WaRNA 2026 Hari Pertama: GSG dan Lapangan Hijau Paralel, Mobilisasi Maba Jadi Catatan

Mobilisasi mahasiswa baru menuju gedung serba guna
Dok. Rafi

Polines, Dimensi (11/08) –  Rangkaian Wawasan Almamater dan Orientasi Akademik (WaRNA) 2026 Politeknik Negeri Semarang (Polines) resmi dimulai pada Selasa (11/08) dan akan berlangsung selama dua hari. Mengusung tema “Gerbang Transisi dalam Membentuk Generasi Berkarakter Unggul, Adaptif, dan Siap Berkarya untuk Bangsa”, kegiatan ini diikuti sekitar 2.800 mahasiswa baru (maba) dari lima jurusan dengan sistem paralel di Gedung Serba Guna (GSG) dan Lapangan Hijau. 

Ketua Pelaksana WaRNA 2026, Aslam, menjelaskan tema tersebut menggambarkan proses transisi mahasiswa baru dari status siswa menjadi mahasiswa. “Di gerbang ini para maba diberikan pemahaman supaya terjadi transisi menjadi mahasiswa, tujuannya supaya bisa beradaptasi,” ujarnya.

WaRNA 2026 menerapkan sistem baru, dua sesi di dua lokasi berbeda. Wakil Ketua Pelaksana, Renaldi, menyebut sistem ini diterapkan untuk menyikapi keluhan cuaca panas dari mahasiswa baru. Pada sesi pertama, maba Teknik Elektro dan Akuntansi mengikuti Rapat Senat Terbuka penerimaan mahasiswa baru di GSG, sedangkan maba Teknik Sipil, Teknik Mesin, dan Administrasi Bisnis menyaksikan penampilan ormawa di Lapangan Hijau. Kedua kelompok kemudian bertukar lokasi untuk sesi berikutnya.

Renaldi juga menyebut keterbatasan kapasitas GSG menjadi alasan utama pembagian sesi. “Karena kapasitas GSG itu terbatas, akhirnya ditetapkan sistem sesi.” ujarnya. GSG hanya dapat menampung sekitar 1.400 kursi, sedangkan peserta mencapai sekitar 2.800 mahasiswa. 

Di GSG, maba menerima materi Kepoliteknikan dan Kisah Sukses Alumni, menggantikan Program Cinta Kampus (Procika). Renaldi menyebut peniadaan Procika tahun ini merupakan hasil evaluasi institusi, karena sosialisasi lingkungan dinilai cukup dilakukan oleh Kementerian Lingkungan Hidup. Sementara itu di Lapangan Hijau, maba menyaksikan penampilan dari setiap Ormawa dalam sesi Cakra.

Meski dengan sistem baru, pelaksanaan hari pertama masih ditemukan sejumlah persoalan teknis. Mobilisasi maba antarlokasi memakan alokasi waktu hingga memicu keterlambatan agenda. Kondisi ini juga berdampak pada pemangkasan durasi penampilan tiap Ormawa.

Salah satu pendamping dari Gugus Akuntansi, Lailatul Hasanah, menuturkan mobilisasi antarlokasi juga mempengaruhi kenyamanan peserta. “Sangat berpengaruh ke efektivitas. Mobilisasinya bisa bertabrakan, lalu ada sedikit cemburu dari maba karena peserta sesi sore di Lapangan Hijau harus berhadapan dengan cuaca terik,” jelasnya. Ia juga menyoroti kekurangan komunikasi terkait alur instruksi serta ketidaksiapan panitia di titik jaga.

Menanggapi berbagai catatan evaluasi pada pelaksanaan perdana ini, Aslam secara terbuka mengakui keterbatasan antisipasi panitia dalam merespons skema baru di lapangan. “Karena dengan konsep yang baru, kami belum punya rencana-rencana matang,” ungkap Aslam.

(Aurelia, Wilda) 

Advertisements

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *