Notice: Function _load_textdomain_just_in_time was called incorrectly. Translation loading for the popup-builder domain was triggered too early. This is usually an indicator for some code in the plugin or theme running too early. Translations should be loaded at the init action or later. Please see Debugging in WordPress for more information. (This message was added in version 6.7.0.) in /home/lpmdimensi/public_html/wp-includes/functions.php on line 6260

Notice: Function _load_textdomain_just_in_time was called incorrectly. Translation loading for the insert-headers-and-footers domain was triggered too early. This is usually an indicator for some code in the plugin or theme running too early. Translations should be loaded at the init action or later. Please see Debugging in WordPress for more information. (This message was added in version 6.7.0.) in /home/lpmdimensi/public_html/wp-includes/functions.php on line 6260

Notice: Function _load_textdomain_just_in_time was called incorrectly. Translation loading for the wp-optimize domain was triggered too early. This is usually an indicator for some code in the plugin or theme running too early. Translations should be loaded at the init action or later. Please see Debugging in WordPress for more information. (This message was added in version 6.7.0.) in /home/lpmdimensi/public_html/wp-includes/functions.php on line 6260

Notice: Fungsi _load_textdomain_just_in_time ditulis secara tidak benar. Pemuatan terjemahan untuk domain hueman dipicu terlalu dini. Ini biasanya merupakan indikator bahwa ada beberapa kode di plugin atau tema yang dieksekusi terlalu dini. Terjemahan harus dimuat pada tindakan init atau setelahnya. Silakan lihat Debugging di WordPress untuk informasi lebih lanjut. (Pesan ini ditambahkan pada versi 6.7.0.) in /home/lpmdimensi/public_html/wp-includes/functions.php on line 6260
Menurunnya Anggaran Pusat, Sebabkan Kuota Penerima Bantuan UKT Polines Menurun – LPM Dimensi

Menurunnya Anggaran Pusat, Sebabkan Kuota Penerima Bantuan UKT Polines Menurun

Pengumuman Nomor: 5087/PL4.6.1/KM/2021 mengenai penerima bantuan UKT
Dok. Pribadi

Polines, DIMENSI (14/09) – Penerima bantuan Uang Kuliah Tunggal (UKT) Semester Gasal Politeknik Negeri Semarang (Polines) 2021/2022 telah resmi diumumkan pada Jumat (10/09) lalu, melalui Surat Pengumuman Nomor: 5087/PL4.6.1/KM/2021. Bantuan UKT yang diselenggarakan oleh pemerintah pusat guna membantu mahasiswa terdampak pandemi ini, mengalami penurunan kuota jumlah penerima. Hal ini disebabkan karena penyesuaian terhadap anggaran dari pemerintah. 

Mengacu pada Pedoman Pelaksanaan Bantuan UKT/SPP Mahasiswa yang dirancang oleh Pusat Layanan Pembiayaan Pendidikan (Pusladik) Kementrian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) Indonesia, anggaran bantuan UKT pada Semester Gasal 2021/2022 ini menurun. Pada Semester Gasal dan Genap 2020/2021 lalu, Pusladik telah menyalurkan bantuan UKT masing- masing sekitar Rp 1 Triliun. Namun pada Semester Gasal 2021/2022, anggaran yang diusulkan hanya sebesar Rp 745 Miliar.

Disampaikan oleh Arifin, selaku staf Bagian Akademik Kemahasiswaan Perencanaan dan Kerjasama (BAKPK), kuota penerima bantuan untuk Polines sendiri mengalami penurunan dari 450 mahasiswa menjadi 333 mahasiswa. Sedangkan total mahasiswa yang mengajukan bantuan sejumlah 951, sehingga hanya 35% yang lolos. “Presentasenya 35% dari keseluruhan pengajuan yang masuk dan lanjut kami seleksi,” paparnya. Terkait proses seleksi, Arifin menambahkan bahwa diserahkan langsung kepada masing-masing perguruan tinggi. “Kami dari instansi melihat bagaimana keadaan orang tua misalnya ada yang meninggal atau terkena PHK di masa pandemi ini,” terang Arifin. 

Berkenaan dengan proses seleksi tersebut, Aprisa Yulian, salah satu mahasiswa Jurusan Administrasi Bisnis menanggapi, pihak Institusi belum mensosialisasikan bantuan dengan jelas. Hal ini menyebabkan persyaratan spesifik untuk lolos belum diketahui secara lengkap. “Informasi hanya disampaikan lewat grup kelas masing-masing,” tuturnya. Selain itu, selama masa pendataan, dirinya mendapati kendala dalam memasukkan Nomor Induk Mahasiswa (NIM) sehingga terdapat kesalahan pada NIM yang terdaftar. “NIM yang terdaftar dalam Pangkalan Data Pendidikan Tinggi (PDDikti) berbeda dengan NIM asli dari Polines,” ucap Aprisa.

Terlepas dari permasalahan kendala, adanya penurunan jumlah penerima bantuan tersebut menimbulkan kekecewaan bagi mahasiswa. Ladifa Dwi, salah satu mahasiswa Jurusan Teknik Elektro, menyampaikan bahwa bantuan UKT sangat diharapkan mahasiswa di tengah pandemi ini. “Harapannya  bantuan dapat terus diadakan dengan jumlah penerima yang bertambah dan tepat sasaran, benar-benar sampai kepada yang membutuhkan,” tuturnya. 

Sejalan dengan harapan mahasiswa, Arifin berharap bantuan ini dapat terus berjalan hingga semester selanjutnya, dengan jumlah penerima bantuan yang juga bertambah. “Melihat anggaran yang akan dikeluarkan pemerintah untuk bantuan kedepan, semoga bertambah,” Pungkas Arifin.

(Tania)

Advertisements

Mungkin Anda juga menyukai