Tausiyah Keagamaan, Agenda baru LDK 2016

Polines, DIMENSI (25/08) – Kegiatan keagamaan merupakan salah satu rangkaian acara yang disertakan dalam Latihan Dasar Kedisiplinan (LDK) Politeknik Negeri Semarang (Polines). Namun ada yang berbeda untuk LDK tahun ini yaitu pemberian tausiyah bagi Mahasiswa baru (maba) muslim perempuan yang sedang berhalangan oleh Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Jazirah, di lapangan tenis pada jam istirahat salat dzuhur.

Kegiatan keagamaan bagi maba ialah ibadah salat fardhu bagi peserta muslim, terutama pada waktu salat dhuhur. Namun khusus di tahun ini, untuk peserta yang sedang berhalangan diberikan tausiyah keagamaan mengenai wanita dan sharing oleh UKM Jazirah. Menurut Idma Yekti Rahayu selaku Mas’ulah (ketua perempuan-red) Jazirah, kegiatan ini sangat diperlukan agar para peserta bisa mendapatkan ilmu yang bermanfaat sembari menunggu para peserta lain yang sedang menjalankan ibadah salat dzuhur. Tidak seperti LDK tahun lalu peserta muslim yang sedang berhalangan berkumpul disisi lapangan dan diisi oleh pelatih dari Tentara Negara Indonesia (TNI). Mulai tahun ini, pengisian tausiyah merupakan agenda rutin di setiap LDK Polines.

Menurut Nurul Komariya Peleton dua Kompi B Jurusan Administrasi Bisnis kegiatan pengisian materi keagamaan ini efektif, ia bisa mendapatkan ilmu tentang Inspirasi Tokoh Wanita Islam masa kini seperti Oki Setiana Dewi dan Siti Khadijah pada jaman Rasulullah. Namun waktunya terlalu cepat, jadi materi yang disampaikan belum selesai, selain itu juga suara dari pemberi materi kurang keras.

Kegiatan ini atas permintaan dari UKM Jazirah kepada  Resimen Mahasiswa (Menwa) yang kemudian keduanya melakukan koordinasi dan akhirnya kegiatan tersebut bisa  dilaksanakan setiap istirahat salat dzuhur. Alasan utama diadakan kegiatan pengisian materi keagamaan karena melihat dari LDK tahun lalu, kurang bermanfaat jika hanya diisi oleh pelatih dari TNI.  Hingga LDK hari ketiga ini berlangsung, kegiatan ini mendapakan respon yang baik dari maba. “Tidak ada yang mengeluh atau berkomentar. Hanya saja pada hari pertama mereka masih kurang antusias karena  canggung. Namun setelah dari pengisi acara memancing mereka dengan menawari hadiah jika ada yang berani bertukar ilmu, mereka kini terlihat lebih tenang dan santai,” jelas Idma.

 

Diliput dan ditulis oleh:

Yuli dan Nurul

Telah diterbitkan pada buletin cetak edisi LDK hari ketiga.

Advertisements

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.