Speak Up: Serba-serbi Tanggapan Mahasiswa Baru Terkait Pelaksanaan WaRNA 2025
Keseruan PPM di WaRNA 2025 (dok. Iskandar Ali)
Polines, Dimensi (13/08) – Kemeriahan Wawasan Almamater dan Orientasi Akademik (WaRNA) 2025 resmi berakhir, meninggalkan cerita dan pengalaman bagi para mahasiswa baru Politeknik Negeri Semarang (Polines). WaRNA dijiwai oleh tema “Mewujudkan Generasi Unggul, Berakhlak, Berintegritas, dan Setia Mengabdi di Seluruh Negeri” dengan tujuan untuk mempersiapkan mahasiswa menghadapi tantangan akademik. Kini setelah seluruh rangkaian acara selesai, tibalah saatnya mendengar secara langsung: apa kesan pesan mereka? Berikut adalah serba-serbi tanggapan langsung dari para peserta.
Kezia Regina Annobelle Damanik – Mahasiswa Baru Jurusan Teknik Elektro
Kezia Regina Annobelle Damanik merasa WaRNA 2025 adalah acara yang sangat seru, terutama karena telah berhasil mendapatkan banyak teman baru. Ia juga memuji sikap panitia yang ramah dan suportif. Momen paling berkesan baginya adalah saat suporteran di hari terakhir, di mana ia bersama mahasiswa Jurusan Elektro saling menyemangati hingga tercipta suasana yang meriah. Meskipun demikian, Kezia sempat menghadapi kendala di hari pertama. Hujan deras membuatnya terlambat datang dan menyebabkan sepatunya rusak, yang sedikit menyulitkan mobilitasnya. Ia menyampaikan pesan agar WaRNA di tahun depan dapat memberikan pengalaman yang lebih seru lagi bagi mahasiswa baru.
Kanaya Kafka Nafisa – Mahasiswa Baru Jurusan Teknik Sipil
Kanaya Kafka Nafisa menggambarkan WaRNA 2025 sebagai pengalaman yang sangat seru dan menyenangkan. Ia merasa seluruh acara sudah terkondisikan dengan baik, membuat dirinya semakin antusias dan bangga menjadi bagian dari mahasiswa Polines, terutama di Jurusan Teknik. Baginya, hari terakhir WaRNA menjadi puncak keseruan dengan kegiatan mencari informasi tentang UKM (Unit kegiatan mahasiswa) dan berpartisipasi dalam arak-arakan yang meriah. Selama WaRNA berlangsung, ia mengaku tidak menemukan kendala apapun. Kanaya berharap WaRNA di tahun-tahun mendatang bisa terus berkembang, semakin seru serta meninggalkan kenangan tak terlupakan bagi setiap angkatan baru.
Fathia Aska Azizah – Mahasiswa Baru Jurusan Akuntansi
Fathia Aska Azizah menceritakan pengalamannya mengikuti WaRNA 2025 dengan penuh antusiasme. Ia menilai acara secara keseluruhan cukup seru, meskipun sempat merasa tegang di pagi hari karena harus menempuh perjalanan jauh dari rumah. Tantangan lain yang dihadapi adalah cuaca yang kurang mendukung di hari pertama. Meskipun demikian, Fathia memberikan apresiasi tinggi kepada para panitia yang dinilai telah bekerja dengan sangat baik dalam hal koordinasi dan kerja sama tim. Momen paling berkesan baginya adalah orasi dan penampilan UKM, yang menampilkan berbagai pertunjukan menghibur sehingga membuat suasana lebih ceria. Ia berharap WaRNA di tahun berikutnya memiliki jadwal yang lebih terstruktur dan menyediakan antisipasi khusus untuk menghadapi cuaca ekstrem, seperti hujan atau panas yang terik.
Sulistyo Kevin dan Wibi Putra Pratama – Mahasiswa Baru Jurusan Administrasi Bisnis
Bagi Sulistyo dan Wibi, WaRNA 2025 memberikan pengalaman yang beragam. Mereka mengakui bahwa hari pertama terasa kurang dinamis, tetapi suasana menjadi jauh lebih berkesan dan seru pada hari kedua. Momen arak-arakan menjadi sorotan utama yang paling mereka nikmati, karena berhasil membangkitkan semangat dan rasa kebersamaan. Terlepas dari cuaca panas yang membuat beberapa kegiatan terasa kurang optimal, mereka merasa bahwa secara keseluruhan Tidak terdapat hambatan yang signifikan. Untuk WaRNA di tahun mendatang, mereka memberikan masukan agar panitia bisa lebih memperhatikan kenyamanan peserta dengan menyediakan tempat yang lebih teduh, mengingat kondisi cuaca yang sering kali tidak menentu.
Satrio Bimantoro – Mahasiswa Baru Jurusan Teknik Mesin
Menurut Satrio, WaRNA 2025 berlangsung sangat mengasyikkan. Ia terkesan dengan kreativitas demo UKM yang berhasil ditampilkan secara menarik. Meskipun merasa acara sudah sukses, ia memberikan catatan khusus terkait cuaca yang sangat panas sebagai hal yang perlu dievaluasi. Satrio menyoroti materi kepoliteknikan, penampilan UKM, dan arak-arakan di hari terakhir sebagai momen paling heboh dan berkesan. Ia berharap WaRNA kedepannya dapat lebih memperhatikan kenyamanan mahasiswa baru, salah satunya dengan menyediakan tenda atau area yang lebih teduh agar mereka tidak mudah kepanasan dan kelelahan.
(Nadina)
tangkap mulyono
Mesin memang tidak bisa diatur, namun memiliki aturan tersendiri. PPM masih berjalan lancar tapi berjalan dibalik layar
Mesin memang tidak bisa diatur, namun tetap memiliki aturan tersendiri. PPM tetap berjalan namun dibalik layar
baguss lillll 👌
Font artikel lpm tipis banget, warnanya juga tidak hitam