Notice: Function _load_textdomain_just_in_time was called incorrectly. Translation loading for the popup-builder domain was triggered too early. This is usually an indicator for some code in the plugin or theme running too early. Translations should be loaded at the init action or later. Please see Debugging in WordPress for more information. (This message was added in version 6.7.0.) in /home/lpmdimensi/public_html/wp-includes/functions.php on line 6260

Notice: Function _load_textdomain_just_in_time was called incorrectly. Translation loading for the insert-headers-and-footers domain was triggered too early. This is usually an indicator for some code in the plugin or theme running too early. Translations should be loaded at the init action or later. Please see Debugging in WordPress for more information. (This message was added in version 6.7.0.) in /home/lpmdimensi/public_html/wp-includes/functions.php on line 6260

Notice: Function _load_textdomain_just_in_time was called incorrectly. Translation loading for the wp-optimize domain was triggered too early. This is usually an indicator for some code in the plugin or theme running too early. Translations should be loaded at the init action or later. Please see Debugging in WordPress for more information. (This message was added in version 6.7.0.) in /home/lpmdimensi/public_html/wp-includes/functions.php on line 6260

Notice: Fungsi _load_textdomain_just_in_time ditulis secara tidak benar. Pemuatan terjemahan untuk domain hueman dipicu terlalu dini. Ini biasanya merupakan indikator bahwa ada beberapa kode di plugin atau tema yang dieksekusi terlalu dini. Terjemahan harus dimuat pada tindakan init atau setelahnya. Silakan lihat Debugging di WordPress untuk informasi lebih lanjut. (Pesan ini ditambahkan pada versi 6.7.0.) in /home/lpmdimensi/public_html/wp-includes/functions.php on line 6260
Lindungi Bumi dengan Sustainable Finance dan Investasi Hijau – LPM Dimensi

Lindungi Bumi dengan Sustainable Finance dan Investasi Hijau

Sahabat Dims, sudah bukan rahasia umum bahwa bumi kita mengalami berbagai masalah lingkungan seperti perubahan iklim, pemanasan global, dan ekosistem yang tidak seimbang. Pertengahan 2022 lalu, dunia diramaikan dengan berita climate crisis yang semakin parah di berbagai belahan dunia hingga menyebabkan kebakaran hutan dan kekeringan tanah yang parah. Maka dari itu, banyak ilmuwan yang gencar menyuarakan betapa gentingnya keadaan bumi kita saat ini.

Berangkat dari hal tersebut, ada banyak upaya yang dapat dilakukan untuk menjaga keadaan bumi. Salah satu upaya dalam skala besar, yaitu adanya kebijakan sustainable finance atau keuangan berkelanjutan.

Apa itu Sustainable Finance?

Menurut Otoritas Jasa Keuangan (OJK), sustainable finance atau keuangan berkelanjutan didefinisikan sebagai dukungan dari industri jasa keuangan untuk pertumbuhan berkelanjutan yang menghasilkan keselarasan antara kepentingan ekonomi, sosial, dan lingkungan hidup. Dukungan tersebut diwujudkan melalui pembiayaan untuk investasi kepada perusahaan-perusahaan dengan bisnis yang mewujudkan kesejahteraan masyarakat dan lingkungan.

Berkaitan dengan SDGs 2030

Keuangan berkelanjutan juga berkaitan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB) atau Sustainable Development Goals (SGDs) 2030 dari Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) sebagai agenda dunia untuk keselamatan manusia dan bumi. Tak hanya memperbaiki masalah lingkungan, keuangan berkelanjutan juga menangani masalah sosial ekonomi dengan tidak melakukan investasi kepada perusahaan dan bertolak belakang dengan tujuan SDGs 2030, seperti perusahaan yang melanggar hak buruh, perusahaan yang melakukan animal testing, ataupun perusahaan tembakau.

Istilah Investasi Hijau

Untuk menanggulangi masalah lingkungan sendiri, dalam keuangan berkelanjutan terdapat istilah ‘investasi hijau’ yang merupakan sebutan untuk gerakan investasi kepada perusahaan yang mendukung kelestarian lingkungan. Contohnya, yaitu seperti industri penghasil produk ramah lingkungan, industri dengan produk energi terbarukan, industri pertanian, dan lain sebagainya.

Indonesia sendiri menjadi penggerak pertama atau first mover dalam keuangan berkelanjutan dan investasi hijau. OJK sudah menerbitkan Roadmap Keuangan Berkelanjutan yang berisi paparan rencana program keuangan berkelanjutan untuk industri jasa keuangan di bawah otoritas OJK. Hal tersebut menjadi langkah awal Indonesia meningkatkan kesadaran industri yang bergerak di bidang jasa keuangan untuk menerapkan aspek Environmental, Social, and Governance (ESG) dalam mengelola bisnisnya menuju ekonomi rendah karbon. 

Nah, itulah penjelasan mengenai keuangan berkelanjutan dan investasi hijau sebagai salah satu upaya untuk menyelamatkan bumi dari berbagai masalah lingkungan. Semakin banyak investor yang mensyaratkan penanaman investasi mereka untuk perusahaan yang ‘hijau’, maka akan semakin meningkat pula jumlah perusahaan hijau yang ramah lingkungan.

Dalam skala kecil, Sahabat Dims bisa mulai menerapkan kebiasaan-kebiasaan seperti tidak membuang sampah sembarangan, mengurangi penggunaan plastik sekali pakai, dan turut melakukan penanaman tumbuhan hijau. Dengan begitu, Sahabat Dims turut melestarikan lingkungan hidup di masyarakat. Yuk, sayangi bumi kita mulai dari hal yang sederhana!

(Silvi)

Sumber:

ojk.go.id

accounting.binus.ac.id

Advertisements

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *