Notice: Function _load_textdomain_just_in_time was called incorrectly. Translation loading for the popup-builder domain was triggered too early. This is usually an indicator for some code in the plugin or theme running too early. Translations should be loaded at the init action or later. Please see Debugging in WordPress for more information. (This message was added in version 6.7.0.) in /home/lpmdimensi/public_html/wp-includes/functions.php on line 6260

Notice: Function _load_textdomain_just_in_time was called incorrectly. Translation loading for the insert-headers-and-footers domain was triggered too early. This is usually an indicator for some code in the plugin or theme running too early. Translations should be loaded at the init action or later. Please see Debugging in WordPress for more information. (This message was added in version 6.7.0.) in /home/lpmdimensi/public_html/wp-includes/functions.php on line 6260

Notice: Function _load_textdomain_just_in_time was called incorrectly. Translation loading for the wp-optimize domain was triggered too early. This is usually an indicator for some code in the plugin or theme running too early. Translations should be loaded at the init action or later. Please see Debugging in WordPress for more information. (This message was added in version 6.7.0.) in /home/lpmdimensi/public_html/wp-includes/functions.php on line 6260

Notice: Fungsi _load_textdomain_just_in_time ditulis secara tidak benar. Pemuatan terjemahan untuk domain hueman dipicu terlalu dini. Ini biasanya merupakan indikator bahwa ada beberapa kode di plugin atau tema yang dieksekusi terlalu dini. Terjemahan harus dimuat pada tindakan init atau setelahnya. Silakan lihat Debugging di WordPress untuk informasi lebih lanjut. (Pesan ini ditambahkan pada versi 6.7.0.) in /home/lpmdimensi/public_html/wp-includes/functions.php on line 6260
Komunitas Earth Hour: Adakan Aksi Switch Off Serentak di Berbagai Kota dan Negara – LPM Dimensi

Komunitas Earth Hour: Adakan Aksi Switch Off Serentak di Berbagai Kota dan Negara

Sesi Talkshow oleh Earth Hour Semarang
Dok. Syifa

Semarang, Dimensi (26/03) – Earth Hour Semarang, sebuah komunitas di bawah naungan World Wide Fund (WWF) yang bergerak di bidang lingkungan hidup, telah menyelenggarakan sebuah acara pada Sabtu (25/03) lalu. Dalam acara tersebut terdapat aksi Switch Off atau pemadaman listrik selama 60 menit dan sebuah talkshow bertema “#RamadhanAsikTanpaPlastik”. Dalam acara ini, Earth Hour turut mengundang perwakilan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) di berbagai kampus dan beberapa komunitas di Semarang. Dilaksanakan di Rooms Inc DP Mall Semarang sejak pukul 19.30 – 21.50 WIB, acara berlangsung secara serentak di 35 kota di Indonesia dan 190 negara di seluruh dunia. Acara ini bertujuan sebagai bentuk kepedulian terhadap tindakan mengurangi kerusakan lingkungan.

Hal tersebut disampaikan oleh Putri Ayu selaku Ketua Pelaksana, bahwa acara bertujuan untuk mengurangi kerusakan lingkungan dan meningkatkan kesadaran masyarakat. “Untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga bumi, salah satunya dengan pemadaman listrik selama 60 menit dan mengurangi penggunaan plastik,” ucapnya. Ayu pun menambahkan bahwa acara ini dilakukan serentak di waktu yang sama di beberapa kota yang berbeda. “Acara ini merupakan agenda tahunan yang dilaksanakan di hari Sabtu-Minggu terakhir bulan Maret, serta serentak sesuai jam di masing-masing kota,” tambahnya.

Sejalan dengan Ayu, Trian Wahyono selaku Koordinator Earth Hour Semarang, mengatakan bahwa komunitas ini sudah tersebar di 35 kota di Indonesia dan 190 negara di seluruh dunia. Selain itu, komunitas ini bukan hanya sekadar melakukan aksi memadamkan listrik saja, tetapi juga banyak aksi lain yang bermanfaat. “Earth Hour bukan hanya di Semarang tetapi sudah tersebar di banyak kota dengan berbagai macam kegiatan lain yang bermanfaat bagi lingkungan,” ungkapnya.

Najwa Putri selaku Mahasiswa Universitas Diponegoro, yang diundang dalam acara tersebut mengatakan bahwa sebelumnya tidak mengetahui adanya Earth Hour ini, tetapi ia mengapresiasi adanya acara ini karena menambah wawasan pengetahuan tentang cara melindungi bumi. “Berguna untuk menambah wawasan bagaimana cara melindungi bumi dengan melakukan hal kecil yang bermanfaat,” tuturnya. Najwa pun menyarankan agar aksi ini lebih menjangkau kalangan mahasiswa. “Sosialisasinya dapat masuk ke lingkungan universitas agar semua mahasiswa mengetahui adanya aksi ini,” tambahnya.

Menanggapi hal tersebut, Ayu mengatakan bahwa kekurangan sumber daya manusia (SDM) menjadi salah satu kendala aksi ini tidak diadakan di banyak lokasi di Semarang. “Kurangnya SDM tidak memungkinkan kami untuk melaksanakan di beberapa titik sekaligus, semoga tahun depan banyak yang bergabung saat diadakan open recruitment (oprec),” ucapnya.

Kendati demikian, Trian berharap acara ini dapat memberi nafas sejenak kepada bumi dan menyadarkan masyarakat pentingnya menghemat energi. “Semoga acara ini dapat berdampak baik untuk bumi dan masyarakat sadar untuk menghemat energi,” ungkapnya. Trian pun menambahkan bahwa kesadaran menjaga dan melestarikan bumi adalah tugas semua orang. “Kalau bukan kita siapa lagi yang akan menjaga dan melestarikan bumi tanpa merusaknya untuk kepentingan pribadi,” pungkasnya.

(Kharisma)

Advertisements

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *