Presiden Mahasiswa yang Bercita-cita Jadi Presiden Indonesia

Buyung Aji Saputro, Presiden Mahasiwa Polines 2017/2018

“Saya dulu ketika SD jika ditanya tentang cita-citamu apa? Saya jawab Presiden. Makanya kalau saya pulang kampung, kalau bertemu teman-teman di desa mereka masih ingat cita-cita saya waktu kecil. Dan cita-cita itu pun sampai sekarang. Entah nanti masuk ke partai politik atau tidak, nanti saya bukan menimbangkan partainya, tapi orangnya,” ucap Buyung ketika ditanyai perihal cita-citanya kelak.

Nama lengkapnya Buyung Aji Saputro, lebih akrab disapa Buyung. Lelaki kelahiran Pati yang menapakkan dirinya sebagai Presiden Mahasiswa (Presma) periode 2017/2018 di kampus Politeknik Negeri Semarang (Polines) ini memang memiliki cita-cita untuk menjadi seorang Presiden Indonesia. Harapan terdekatnya, ingin menjadi Bupati Pati terlebih dahulu.

Ia mengidolakan sosok Presiden ke enam Indonesia, yakni Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Menurutnya SBY memiliki karakter yang tenang, bijaksana, demokratis, dan selalu mengedepankan persuatifitas sehingga ia pun kerap menjadikan sosok SBY sebagai panutan dalam hidupnya. Tak hanya mengidolakan SBY, menjadi seorang presiden mahasiswa pun menuntutnya untuk dapat berorasi di depan khalayak umum. Sehingga ia juga mengidolakan Soekarno dan Hitler sebagai tokoh idolanya dalam berorasi.

Lelaki yang pernah menjabat sebagai Ketua Himpunan Mahasiswa Akuntansi (HiMA) Polines ini memiliki dua motto dalam hidupnya. Berfikir besar dan berjiwa menjadi motto potensinya. Sedangkan dalam hal motto yang memotivasinya, ia berkata, “Do the best you can do. Be the best you can be. Kerjakan yang terbaik yang kamu bisa apapun itu dan jadilah yang terbaik di manapun itu. Sedikit demi sedikit, tahap demi tahap.”

Sebelum menjadi presiden mahasiswa seperti sekarang ini, pengalaman organisasinya sebelum kuliah pun turut menyibukkan dirinya. Pengalaman organisasinya yakni menjadi ketua OSIS, aktif di dewan ambalan, pendiri paskibra SMK N 1 Pati hingga aktif dalam olahraga pencak silat.

Sebagai presiden mahasiswa, ia pun memiliki harapan yang perlu dibenahi untuk mahasiswa  Polines kedepannya. Yang menjadi catatannya selama ini adalah kesadaran mengenai antusiasme mahasiswa dalam aktif berorganisasi maupun dalam kepeduliannya untuk melakukan perannya sebagai mahasiswa. Yakni mahasiswa harus mampu menjadi agen perubahan, kontrol sosial serta menjadi generasi penerus yang berakhlak mulia dan tangguh menggantikan generasi sebelumnya.

Diliput dan ditulis oleh Rica

Telah diterbitkan pada buletin edisi WaRNA

Advertisements

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.