Notice: Function _load_textdomain_just_in_time was called incorrectly. Translation loading for the popup-builder domain was triggered too early. This is usually an indicator for some code in the plugin or theme running too early. Translations should be loaded at the init action or later. Please see Debugging in WordPress for more information. (This message was added in version 6.7.0.) in /home/lpmdimensi/public_html/wp-includes/functions.php on line 6260

Notice: Function _load_textdomain_just_in_time was called incorrectly. Translation loading for the insert-headers-and-footers domain was triggered too early. This is usually an indicator for some code in the plugin or theme running too early. Translations should be loaded at the init action or later. Please see Debugging in WordPress for more information. (This message was added in version 6.7.0.) in /home/lpmdimensi/public_html/wp-includes/functions.php on line 6260

Notice: Function _load_textdomain_just_in_time was called incorrectly. Translation loading for the wp-optimize domain was triggered too early. This is usually an indicator for some code in the plugin or theme running too early. Translations should be loaded at the init action or later. Please see Debugging in WordPress for more information. (This message was added in version 6.7.0.) in /home/lpmdimensi/public_html/wp-includes/functions.php on line 6260

Notice: Fungsi _load_textdomain_just_in_time ditulis secara tidak benar. Pemuatan terjemahan untuk domain hueman dipicu terlalu dini. Ini biasanya merupakan indikator bahwa ada beberapa kode di plugin atau tema yang dieksekusi terlalu dini. Terjemahan harus dimuat pada tindakan init atau setelahnya. Silakan lihat Debugging di WordPress untuk informasi lebih lanjut. (Pesan ini ditambahkan pada versi 6.7.0.) in /home/lpmdimensi/public_html/wp-includes/functions.php on line 6260
Tindaklanjuti Keluhan Mahasiswa, Kemendagri BEM Adakan Riset Pembayaran Helper – LPM Dimensi

Tindaklanjuti Keluhan Mahasiswa, Kemendagri BEM Adakan Riset Pembayaran Helper

Pemberitahuan Riset Pembayaran Helper

Polines, Dimensi (26/11) – Adanya pengenaan pembayaran helper atas peminjaman tempat di lingkungan Politeknik Negeri Semarang (Polines) oleh Organisasi Kemahasiswaan (Ormawa), menjadi permasalahan yang belum terselesaikan hingga saat ini. Hal ini turut disampaikan dalam forum tampung aspirasi pada Minggu (7/11) lalu. Untuk mengusut hal tersebut, Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Keluarga Besar Mahasiswa (KBM) Polines mengadakan riset melalui Google Form selama tiga minggu pada  (21/11-10/12). Hal tersebut sesuai dengan informasi yang dipublikasikan di laman Instagram @bem_polines pada Minggu (21/11) lalu.

Candrasa Wira, Menteri Dalam Negeri BEM KBM Polines, menjelaskan bahwa riset ini dilatarbelakangi oleh keresahan para mahasiswa yang dikenai nominal pembayaran helper saat melakukan peminjaman tempat di lingkungan kampus. “Ada keluhan dari teman-teman Ormawa saat dimintai fee oleh helper dengan jumlah yang bisa dibilang memberatkan,” terangnya. Permasalahan ini pernah disampaikan oleh salah seorang mahasiswa dalam forum tampung aspirasi pada Minggu (7/11) lalu. Namun, sebelum adanya aduan tersebut, Candra mengaku bahwa kementeriannya memang sudah memiliki rencana untuk mengadakan riset. Hal tersebut mengingat permasalahan ini menjadi keluhan yang masih belum menemukan penyelesaian setelah bertahun-tahun. 

Lebih lanjut Candra mengatakan bahwa hasil riset ini akan menjadi data pendukung untuk menyampaikan aspirasi pada pihak institusi. “Rencananya hasil dari riset ini akan kami sampaikan saat penyampaian aspirasi hasil kunjungan rutin,” jelasnya. Maka dari itu, ia menghimbau agar seluruh mahasiswa umum atau ormawa yang pernah dikenai fee helper dan merasa keberatan dapat segera mengisi riset yang telah disediakan. Jika tidak ada bukti pembayaran helper secara fisik, mahasiswa dapat menceritakan secara kronologis proses pembayaran tersebut di Google Form.

Sejalan dengan Candra, Alya Rofif, Ketua Polytechnic English Conversation Club (PECC), juga mengatakan bahwa permasalahan pembayaran helper menjadi isu yang belum pernah terselesaikan hingga saat ini. “Ini kesempatan yang baik untuk menyelesaikan isu yang sepertinya belum pernah terselesaikan sebelumnya,” tuturnya.  Menurutnya, sebenarnya tidak masalah jika ada pembayaran untuk helper, asalkan dari pihak helper tidak mematok harga. “Kita memberi atas dasar kemanusiaan saja tidak perlu ada patokan harga, harus ada kejelasan dari institusi mengenai hal ini,” jelasnya. 

Mendukung langkah yang dilakukan kementeriannya, Fredy Catur selaku Presiden Mahasiswa BEM KBM Polines, berharap agar setiap ormawa dapat membantu pengisian riset ini, sehingga permasalahan dapat segera menemui jalan keluar. “Semoga permasalahan ini bisa segera terselesaikan dan mendapat respons positif dari pihak institusi dengan adanya data-data yang telah dikumpulkan,” pungkasnya. 

(Mahesti)

Advertisements

Mungkin Anda juga menyukai