LDK 2022: Bentuk Karakter dan Kedisiplinan Mahasiswa Angkatan 2021/2022

Pelaksanaan LDK Angkatan 2021/2022

Dok. Bhisma

Polines, Dimensi (05/08) – Latihan Dasar Kedisiplinan (LDK) Politeknik Negeri Semarang (Polines) kembali diadakan setelah dua tahun sebelumnya sempat tertunda akibat pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19). Setelah melalui persiapan dan koordinasi yang matang antara pihak institusi dengan Komado Distrik Militer (Kodim) selama dua bulan, LDK resmi diselenggarakan dalam tiga gelombang di medan latihan Meteseh pada Jumat (05/08) hingga Minggu (21/08) mendatang. Di samping itu, terlaksananya LDK tahun ini juga didukung oleh beberapa alasan, baik secara internal maupun eksternal Polines. Salah satunya, yaitu membentuk karakter dan kedisplinan mahasiswa.

Aris Sunindyo selaku Wakil Direktur (Wadir) III Bidang Kemahasiswaan, menyampaikan bahwa LDK seharusnya dilaksanakan dua tahun lalu, namun sempat terkendala Covid-19. “Kali ini LDK harus dilaksanakan untuk meningkatkan kualitas mahasiswa,” ungkap Aris. Tak hanya itu, ia pun menambahkan bahwa dari sisi eksternal Polines, ada beberapa industri yang mewajibkan lulusan Polines untuk mengikuti LDK. “Ada industri yang mengatakan tidak akan menerima mahasiswa Polines yang tidak mengikuti LDK,” imbuhnya. Kendati demikian, Aris meminta agar mahasiswa tetap tenang dan tidak mengkhawatirkan apapun karena hanya dilaksanakan selama tiga hari dan ditangani oleh tenaga profesional.

Suryanto selaku Komandan Lapangan (Danlap) LDK, menyampaikan bahwa persiapan yang dilakukan untuk LDK sudah cukup baik. Di tempat pelaksanaan juga telah disediakan tempat tidur, kamar mandi, dan keperluan lain, bahkan ada rumah sakit di depan lokasi. Terkait ketentuan yang ditetapkan seperti potong rambut dan yang lainnya, Suryanto menjelaskan bahwa hal itu bertujuan untuk mendisiplinkan ketaatan serta membentuk korsa dan kekompakan peserta. “Kegiatannya tidaklah ekstrem. Tujuannya untuk membentuk jiwa korsa dan figur pemimpin yang arif dan bijaksana,” tutur Suryanto.

Melihat dari sisi kesiapan peserta, Ichlasul Novarino salah satu mahasiswa Jurusan Teknik Mesin, turut menyampaikan pandangannya. Ia mengaku bahwa timing pelaksanaan LDK tahun ini kurang tepat. “Pelaksanaannya kurang tepat karena dilaksanakan di akhir semester, ditambah ketentuan barang yang sulit dicari dan padatnya jadwal membuat persiapan peserta kurang maksimal,” ujar Ichlasul. Ia pun merasa tidak puas dengan lokasi LDK yang ada di Meteseh. “Lokasi saat ini tidak memberikan suasana seperti LDK 2019 di Magelang,” ungkapnya.

Terlepas dari itu, Aris berharap tidak ada mahasiswa yang mengeluhkan LDK karena kegiatan tersebut merupakan bagian dari pendidikan. “Mahasiswa dibentuk bukan hanya dari akademiknya tapi juga dari segi kedisiplinan,” jelasnya. Di sisi lain, Suryanto juga berharap agar mahasiswa Polines bisa lebih kompak dalam membawa nama baik bangsa dan Polines. “Tujuannya agar mahasiswa bisa menjadi benteng kampus yang mencintai bangsa sebagai tempat kelahirannya,” pungkas Suryanto.

(Inayah Bulan)

Advertisements

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.