Notice: Function _load_textdomain_just_in_time was called incorrectly. Translation loading for the popup-builder domain was triggered too early. This is usually an indicator for some code in the plugin or theme running too early. Translations should be loaded at the init action or later. Please see Debugging in WordPress for more information. (This message was added in version 6.7.0.) in /home/lpmdimensi/public_html/wp-includes/functions.php on line 6260

Notice: Function _load_textdomain_just_in_time was called incorrectly. Translation loading for the insert-headers-and-footers domain was triggered too early. This is usually an indicator for some code in the plugin or theme running too early. Translations should be loaded at the init action or later. Please see Debugging in WordPress for more information. (This message was added in version 6.7.0.) in /home/lpmdimensi/public_html/wp-includes/functions.php on line 6260

Notice: Function _load_textdomain_just_in_time was called incorrectly. Translation loading for the wp-optimize domain was triggered too early. This is usually an indicator for some code in the plugin or theme running too early. Translations should be loaded at the init action or later. Please see Debugging in WordPress for more information. (This message was added in version 6.7.0.) in /home/lpmdimensi/public_html/wp-includes/functions.php on line 6260

Notice: Fungsi _load_textdomain_just_in_time ditulis secara tidak benar. Pemuatan terjemahan untuk domain hueman dipicu terlalu dini. Ini biasanya merupakan indikator bahwa ada beberapa kode di plugin atau tema yang dieksekusi terlalu dini. Terjemahan harus dimuat pada tindakan init atau setelahnya. Silakan lihat Debugging di WordPress untuk informasi lebih lanjut. (Pesan ini ditambahkan pada versi 6.7.0.) in /home/lpmdimensi/public_html/wp-includes/functions.php on line 6260
Adanya Pendamping Pemira Guna Meminimalisir Kendala Pemungutan Suara – LPM Dimensi

Adanya Pendamping Pemira Guna Meminimalisir Kendala Pemungutan Suara

Pelaksanaan Pemungutan Suara di Salah Satu Kelas
Dok. Rahman

Polines, Dimensi (13/04) – Pemilihan Raya (Pemira) dalam rangka memilih Presiden Mahasiswa (Presma), Wakil Presiden Mahasiswa (Wapresma), anggota tetap Badan Perwakilan Mahasiswa (BPM), Ketua Himpunan (Kahim) dan Wakil Ketua Himpunan (Wakahim) kembali digelar. Pemira tahun ini dilaksanakan selama tiga hari yang dimulai dari Rabu (12/04) hingga Jumat (14/04), sedangkan pemungutan suara susulan akan diadakan pada Sabtu (15/04) mendatang. Pemira tahun ini masih menggunakan sistem klik, namun terdapat inovasi berupa adanya pendamping dari Panitia Pemungutan Suara (PPS) dan Panitia Pelaksana Pemira (P3) di tiap kelas.

Pemungutan suara tahun ini diadakan dengan cara Tempat Pemungutan Suara (TPS) keliling. PPS bersama P3 mendatangi tiap kelas untuk mengkoordinasi langsung dalam penggunaan hak suara oleh mahasiswa. Maulida Nurul, Ketua Komisi Pemilihan Raya (KPR), mengungkapkan selain untuk mengkoordinasi langsung, TPS keliling juga bertujuan untuk meningkatkan partisipasi mahasiswa dan mengembalikan euforia Pemira. “Selain untuk koordinasi suara masuk, kami juga ingin menghidupkan euforia dari Pemira yang sempat menurun karena Covid-19,” ungkap Maulida.

Pendamping TPS keliling terdiri dari dua orang PPS dan tiga orang anggota P3 tiap kelas. Amalia Solekhah selaku ketua P3, menjelaskan bahwa pendamping akan memberikan bantuan jika terdapat kendala dengan tetap memperhatikan asas Langsung, Umum, Bebas, Rahasia, Jujur dan Adil (Luber dan Jurdil). “PPS tetap mengawasi agar sistemnya tetap Luber dan Jurdil agar panitia tidak tahu,” jelasnya.

Terkait dengan adanya TPS keliling, Arifin Yulianto, Mahasiswa Teknik Elektro, menilai hal tersebut merupakan langkah efektif untuk mengurangi kendala dalam pemilihan. “Menurut saya lebih efektif kalau dilakukan pendampingan, kalau ada kendala bisa diurus langsung,” ujarnya. Namun, ia juga menilai penjelasan dari P3 dan PPS dirasa masih kurang. “Biasanya pendamping itu menjelaskan di depan, tetapi kemarin penjelasannya dilakukan langsung orang ke orang, jadi satu kelas tidak semuanya dengar dan paham,” imbuhnya. Menanggapi hal tersebut, Amalia menyampaikan bahwa hal itu adalah sesuatu yang wajar mengingat penerapan pendampingan dalam Pemira ini merupakan evaluasi dari Pemira tahun sebelumnya. “Menurut saya tidak apa-apa karena ini hal yang baru. Hal ini juga kedepannya bisa menjadi evaluasi kinerja P3 dan PPS,” ungkap Amalia.

Dengan adanya pendampingan ini, Arifin berharap Pemira tahun depan tetap melakukan pendampingan dan sosialisasi sebelum adanya pemilihan. “Saya berharap untuk Pemira tahun depan tetap dilakukan pendampingan serta lebih jelas lagi dalam melakukan sosialisasi,” pungkasnya.

(Emi Anggoro)

Advertisements

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *