Notice: Function _load_textdomain_just_in_time was called incorrectly. Translation loading for the popup-builder domain was triggered too early. This is usually an indicator for some code in the plugin or theme running too early. Translations should be loaded at the init action or later. Please see Debugging in WordPress for more information. (This message was added in version 6.7.0.) in /home/lpmdimensi/public_html/wp-includes/functions.php on line 6260

Notice: Function _load_textdomain_just_in_time was called incorrectly. Translation loading for the insert-headers-and-footers domain was triggered too early. This is usually an indicator for some code in the plugin or theme running too early. Translations should be loaded at the init action or later. Please see Debugging in WordPress for more information. (This message was added in version 6.7.0.) in /home/lpmdimensi/public_html/wp-includes/functions.php on line 6260

Notice: Function _load_textdomain_just_in_time was called incorrectly. Translation loading for the wp-optimize domain was triggered too early. This is usually an indicator for some code in the plugin or theme running too early. Translations should be loaded at the init action or later. Please see Debugging in WordPress for more information. (This message was added in version 6.7.0.) in /home/lpmdimensi/public_html/wp-includes/functions.php on line 6260

Notice: Fungsi _load_textdomain_just_in_time ditulis secara tidak benar. Pemuatan terjemahan untuk domain hueman dipicu terlalu dini. Ini biasanya merupakan indikator bahwa ada beberapa kode di plugin atau tema yang dieksekusi terlalu dini. Terjemahan harus dimuat pada tindakan init atau setelahnya. Silakan lihat Debugging di WordPress untuk informasi lebih lanjut. (Pesan ini ditambahkan pada versi 6.7.0.) in /home/lpmdimensi/public_html/wp-includes/functions.php on line 6260
Keliling Semarang Gratis dengan Bus Si Kenang – LPM Dimensi

Keliling Semarang Gratis dengan Bus Si Kenang

Bus Si Kenang di tengah jalanan Kota Semarang. Dok. Nizarifqi

Tidak terasa weekend sudah datang. Bosan nih, pengin jalan-jalan. Kalau bisa ya jalan-jalan gratis biar makin irit. Kebetulan seminggu yang lalu lihat pamflet bus Si Kenang di story teman. Penasaran dong, wah apa nih? Keliling Semarang gratis pakai fasilitas bus? Hmm menarik.

Pamflet bus wisata Si Kenang

Akhirnya cari informasi di instagram sama mbah google. Alhasil nekat saja ke sana. Rencananya naik Bus Rapid Transit (BRT) sampai Museum Ranggawarsita, tapi bingung harus turun di halte mana. Ternyata masih harus naik angkot untuk sampai ke sana. Setelah sampai, ternyata benar-benar ada busnya dan belum berangkat, exited gitu aku.

Jadi, buat kalian yang belum tahu, Kota Semarang itu punya fasilitas bus keliling Semarang gratis di rute tertentu. Nah, bus ini bernama Si Kenang. Kalian tidak perlu mengeluarkan uang sepersenpun, hanya mendaftar dengan Kartu Tanda Penduduk (KTP), maka kalian akan mendapatkan dua ID card.  Selama perjalanan ID card-nya jangan sampai hilang ya!

ID card yang digunakan untuk menaiki bus Si Kenang. Dok. Nizarifqi

Bus ini hanya tersedia satu unit dan beroperasi di jam-jam tertentu. Satu bus dapat menampung hingga 70 penumpang, rata-rata satu keluarga gitu pada liburan sama anak-anaknya. Pas lihat mereka, “WAW, wisata keluarga banget nih. Bahagia memang sesederhana itu.”

Waktu menunjukkan pukul 11.00 WIB, pintu bus mulai terbuka. Pertama kali masuk, bus terlihat bersih. Aku bersama temanku mendapat nomor kursi 54 yang kebetulan berada di lantai dua. Busnya full, banyak yang tidak kebagian. Memang harus datang lebih awal agar bisa mendapat ID card.

Perjalanan keliling Kota Semarang sekitar 1,5 jam lamanya, Tour Leader memberi banyak informasi yang pastinya akan menambah wawasan kita mengenai kawasan Kota Semarang yang dilewati bus. Sampai di Taman Kasmaran, bus berhenti sekitar 30 menit. Lumayanlah bisa foto-foto dan cari makan untuk mengisi perut yang keroncongan. Setelah itu, perjalanan dilanjut ke tempat terakhir yaitu Museum Ranggawarsita.

For Your Information, sekarang sudah bertambah satu unit bus baru lagi. Namanya bus Si Denok, mungkin hampir sama seperti bus Si Kenang. Sekian ceritaku, selamat mencoba.

(Nizarifqi Hendrita F./Unnes/Fak. Ilmu Pendidikan)

Advertisements

Mungkin Anda juga menyukai

1 Respon

  1. Farr berkata:

    Yok cus… langsung naik Si kenang

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *