Wajah Baru WaRNA 2025: Pemangkasan Durasi, Penyesuaian Strategi

Upacara Penerimaan Mahasiswa Baru
(dok. Rizqi Eka)

Polines, Dimensi (13/08) – Wawasan Almamater dan Orientasi Akademik (WaRNA) 2025 telah diselenggarakan pada Selasa (12/08) di Lapangan Hijau Politeknik Negeri Semarang (Polines). WaRNA tahun ini mengusung tema “Mewujudkan Generasi Unggul, Berakhlak, Berintegritas, dan Setia Mengabdi di Seluruh Negeri.” Kegiatan ini dibuka dengan Rapat Terbuka Senat yang diikuti oleh 2.700 Mahasiswa Baru (Maba) dan terbagi menjadi lima gugus, yaitu Akuntansi, Teknik Elektro, Administrasi Bisnis, Teknik Mesin, dan Teknik Sipil. Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, WaRNA tahun ini hanya berlangsung selama dua hari.

Pemangkasan durasi dilakukan berdasarkan kebijakan institusi yang menyesuaikan dengan program efisiensi nasional. Hal ini membawa sejumlah penyesuaian pada materi, sesi, hingga strategi kegiatan. Ketua Pelaksana WaRNA 2025, Aditya Rizal Pramudya, menyebutkan tantangan terbesar adalah memadatkan agenda tanpa mengurangi esensi kegiatan. “Semula WaRNA berlangsung tiga hari, kini menjadi hanya dua hari. Itu menjadi tantangan bagi kami, sehingga beberapa acara dipangkas atau dipersingkat,” jelasnya.

Penanggung Jawab Acara, Akmal Eka Fakhrudin, menambahkan bahwa pemangkasan waktu mempengaruhi berbagai materi dan sesi. “Materi kepoliteknikan yang awalnya 5 – 6 materi dipadatkan menjadi dua, yakni dari wakil direktur serta Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual (PPKS). Kemudian WaRNA Jurusan yang biasanya enam jam kini hanya dua jam 15 menit, serta durasi penampilan Organisasi Mahasiswa (Ormawa) yang dipangkas,” ujarnya.

Pada hari pertama, rangkaian kegiatan diawali dengan pemaparan materi kepoliteknikan, jurusan, serta dilanjutkan dengan Program Cinta Kampus (Procika). Pemaparan materi dibagi per jurusan atau gugus dengan lokasi yang berbeda. Jurusan Akuntansi menempati Auditorium Sekolah Satu, Administrasi Bisnis di Gedung Kuliah Terpadu (GKT) Lantai 1, Teknik Sipil di FormWork Sipil, Teknik Mesin di GKT Lantai 2, dan Teknik Elektro di Gedung Serba Guna.

Perubahan jadwal juga mempengaruhi teknis pelaksanaan di lapangan, mulai dari susunan acara hingga mekanisme ishoma. Dari sisi konsumsi, panitia menyediakan mekanisme baru untuk memastikan distribusi lancar. Aditya mengungkapkan bahwa mekanisme pembagian konsumsi yang sebelumnya Maba dimobilisasikan ke tempat katering Ormawa, kini diberikan Ormawa ke tempat gugus masing-masing. “Mobilisasi ke lokasi makan di parkiran Elektro terlalu lama, sehingga kami ubah menjadi makan di gugus,” terang Aditya.

Meisya selaku Penanggung Jawab Konsumsi, turut menambahkan mengenai perubahan mekanisme pembagian konsumsi. “Dengan mekanisme ini, waktu makan jadi lebih efisien dan antrian berkurang. Kami juga berkoordinasi dengan pendamping gugus untuk memastikan kupon catering terbeli semua. Bagi yang belum memesan kami perpanjang waktu pembeliannya,” ungkapnya.

Di balik penyesuaian tersebut, persiapan WaRNA 2025 dilakukan selama 1,5 bulan dengan progres mencapai 90% sebelum pelaksanaan. Beberapa kendala turut terjadi, diantaranya cuaca hujan yang membuat rundown hari pertama mundur, serta keterbatasan anggaran. “Anggaran yang tipis membuat kami harus mencari sponsorship dan membuka tenant untuk menutupi kekurangan,” ujar Aditya.

(Rangga)

Advertisements

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *