KSEI Polines Bekali Mahasiswa dengan Sistem Sertifikasi Halal

Oleh:  Rizal

Polines, DIMENSI (30/09) – Kelompok Studi Ekonomi Islam (KSEI) yang berada di bawah naungan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Jazirah Politeknik Negeri Semarang (Polines) kembali mengadakan akuisisi ilmu dengan tema“Sertifikasi Halal”di Ruang Serba Guna (RSG).

“Kami memilih tema tersebut karena banyak kuliner yang telah beredar di masyarakat dan mereka belum bisa membedakan mana makanan yang halal dan mana yang haram. Belum tentu makanan sehat itu halal”, tutur Zaenal Muttaqin, mahasiswa Program Studi Perbankan Syariah selaku Ketua Pelaksana Akuisisi Ilmu tahun ini.

Kegiatan yang diikuti oleh mahasiswa dari Program Studi Perbankan Syariah Polines ini mengambil judul“Save Your Food Make Your Future”dan dihadiri oleh Menik Srihayati perwakilan dari LPPOM MUI Lembaga Pengkajian Pangan, Obat-obatan, dan Kosmetika (LPPOM) Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Tengah, Adityawarman dari pengamat ekonomi islam, serta Sutriyo dari pengusaha madu lebah.

Menik Srihayati mengatakan, sebelum berlakunya Undang-undang (UU) penjaminan produk halal di Indonesia, lembaga yang berhak mengeluarkan sertifikat halal hanya lah LPPOM MUI. Setelah memiliki sertifikasi ini pemilik tidak harus melaporkan kepada LPPOM MUI karena selalu diaudit oleh auditor halal internal setiap enam bulan sekali selama dua tahun masa berlaku sertifikasi halal.

“Jika ingin mengetahui produk tersebut halal atau tidak bisa dicek dengan cara scan barcode pada produk tersebut. Dan aplikasi ini juga bisa didapatkan melalui Blackberry world atau Playstore. Jika barcode tersebut berhasil dibaca maka produk tersebut halal. Namun, ada kekurangan dari aplikasi ini misalnya salah satu produk yang baru didaftarkan ke LPPOM MUI namun saat di scan pada barcode tersebut tidak terbaca dengan baik karena belum dimasukan ke dalam aplikasi tersebut”, jelasnya ketika menjawab pertanyaan dari peserta Akuisisi Ilmu.

Kegiatan ini bertujuan menambah pengetahuan peserta dalam mengenal produk makanan halal dan cara memperoleh sertifikasi halal. Ahmad Fajri, salah satu panitia dari prodi Analis Keuangan mengatakan, “Akuisisi ilmu ini menarik karena kita bisa berhati-hati dalam memilih makanan apalagi dengan dimudahkannya aplikasi dari LPPOM MUI”.

Advertisements

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.