Notice: Function _load_textdomain_just_in_time was called incorrectly. Translation loading for the popup-builder domain was triggered too early. This is usually an indicator for some code in the plugin or theme running too early. Translations should be loaded at the init action or later. Please see Debugging in WordPress for more information. (This message was added in version 6.7.0.) in /home/lpmdimensi/public_html/wp-includes/functions.php on line 6260

Notice: Function _load_textdomain_just_in_time was called incorrectly. Translation loading for the insert-headers-and-footers domain was triggered too early. This is usually an indicator for some code in the plugin or theme running too early. Translations should be loaded at the init action or later. Please see Debugging in WordPress for more information. (This message was added in version 6.7.0.) in /home/lpmdimensi/public_html/wp-includes/functions.php on line 6260

Notice: Function _load_textdomain_just_in_time was called incorrectly. Translation loading for the wp-optimize domain was triggered too early. This is usually an indicator for some code in the plugin or theme running too early. Translations should be loaded at the init action or later. Please see Debugging in WordPress for more information. (This message was added in version 6.7.0.) in /home/lpmdimensi/public_html/wp-includes/functions.php on line 6260

Notice: Fungsi _load_textdomain_just_in_time ditulis secara tidak benar. Pemuatan terjemahan untuk domain hueman dipicu terlalu dini. Ini biasanya merupakan indikator bahwa ada beberapa kode di plugin atau tema yang dieksekusi terlalu dini. Terjemahan harus dimuat pada tindakan init atau setelahnya. Silakan lihat Debugging di WordPress untuk informasi lebih lanjut. (Pesan ini ditambahkan pada versi 6.7.0.) in /home/lpmdimensi/public_html/wp-includes/functions.php on line 6260
Toleransi Bagi Maba yang Sakit – LPM Dimensi

Toleransi Bagi Maba yang Sakit

oleh : Gilang Dwiangga & Nurindah S
Polines, DIMENSI (26/08) – Selama kegiatan Latihan Dasar Kedisplinan(LDK) berlangsung mahasiswa baru (maba) yang kurang sehat diberi toleransi untuk tidak mengikuti kegiatan LDK baik dalam jangka waktu sementara maupun panjang sesuai kondisinya. Toleransi tersebut diberikan oleh pihak Resimen mahasiswa (Menwa) dibantu oleh Korps Sukarela (KSR) selaku panitia penyelenggara dan petugas kesehatan yang membantu dilapangan.
Bagi maba yang pingsan atau dehidrasi pihak KSR melakukan pertolongan pertama dan membawanya keluar dari lapangan menuju ke tempat yang telah disediakan di gedung sekolah satu. Namun apabila dirasa harus pulang maka pihak KSR dan menwa memperbolehkan untuk meninggalkan kegiatan sesuai dengan prosedur yang ada.
Menurut keterangan Harsumi Aisyah, maba jurusan Teknik Sipil, menyatakan bahwa Pihak KSR harus mengcek dulu maba yang benar benar sakit atau tidak, karena beberapa maba yang mengaku sakit tersbut raut wajahnya masih terlihat segar tetapi jika maba tersebut benar benar sakit maka wajar saja apabila diberikan toleransi untuk tidak mengikuti kegiatan ldk.
“Memang benar ada torelansi bagi maba yang sakit untuk tidak mengikuti kegiatan tapi untuk kasus maba yang berpura-pura sakit kami tetap tahu karena terlihat dari raut wajah dan gerak-gerik mereka”, ujar Muhammad Nur Syahid, komandan KSR.
Pihak menwa sendiri telah mempercayai KSR untuk mengurus maba yang sakit, “Toleransi sudah pasti ada, tapi semua kami kembalikan lagi ke pihak KSR karena pihak KSR yang lebih tahu mengenai maba yang sakit”, jelas Yazaluna Istighfaruri Hatta Risky, Komandan Menwa.

Advertisements

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *