasiswa (Wapresma) tidak menyalurkan suara dan lebih mengutamakan kepentingan pribadinya. “Hilang esensi jika tidak menjadi representasi mahasiswa dan mengesampingkan kepentingan KBM Polines,” kata Rafie. Tak hanya itu, pihaknya juga berupaya untuk melibatkan mahasiswa umum dengan adanya kewajiban perwakilan dari masing-masing kelas. “Diharapkan peserta yang hadir dapat mewakili seluruh mahasiswa,” tambahnya.

Hegi Ainul selaku Ketua BPM, turut menyampaikan bahwa pembatasan tersebut merupakan kebijakan dari institusi karena operasional tempat yang hanya 8 jam per hari. Di samping itu, pelaksanaan KM tersebut mulanya hanya diperbolehkan untuk 100 orang saja. Namun, setelah melakukan negosiasi dengan institusi, Hegi mengatakan bahwa pihaknya diberikan kelonggaran untuk memaksimalkan jumlah peserta yang hadir di RSG. “Memang awalnya hanya 100 orang, tetapi kami diberi kelonggaran setelah melakukan negosiasi dengan institusi,” ujar Hegi. Selain itu, adanya ujian masuk seperti SBMPN dan Ujian Mandiri (UM) juga menyebabkan KM tidak dapat dilaksanakan di akhir pekan. “Dengan pertimbangan tersebut, KM hanya bisa dilaksanakan di hari kerja,” ungkapnya. Lebih lanjut terkait dengan mekanisme peserta KM, ia menjelaskan akan menyediakan tautan pendataan peserta dan surat bebas kompensasi bagi mahasiswa yang ingin bergabung tetapi masih ada jam perkuliahan. Namun, ia juga menegaskan agar surat tersebut tidak disalahgunakan oleh mahasiswa. “Mahasiswa yang ingin mengikuti KM bisa mengisi link dan akan mendapat surat bebas kompensasi, tapi dimohon untuk tidak disalahgunakan,” tegasnya.

Terlepas dari adanya permasalahan tersebut, Wakil Direktur III Bidang Kemahasiswaan, Aris Sunindyo menyampaikan bahwa KM harus segera dilangsungkan karena terdapat agenda lain yang akan dilaksanakan. “Harus segera diproses karena kegiatan Latihan Dasar Kepemimpinan (LDK) dan pelantikan panitia orientasi mahasiswa baru (maba) juga akan dilaksanakan,” terangnya.

Di akhir, rencana pelaksanaan KM tersebut tentunya mendapat perhatian dan harapan dari Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) KBM Polines. Fredy Catur, Presma BEM KBM Polines, berpendapat bahwa adanya KM ini sangat penting untuk menentukan arah KBM Polines. “Keberhasilan dari KM menentukan Rencana Strategis (Renstra) KBM Polines ke depannya,” tuturnya. Sejalan dengan pendapat Fredy, Raden Elang selaku Prabu dari Komunitas Seni Polines (KoNSeP), berharap pelaksanaan KM tersebut dapat menampung aspirasi-aspirasi dari mahasiswa umum. “Harapannya, peserta yang memiliki suara aktif tidak egois dan memaksakan pendapatnya,” pungkas Elang.

(Dea, Inayah)

Advertisements

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.