Notice: Function _load_textdomain_just_in_time was called incorrectly. Translation loading for the popup-builder domain was triggered too early. This is usually an indicator for some code in the plugin or theme running too early. Translations should be loaded at the init action or later. Please see Debugging in WordPress for more information. (This message was added in version 6.7.0.) in /home/lpmdimensi/public_html/wp-includes/functions.php on line 6260

Notice: Function _load_textdomain_just_in_time was called incorrectly. Translation loading for the insert-headers-and-footers domain was triggered too early. This is usually an indicator for some code in the plugin or theme running too early. Translations should be loaded at the init action or later. Please see Debugging in WordPress for more information. (This message was added in version 6.7.0.) in /home/lpmdimensi/public_html/wp-includes/functions.php on line 6260

Notice: Function _load_textdomain_just_in_time was called incorrectly. Translation loading for the wp-optimize domain was triggered too early. This is usually an indicator for some code in the plugin or theme running too early. Translations should be loaded at the init action or later. Please see Debugging in WordPress for more information. (This message was added in version 6.7.0.) in /home/lpmdimensi/public_html/wp-includes/functions.php on line 6260

Notice: Fungsi _load_textdomain_just_in_time ditulis secara tidak benar. Pemuatan terjemahan untuk domain hueman dipicu terlalu dini. Ini biasanya merupakan indikator bahwa ada beberapa kode di plugin atau tema yang dieksekusi terlalu dini. Terjemahan harus dimuat pada tindakan init atau setelahnya. Silakan lihat Debugging di WordPress untuk informasi lebih lanjut. (Pesan ini ditambahkan pada versi 6.7.0.) in /home/lpmdimensi/public_html/wp-includes/functions.php on line 6260
Sipondra Sabet Tiga Penghargaan Dalam IDEERS 2018 di Taiwan – LPM Dimensi

Sipondra Sabet Tiga Penghargaan Dalam IDEERS 2018 di Taiwan

Tim Sipondra dalam ajang perlombaan IDEERS 2018 di Taiwan. Dok. Pribadi

Ajang perlombaan Introducing and demonstrating Earthquake Engineering Research in Schools (IDEERS) 2018 kembali di gelar. Tahun ini IDEERS 2018 diselenggarakan di Taiwan National Center for Research on Earthquake Engineering (NCREE) pada 14-15 September 2018. Melawan 49 peserta dari berbagai negara, Tim Sipil Polines Duta Juara (Sipondra) meraih tiga penghargaan yaitu Most Preferable Award, Best Design Idea of Exchibits Award, dan Best Structural Engineering Design.

Tim yang terdiri dari Gilang Setyo Mardiko sebagai ketua tim, Malik Maulana, Ahmad Maymun Fadli Dzil Ikram dan Muhammad Faizal Ichsan ini berhasil mengharumkan nama Politeknik Negeri Semarang (Polines), dengan melawan 49 peserta yang berasal dari Taiwan sebagai tuan rumah, China, Hongkong, Singapura, Malaysia, Australia, Korea, Philipina, serta Indonesia. Dari Indonesia terdiri dari Universitas Brawijaya, Universitas Gajah Mada, Institut Teknologi Sepuluh November, Universitas Kristen Maranatha dan Universitas Sebelas Maret.

Walaupun pada saat pra perlombaan terdapat kendala seperti tidak adanya alat uji gempa di kampus, Fadli mengaku senang karena bisa mencapai target yang telah ditentukan, “Target pertama yaitu lolos pengujian 400 gal, serta menargetkan juara design exhibition,” ujar Fadli.

Ketika ditanya mengenai aspek penilaian dalam perlombaan, Fadli mengatakan bahwa ada beberapa aspek yang dinilai yaitu kekuatan terhadap gempa, aspek struktur desain, aspek arsitektur dan aspek dari exchibition. Untuk mencapai aspek penilaian tersebut, kelompok yang dibimbing oleh Tri Wardaya sebagai pembimbing bagian struktur dan Zaenal Khafidho sebagai pembimbing eksternal melakukan persiapan secara pribadi. “Kami melakukan persiapan pribadi seperti membuat maket yang akan ditampilkan di exhibition. Sedangkan untuk materialnya dikirim dari panitia untuk latihan,” jelas Fadli.

Karena ajang perlombaan IDEERS ini diadakan setiap tahun, Fadli berharap ada delegasi untuk IDEERS 2019, “Harapan saya tahun depan Polines mengirimkan delegasi lomba ke IDEERS 2019 dan dapat meraih juara,” imbuh Fadli. Tri Wardaya juga berharap regenerasi terus berjalan, “Yang mengikuti ajang lomba ini kan kebanyakan tingkat akhir, jadi saya berharap regenerasi terus berjalan. Ini sesuai dengan visi Polines yaitu menjadi pendidikan vokasi yang mampu bersaing,” ujar Tri Wardaya.

IDEERS sendiri merupakan perlombaan yang diselenggarakan oleh NCREE, National Applied Research Laboratories (NARLabs) dan British Council (BC) dalam rangka mempromosikan rekayasa gempa dan pendidikan perlindungan seismik, guna mendorong siswa dan mahasiswa untuk berpartisipasi dalam kompetisi ilmiah yang kreatif dan inovatif.

(farida)

Advertisements

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *