Notice: Function _load_textdomain_just_in_time was called incorrectly. Translation loading for the popup-builder domain was triggered too early. This is usually an indicator for some code in the plugin or theme running too early. Translations should be loaded at the init action or later. Please see Debugging in WordPress for more information. (This message was added in version 6.7.0.) in /home/lpmdimensi/public_html/wp-includes/functions.php on line 6260

Notice: Function _load_textdomain_just_in_time was called incorrectly. Translation loading for the insert-headers-and-footers domain was triggered too early. This is usually an indicator for some code in the plugin or theme running too early. Translations should be loaded at the init action or later. Please see Debugging in WordPress for more information. (This message was added in version 6.7.0.) in /home/lpmdimensi/public_html/wp-includes/functions.php on line 6260

Notice: Function _load_textdomain_just_in_time was called incorrectly. Translation loading for the wp-optimize domain was triggered too early. This is usually an indicator for some code in the plugin or theme running too early. Translations should be loaded at the init action or later. Please see Debugging in WordPress for more information. (This message was added in version 6.7.0.) in /home/lpmdimensi/public_html/wp-includes/functions.php on line 6260

Notice: Fungsi _load_textdomain_just_in_time ditulis secara tidak benar. Pemuatan terjemahan untuk domain hueman dipicu terlalu dini. Ini biasanya merupakan indikator bahwa ada beberapa kode di plugin atau tema yang dieksekusi terlalu dini. Terjemahan harus dimuat pada tindakan init atau setelahnya. Silakan lihat Debugging di WordPress untuk informasi lebih lanjut. (Pesan ini ditambahkan pada versi 6.7.0.) in /home/lpmdimensi/public_html/wp-includes/functions.php on line 6260
Gelar Aksi PANTURA Mahasiswa Suarakan Lima Tuntutan kepada Pemerintah – LPM Dimensi

Gelar Aksi PANTURA Mahasiswa Suarakan Lima Tuntutan kepada Pemerintah

Orasi mahasiswa di depan gedung DPRD Jawa Tengah (Dok. Eka)

Semarang, Dimensi (15/06) – Mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa Semarang Raya (BEM SeRa) dan Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) menggelar Aksi Panca Tuntutan Rakyat (PANTURA) di depan Kantor DPRD dan Gubernur Jawa Tengah pada Senin (15/06) pukul 16.00 WIB. Aksi tersebut dilatarbelakangi keresahan terhadap kebijakan pemerintah yang dinilai tidak berpihak kepada masyarakat kecil. Jalannya aksi tersebut meliputi long march dari kawasan Tugu Muda Semarang menuju Kantor DPRD dan Gubernur Jawa Tengah, dilanjutkan dengan rangkaian orasi, pembentangan spanduk, serta aksi teatrikal pembakaran ban bekas.

Massa menyuarakan lima tuntutan utama, yakni menurunkan harga BBM dan menstabilkan nilai tukar rupiah, mengembalikan fungsi utama TNI-POLRI, evaluasi total program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP), mengembalikan kepemilikan tanah kepada rakyat, serta menghentikan praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN) di ranah pemerintahan. Selain itu, massa juga menuntut realisasi alokasi anggaran pendidikan sebesar 20%, peninjauan ulang kebijakan ekspor satu pintu, realisasi hukum adat,  serta realisasi janji kampanye terkait 19 juta lapangan pekerjaan.

Koordinator Aliansi BEM Semarang Raya, Kevin Kurnia Priambodo menegaskan aksi ini merupakan sebuah bentuk ultimatum kepada pemerintahan Prabowo-Gibran. “Kami turun dengan massa yang sangat banyak, dengan tujuan ini adalah sebuah bentuk ultimatum kami terhadap pemerintah,” ujarnya. Ia juga menyoroti keterlibatan aparat TNI-Polri di luar tugas pokoknya yang dapat mengancam supremasi sipil. “Pengesahan RUU Polri yang memungkinkan anggota kepolisian merangkap jabatan sipil, serta keterlibatan TNI di luar fungsi pertahanan dapat mengancam supremasi sipil di Indonesia,” jelasnya. 

Orator sekaligus mahasiswa Universitas Wahid Hasyim (Unwahas), Andika, menyoroti program MBG yang dinilai masih bermasalah. Ia menyebut persoalan terkait kepemimpinan lembaga tersebut. “Kemarin, kepala MBG baru diaudit dan kemudian digantikan oleh wakilnya. Padahal, seharusnya seluruh pimpinan lembaga MBG ini diadili,” ujarnya. 

Senada dengan hal tersebut, Wakil Ketua BEM FIK Unnes, Deksa Ariandra, menekankan adanya evaluasi struktural guna memastikan penempatan pemimpin yang sesuai dengan kompetensinya. “Kita menuntut pimpinan-pimpinan yang sesuai kompetensinya, evaluasi harus dilakukan di seluruh tingkatan,” jelasnya. Ia juga menambahkan bahwa transparansi dalam proses rekrutmen perlu diperkuat guna mencegah praktik KKN. “Rekrutmen yang terbuka seperti Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) sebetulnya sudah menjadi solusi yang cukup baik dan dapat dioptimalkan. Terlebih lagi untuk segala lembaga bisa diterapkan juga, karena rekrutmen itu transparan dan kualifikasi yang ada sudah ditetapkan sesuai dengan kompetensi,” tambahnya. 

Hingga aksi berakhir, belum terlihat adanya perwakilan pemerintah yang menemui massa untuk berdialog. Massa meninggalkan lokasi secara bertahap setelah rangkaian orasi selesai.

(Almira, Wilda)

Advertisements

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *