Notice: Function _load_textdomain_just_in_time was called incorrectly. Translation loading for the popup-builder domain was triggered too early. This is usually an indicator for some code in the plugin or theme running too early. Translations should be loaded at the init action or later. Please see Debugging in WordPress for more information. (This message was added in version 6.7.0.) in /home/lpmdimensi/public_html/wp-includes/functions.php on line 6260

Notice: Function _load_textdomain_just_in_time was called incorrectly. Translation loading for the insert-headers-and-footers domain was triggered too early. This is usually an indicator for some code in the plugin or theme running too early. Translations should be loaded at the init action or later. Please see Debugging in WordPress for more information. (This message was added in version 6.7.0.) in /home/lpmdimensi/public_html/wp-includes/functions.php on line 6260

Notice: Function _load_textdomain_just_in_time was called incorrectly. Translation loading for the wp-optimize domain was triggered too early. This is usually an indicator for some code in the plugin or theme running too early. Translations should be loaded at the init action or later. Please see Debugging in WordPress for more information. (This message was added in version 6.7.0.) in /home/lpmdimensi/public_html/wp-includes/functions.php on line 6260

Notice: Fungsi _load_textdomain_just_in_time ditulis secara tidak benar. Pemuatan terjemahan untuk domain hueman dipicu terlalu dini. Ini biasanya merupakan indikator bahwa ada beberapa kode di plugin atau tema yang dieksekusi terlalu dini. Terjemahan harus dimuat pada tindakan init atau setelahnya. Silakan lihat Debugging di WordPress untuk informasi lebih lanjut. (Pesan ini ditambahkan pada versi 6.7.0.) in /home/lpmdimensi/public_html/wp-includes/functions.php on line 6260
Memperingati Hari Lingkungan Hidup, BEM KM Unnes Menggelar Diskusi Lingkungan Hidup – LPM Dimensi

Memperingati Hari Lingkungan Hidup, BEM KM Unnes Menggelar Diskusi Lingkungan Hidup

Pemaparan Materi Oleh Pembicara
Dok. Hafiez

Semarang, Dimensi (08/06) – Badan Eksekutif Mahasiswa Keluarga Mahasiswa Universitas Negeri Semarang (BEM KM UNNES) menggelar acara Diskusi, Panggung Bebas, dan Pameran Kerusakan Lingkungan pada Jumat (07/06) lalu pukul 18.00 WIB. Acara ini mengusung tema “Was-was Bencana Ekologis Jawa Tengah Makin Mengganas” yang bertempat di Pusat Kegiatan Mahasiswa UNNES (PKMU). 

Acara ini turut mengundang Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) Jawa Tengah, Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Semarang, dan Warga Rawa Pening sebagai pembicara. Para pembicara menyampaikan bahwa krisis sosial dan ekologis di Jawa Tengah meningkat, dengan kebakaran hutan di Merbabu dan banjir di jalur Pantura, sementara pemerintah dianggap merampas lahan warga tanpa manfaat balik dan mengabaikan kesejahteraan petani serta ekosistem lokal. Mereka berpendapat bahwa demokrasi yang diharapkan jauh dari kenyataan, dengan sosialisasi tanpa ruang tanya jawab dan pejabat yang menghindar dari tanggung jawab.

Ketua Pelaksana acara ini, Bagus Adji menuturkan, diskusi ini bertujuan untuk membahas cara mengatasi berbagai macam masalah yang ada Jawa Tengah. “Berbagai masalah yang dibahas meliputi tanah, lingkungan, perampasan hak warga, serta isu-isu yang dihadapi petani di Rawa Pening, Kendeng, Punden Rejo, dan Demak yang terancam tenggelam, termasuk konflik dengan Pabrik Gula Pakis,” terangnya.  

Terkait dengan jalanya diskusi, Angger Gilang selaku peserta yang berasal dari Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo, mengungkapkan bahwa diskusi yang diselenggarakan memecahkan persoalan yang terjadi. ”Diskusi berjalan efektif ketika menemukan solusi, meskipun terkadang muncul masalah baru yang menjadi PR bersama. Diskusi harus dilakukan dengan matang dan melihat realita yang dihadapi warga,” tuturnya. Angger berpendapat bahwa pemerintah tidak memperhatikan penyebab perubahan iklim. ”Kita sudah berada dalam krisis iklim, bukan lagi sekadar perubahan iklim. Pemerintah tidak memperhatikan penyebab perubahan iklim, seperti pabrik dan tambang yang merusak ruang masyarakat dan lingkungan,” tambahnya

Di akhir, Angger berharap kepada masyarakat, khususnya mahasiswa bisa ikut andil dalam masalah ini. “Harapannya teman teman yang lain juga bisa ikut andil dalam hal ini, karena di samping yang kita lihat ternyata ada masalah besar. Kita juga mahasiswa yang menjadi penyambung lidah rakyat,” ungkapnya.

(Irfan)

Advertisements

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *