Notice: Function _load_textdomain_just_in_time was called incorrectly. Translation loading for the popup-builder domain was triggered too early. This is usually an indicator for some code in the plugin or theme running too early. Translations should be loaded at the init action or later. Please see Debugging in WordPress for more information. (This message was added in version 6.7.0.) in /home/lpmdimensi/public_html/wp-includes/functions.php on line 6260

Notice: Function _load_textdomain_just_in_time was called incorrectly. Translation loading for the insert-headers-and-footers domain was triggered too early. This is usually an indicator for some code in the plugin or theme running too early. Translations should be loaded at the init action or later. Please see Debugging in WordPress for more information. (This message was added in version 6.7.0.) in /home/lpmdimensi/public_html/wp-includes/functions.php on line 6260

Notice: Function _load_textdomain_just_in_time was called incorrectly. Translation loading for the wp-optimize domain was triggered too early. This is usually an indicator for some code in the plugin or theme running too early. Translations should be loaded at the init action or later. Please see Debugging in WordPress for more information. (This message was added in version 6.7.0.) in /home/lpmdimensi/public_html/wp-includes/functions.php on line 6260

Notice: Fungsi _load_textdomain_just_in_time ditulis secara tidak benar. Pemuatan terjemahan untuk domain hueman dipicu terlalu dini. Ini biasanya merupakan indikator bahwa ada beberapa kode di plugin atau tema yang dieksekusi terlalu dini. Terjemahan harus dimuat pada tindakan init atau setelahnya. Silakan lihat Debugging di WordPress untuk informasi lebih lanjut. (Pesan ini ditambahkan pada versi 6.7.0.) in /home/lpmdimensi/public_html/wp-includes/functions.php on line 6260
Rentan Terdapat Kecurangan, Sistem Klik Pemira 2021 Tambahkan Syarat Tertentu – LPM Dimensi

Rentan Terdapat Kecurangan, Sistem Klik Pemira 2021 Tambahkan Syarat Tertentu

Ilustrator : Huda

Polines, DIMENSI (24/04) – Menuju Pemilihan Raya (Pemira) Serentak 2021 yang akan diselenggarakan selama enam hari pada Senin – Sabtu (26/04-01/05) mendatang, Komisi Pemilihan Raya (KPR) telah menetapkan sistem dan mekanisme yang akan dilakukan. Seperti pada tahun-tahun sebelumnya, sistem pemungutan suara ini dilaksanakan melalui sistem klik, dimana pembagian username dan password telah dipindahtangankan berkali-kali. Mekanisme pembagian dengan cara seperti itu justru membuat beberapa mahasiswa tidak setuju karena rentan terdapat adanya kecurangan. Mengenai hal tersebut, panitia telah mengantisipasi untuk menambahkan syarat tertentu pada laman sistem kliknya.

Pembagian username dan password yang digadang dapat menimbulkan tindak kecurangan tersebut memang dinilai tidak efektif. Hal tersebut disampaikan oleh Nanda Raihan selaku mahasiswa Komputerisasi Akuntansi 1B (KA-1B). Ia menyatakan bahwa dirinya tidak setuju atas penyaluran username dan password yang masih melalui perantara cukup panjang dahulu, sebelum sampai ke tangan mahasiswa. “Pembagian username dan password melalui beberapa perantara, itu tidak efektif karena berpeluang terjadi kecurangan dalam Pemira, misalnya satu mahasiswa bisa melakukan dua kali pemilihan,” ujar Nanda.

Mengenai hal tersebut, Galang selaku tim server Polytehnic Computer Club (PCC) menanggapi jika sistem dan mekanisme pemungutan suara masih sama dengan tahun sebelumnya. Sedangkan terkait potensi kecurangan, panitia sudah turut meminimalisir dan mengantisipasinya. “Sistem memang masih sama seperti tahun lalu dan aman dari hack, karenaketika memilih calon, peserta diwajibkan melakukan verifikasi dahulu dengan foto, jadi mengurangi bahaya joki di Pemira,” jelas Galang. Selain itu, ia pun menambahkan jika tampilan pada website juga sedikit berbeda serta mengaku persiapannya sudah sangat matang menuju Pemira Serentak 2021.  “Hanya saja kali ini sedikit berbeda di tampilan serta struktur webnya, dan persiapan webnya pun sudah mencapai 95%,” ungkap Galang.

Hal serupa mengenai penggunaan sistem yang sama juga disampaikan oleh Adhitya selaku Ketua KPR. Dimana ia membenarkan jika sistem yang digunakan masih sama. Sedangkan dalam rangka mengurangi risiko kecurangan atau hacker, kali ini panitia juga memberikan tambahan syarat tertentu yaitu melakukan foto selfie dengan kartu identitas. “Apabila sudah menginput data dan verifikasi KTM, ada tambahan berupa foto selfie dengan KTM untuk mencegah terjadinya penyalahgunaan saat pemilihan,” tutur Adhitya. Terlebih lagi, ia juga menerangkan jika username dan password dari tim server akan didistribusikan melalui Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) ke masing-masing kelas 15-30 menit sebelum waktu giliran pemilihan. Sehingga setelah mendapatkannya, mahasiswa dapat mengakses website dan diminta melakukan verifikasi identitas dengan mengirimkan foto wajah beserta kartu identitas seperti KTM, Kartu Tanda Penduduk (KTP) atau Surat Izin Mengemudi (SIM). Setelah itu, mahasiswa baru bisa langsung melakukan pemilihan calon Presiden Mahasiswa dan Wakil Presiden Mahasiswa, anggota Badan Perwakilan Mahasiswa (BPM) dan Ketua Himpunan.

Di akhir wawancara, Adhitya berharap seluruh mahasiswa dapat berpartisipasi dalam Pemira 2021 ini dan menggunakan hak suaranya dengan baik sehingga Pemira dapat berjalan dengan lancar. “Semoga Pemira dapat berjalan dengan lancar dan mahasiswa dapat berpartisipasi karena satu suara penting bagi Keluarga Besar Mahasiswa (KBM) Polines,” pungkas Adhitya.

(Ela Elfita, Quini)

Advertisements

Mungkin Anda juga menyukai