Notice: Function _load_textdomain_just_in_time was called incorrectly. Translation loading for the popup-builder domain was triggered too early. This is usually an indicator for some code in the plugin or theme running too early. Translations should be loaded at the init action or later. Please see Debugging in WordPress for more information. (This message was added in version 6.7.0.) in /home/lpmdimensi/public_html/wp-includes/functions.php on line 6260

Notice: Function _load_textdomain_just_in_time was called incorrectly. Translation loading for the insert-headers-and-footers domain was triggered too early. This is usually an indicator for some code in the plugin or theme running too early. Translations should be loaded at the init action or later. Please see Debugging in WordPress for more information. (This message was added in version 6.7.0.) in /home/lpmdimensi/public_html/wp-includes/functions.php on line 6260

Notice: Function _load_textdomain_just_in_time was called incorrectly. Translation loading for the wp-optimize domain was triggered too early. This is usually an indicator for some code in the plugin or theme running too early. Translations should be loaded at the init action or later. Please see Debugging in WordPress for more information. (This message was added in version 6.7.0.) in /home/lpmdimensi/public_html/wp-includes/functions.php on line 6260

Notice: Fungsi _load_textdomain_just_in_time ditulis secara tidak benar. Pemuatan terjemahan untuk domain hueman dipicu terlalu dini. Ini biasanya merupakan indikator bahwa ada beberapa kode di plugin atau tema yang dieksekusi terlalu dini. Terjemahan harus dimuat pada tindakan init atau setelahnya. Silakan lihat Debugging di WordPress untuk informasi lebih lanjut. (Pesan ini ditambahkan pada versi 6.7.0.) in /home/lpmdimensi/public_html/wp-includes/functions.php on line 6260
Jaga Bumi dengan Mengelola Sampah Bekas Skincare – LPM Dimensi

Jaga Bumi dengan Mengelola Sampah Bekas Skincare

Sumber: kompas.com

Tren skincare yang sedang booming tak hanya di Indonesia, melainkan dunia. Namun, sadarkah bahwasanya tren ini juga ikut serta dalam merusak alam? Menurut data yang dilansir dari kompas.com, pada tahun 2015 diperkirakan 61 persen kemasan kosmetik dan skincare terbuat dari plastik. Lalu, pada tahun 2019 angkanya naik sampai 12 persen seiring dengan meningkatnya jumlah peminat skincare. Tak hanya itu, melansir dari Waste4Change.com, lebih dari 40 persen sampah plastik kita sehari-hari ternyata berasal dari kemasan produk sekali pakai. Sedangkan dari data tersebut, hanya sekitar 14 persen sampah plastik yang dapat didaur ulang. Sahabat Dims, mendaur ulang berbagai kemasan plastik seperti halnya kemasan skincare juga tidak mudah, loh. Lalu bagaimana cara kita tetap cantik tetapi tetap mementingkan alam? Yuk simak tips di bawah ini.

1. Mengubah gaya hidup

Membeli skincare yang berkualitas dengan seperlunya dan tidak berlebihan, selain menghilangkan sifat konsumtif juga membantu kita menjaga bumi, loh. Sahabat Dims juga dapat menggunakan skincare yang sesuai dengan keperluan kulit. Namun, jika telah membeli produk skincare tetapi ternyata tidak cocok, Sahabat Dims dapat menjualnya, nih. Dengan hal tersebut, selain tidak merugikan alam dengan membuangnya, kalian juga dapat menambah penghasilan.

2. Daur ulang mandiri

Mendaur ulang sendiri wadah bekas skincare juga sangat bermanfaat untuk menjaga bumi. Kalian dapat memanfaatkan wadah bekas skincare dengan mengubahnya menjadi bas atau pot bunga. Sahabat Dims juga dapat mengolah bekas botol skincare kemasan kecil seperti botol facemist menjadi tempat parfum yang dapat digunakan saat traveling.

3. Mengembalikan wadah ke brand store

Saat ini sudah banyak brand kosmetik yang memiliki program daur ulang sendiri. Tak jarang juga ada hadiah maupun tambahan poin untuk mendapat diskon di pembelian selanjutnya bagi para customer brand tersebut. Adapun, beberapa brand tersebut seperti halnya The Body Shop, Kiehls, Innesfree, dan Sensatia Botanicals.

4. Memilah sampah skincare

Memisahkan sampah skincare akan membuat proses pengelolaan sampah menjadi lebih cepat. Kalian dapat memilah berdasarkan bahan kemasannya. Kemasan skincare biasanya terbuat dari plastik atau kaca. Dalam hal ini, sahabat dims dapat memisahkan tiap bagian seperti tutup botol, bagian badan, dan melepaskan stiker nama produk. Terakhir, jangan lupa bersihkan kemasan dan pastikan kemasan tersebut kering. Nah, setelah selesai Sahabat Dims dapat membuangnya ke Bank Sampah atau Dropbox sampah.

5. Mendonasikan sampah

Sahabat Dims juga dapat mengirimkan sampah kemasan skincare ke lembaga pengelola limbah, salah satunya Waste4Change. Mereka menyediakan solusi pengelolaan sampah (waste management) secara bertanggungjawab. Di Waste4Change nantinya, sampah kamu akan dibersihkan dan disortir kembali untuk kemudian dikirimkan ke pabrik daur ulang. Jadi, sampah skincare kita tidak dapat digunakan kembali oleh pihak yang tidak bertanggungjawab.

Nah Sahabat Dims, itu tadi adalah beberapa tips untuk mengurangi sampah kemasan skincare. Mulailah dari diri sendiri dahulu, kemudian orang di sekitarmu. Jangan lupa mencoba tipsnya ya Sahabat Dims! Semoga dengan tips ini kita ikut serta dalam menjaga bumi dari kerusakan.

Sumber:
www.grid.id
www.parapuan.co

(Yulhita)

Advertisements

Mungkin Anda juga menyukai