Notice: Function _load_textdomain_just_in_time was called incorrectly. Translation loading for the popup-builder domain was triggered too early. This is usually an indicator for some code in the plugin or theme running too early. Translations should be loaded at the init action or later. Please see Debugging in WordPress for more information. (This message was added in version 6.7.0.) in /home/lpmdimensi/public_html/wp-includes/functions.php on line 6260

Notice: Function _load_textdomain_just_in_time was called incorrectly. Translation loading for the insert-headers-and-footers domain was triggered too early. This is usually an indicator for some code in the plugin or theme running too early. Translations should be loaded at the init action or later. Please see Debugging in WordPress for more information. (This message was added in version 6.7.0.) in /home/lpmdimensi/public_html/wp-includes/functions.php on line 6260

Notice: Function _load_textdomain_just_in_time was called incorrectly. Translation loading for the wp-optimize domain was triggered too early. This is usually an indicator for some code in the plugin or theme running too early. Translations should be loaded at the init action or later. Please see Debugging in WordPress for more information. (This message was added in version 6.7.0.) in /home/lpmdimensi/public_html/wp-includes/functions.php on line 6260

Notice: Fungsi _load_textdomain_just_in_time ditulis secara tidak benar. Pemuatan terjemahan untuk domain hueman dipicu terlalu dini. Ini biasanya merupakan indikator bahwa ada beberapa kode di plugin atau tema yang dieksekusi terlalu dini. Terjemahan harus dimuat pada tindakan init atau setelahnya. Silakan lihat Debugging di WordPress untuk informasi lebih lanjut. (Pesan ini ditambahkan pada versi 6.7.0.) in /home/lpmdimensi/public_html/wp-includes/functions.php on line 6260
Kenaikan Pajak 250%, Bupati Pati Tantang Warga Turun Jalan – LPM Dimensi

Kenaikan Pajak 250%, Bupati Pati Tantang Warga Turun Jalan

dok. static.promediateknologi.id

Kabupaten Pati tengah diguncang polemik besar setelah Bupati Sudewo memutuskan menaikkan Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2) hingga 250 persen pada tahun 2025. Kebijakan tersebut langsung memicu penolakan masyarakat. Alih-alih meredam keresahan publik, Sudewo justru menantang masyarakat. Ia menyebut siap menghadapi apabila terdapat lima ribu bahkan hingga lima puluh ribu warga yang berani turun ke jalan untuk menolak kebijakannya.


Dalam rapat intensifikasi bersama camat dan Paguyuban Perangkat Desa (Pasopati), Sudewo menyebut kenaikan PBB-P2 diperlukan untuk memperkuat pendanaan pembangunan daerah. Dana itu direncanakan untuk membiayai perbaikan infrastruktur jalan, pembangunan jembatan, rumah sakit, masjid, hingga gelanggang olahraga. Ia menilai, selama ini dukungan dari pemerintah pusat kepada Kabupaten Pati belum mencukupi.


Meski demikian, argumen Sudewo justru semakin mendorong munculnya penolakan. Sejumlah masyarakat mulai berinisiatif menggelar aksi protes besar-besaran. Salah satunya Gerakan Pati Bersatu yang telah mengurus izin demonstrasi pada 13–14 Agustus 2025. Target massa pun dipatok fantastis sebanyak 50 ribu orang. Tak berhenti di situ, warga menggalang donasi untuk kebutuhan aksi serta menyatakan penolakannya melalui media sosial. Foto tumpukan kardus air mineral dengan tulisan sindiran seperti “Bupati Arogan” dan “Bupati Pembohong” menjadi bentuk desakan masyarakat kepada Bupati Sudewo.


Situasi semakin memanas ketika Satpol PP meminta kegiatan penggalangan dana di Alun-Alun Pati dipindahkan. Alasan utamanya, lokasi tersebut digunakan untuk agenda resmi peringatan HUT Kabupaten sekaligus HUT RI ke-80. Adu mulut pun terjadi antara koordinator aksi dengan aparat, memperlihatkan bahwa ketegangan antara masyarakat dan pemerintah daerah sulit diredam. Banyak pihak khawatir, apabila tidak terkendali, aksi ini dapat berkembang menjadi konflik sosial yang lebih luas.


Bagi publik, nama Sudewo bukanlah sosok asing dalam kontroversi. Sebelumnya, ia mengundang grup dangdut Trio Srigala untuk tampil di Pendopo Kabupaten. Penampilan yang dinilai erotis itu dianggap tidak pantas di panggung pemerintahan, terlebih karena disaksikan pejabat daerah.


Rangkaian peristiwa tersebut membuat nama Bupati Sudewo semakin menjadi sorotan publik. Di balik citra sebagai pemimpin berani yang berfokus pada pembangunan, gaya komunikasi yang menantang dan kebijakan yang dinilai terburu-buru justru memicu penolakan masyarakat. Kini, publik menanti bagaimana polemik pajak ini akan berakhir. Apakah menjadi langkah nyata pembangunan atau justru meninggalkan luka politik antara bupati dan masyarakatnya?

(Tim Riset)


Sumber:

https://www.liputan6.com/news/read/6125583/5-fakta-terkait-viral-bupati-pati-sudewo-yang-naikkan-pajak-250-persen-sempat-viral-undang-trio-serigala?page=2

Advertisements

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *