Notice: Function _load_textdomain_just_in_time was called incorrectly. Translation loading for the popup-builder domain was triggered too early. This is usually an indicator for some code in the plugin or theme running too early. Translations should be loaded at the init action or later. Please see Debugging in WordPress for more information. (This message was added in version 6.7.0.) in /home/lpmdimensi/public_html/wp-includes/functions.php on line 6260

Notice: Function _load_textdomain_just_in_time was called incorrectly. Translation loading for the insert-headers-and-footers domain was triggered too early. This is usually an indicator for some code in the plugin or theme running too early. Translations should be loaded at the init action or later. Please see Debugging in WordPress for more information. (This message was added in version 6.7.0.) in /home/lpmdimensi/public_html/wp-includes/functions.php on line 6260

Notice: Function _load_textdomain_just_in_time was called incorrectly. Translation loading for the wp-optimize domain was triggered too early. This is usually an indicator for some code in the plugin or theme running too early. Translations should be loaded at the init action or later. Please see Debugging in WordPress for more information. (This message was added in version 6.7.0.) in /home/lpmdimensi/public_html/wp-includes/functions.php on line 6260

Notice: Fungsi _load_textdomain_just_in_time ditulis secara tidak benar. Pemuatan terjemahan untuk domain hueman dipicu terlalu dini. Ini biasanya merupakan indikator bahwa ada beberapa kode di plugin atau tema yang dieksekusi terlalu dini. Terjemahan harus dimuat pada tindakan init atau setelahnya. Silakan lihat Debugging di WordPress untuk informasi lebih lanjut. (Pesan ini ditambahkan pada versi 6.7.0.) in /home/lpmdimensi/public_html/wp-includes/functions.php on line 6260
Surat Edaran Dilayangkan, Mahasiswa dan Ormawa Masih Kurang Paham – LPM Dimensi

Surat Edaran Dilayangkan, Mahasiswa dan Ormawa Masih Kurang Paham

Ilustrasi oleh: Erica A

Polines, DIMENSI (23/10) – Berdasarkan surat edaran Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Politeknik Negeri Semarang (Polines)  pada (25/09), program pendataan prestasi yang dilakukan dalam rangka konsistensi penyaluran prestasi mahasiswa mendapat respon dari berbagai pihak. Mahasiswa kurang mengetahui maksud dari pendataan tersebut, sedangkan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) selaku pihak yang akan menindaklanjuti kurang begitu paham dengan teknis dan aturan dari kegiatan pengumpulan prestasi mahasiswa.

Menurut Adhy Purnomo selaku Wakil Direktur (Wadir) III Bidang Kemahasiswaan, tujuan diadakannya kegiatan ini adalah untuk mendata prestasi mahasiswa terutama mahasiswa baru agar nantinya jika ada kompetisi yang berhubungan dengan ketrampilan yang dimiliki, BEM sudah  mempunyai data siapa saja yang bisa menjadi perwakilan. Juga agar kompetensi yang didalami mahasiswa konsisten.

Mengenai teknis dalam  pelaksanaan, Ayuk Candra Wardani,  selaku Menteri Minat dan Bakat (Minbak) BEM menjelaskan bahwa pelaksanaan pendataan prestasi sendiri berkoordinasi dengan Wadir III. Ayuk juga menambahkan bahwa Wadir III sudah mempuyai data mahasiswa dari jalur Penelusuran Minat dan Kemampuan Politeknik Negeri (PMDKPN), “Sebenarnya Wadir III sudah  memiliki data PMDKPN. Tapi dari BEM dan Badan Perwakilan Mahasiswa (BPM) punya inisisatif tidak hanya dari PMDKPN saja, tetapi semua mahasiswa juga perlu dikembangkan. Jadi kita bekerja sama dengan institusi juga.”

BEM telah melakukan pemberitahuan kepada UKM, melalui kumpul antara BEM bersama Ormawa pada Rabu (10/10) lalu, untuk memberitahukan terkait hal tersebut, “Rencananya kami akan memplot-kan mahasiswa-mahasiswa itu ke UKM yang bersangkutan. Untuk teknis lebih lanjut nanti akan didiskusikan kembali dan perlu persiapan yang matang. Namun,  kami  sudah koordinasi dengan UKM terkait hal itu,”  jelas Ayuk.

Namun, informasi yang beredar di UKM masih simpang siur karena belum adanya mufakat. Seperti yang diungkapkan Ferian Azrul Mukhsinin, selaku General Manager Kopma Bahtera Manunggal, “Karena yang datang sedikit, dan kebanyakan bukan ketua Organisasi Mahasiswa, jadi belum ada keputusan. Rencana akan diadakan kajian lebih lanjut namun sampai sekarang belum ada,” ungkapnya.

Dibalik perencanaan dan koordinasi antara BEM dengan Ormawa justru terlihat ketidakantusiaan mahasiswa dengan kebijakan ini. Anggota Minbak Himpunan Mahasiswa Mesin (HMM), Daniel, menyatakan bahwa mahasiswa kurang minat dengan kegiatan ini, “HMM sendiri sudah melakukan penyebaran surat ke seluruh mahasiswa tingkat satu, namun  mahasiswa megembalikan surat tersebut dalam keadaan kosong dan tidak menyerahkan sertifikat prestasinya.”

Wahyu Nurul, salah satu mahasiswa tingkat satu Jurusan Akuntansi, justru mempertanyakan maksud dari surat tersebut, “Pas awal dulu sudah  pernah disuruh mengumpulkan data prestasi, kok sekarang ada lagi,” ungkapnya.

(Chily, Hani)

Advertisements

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *