Notice: Function _load_textdomain_just_in_time was called incorrectly. Translation loading for the popup-builder domain was triggered too early. This is usually an indicator for some code in the plugin or theme running too early. Translations should be loaded at the init action or later. Please see Debugging in WordPress for more information. (This message was added in version 6.7.0.) in /home/lpmdimensi/public_html/wp-includes/functions.php on line 6260

Notice: Function _load_textdomain_just_in_time was called incorrectly. Translation loading for the insert-headers-and-footers domain was triggered too early. This is usually an indicator for some code in the plugin or theme running too early. Translations should be loaded at the init action or later. Please see Debugging in WordPress for more information. (This message was added in version 6.7.0.) in /home/lpmdimensi/public_html/wp-includes/functions.php on line 6260

Notice: Function _load_textdomain_just_in_time was called incorrectly. Translation loading for the wp-optimize domain was triggered too early. This is usually an indicator for some code in the plugin or theme running too early. Translations should be loaded at the init action or later. Please see Debugging in WordPress for more information. (This message was added in version 6.7.0.) in /home/lpmdimensi/public_html/wp-includes/functions.php on line 6260

Notice: Fungsi _load_textdomain_just_in_time ditulis secara tidak benar. Pemuatan terjemahan untuk domain hueman dipicu terlalu dini. Ini biasanya merupakan indikator bahwa ada beberapa kode di plugin atau tema yang dieksekusi terlalu dini. Terjemahan harus dimuat pada tindakan init atau setelahnya. Silakan lihat Debugging di WordPress untuk informasi lebih lanjut. (Pesan ini ditambahkan pada versi 6.7.0.) in /home/lpmdimensi/public_html/wp-includes/functions.php on line 6260
Parkir Ilegal – LPM Dimensi

Parkir Ilegal

Polines, DIMENSI – (23/03) Beberapa bulan terakhir inipertandingan dalam Liga Polines yang diadakan oleh UKM Sport dilaksanakan setiap sore.  Salah satu dampaknya adalah munculnya tempat parkir ilegal di sekitar area pertandingan.  Mahasiswa yang bertanding maupun menonton memarkirkan motor mereka di badan jalan dekat lapangan.
 Ketidaktertiban parkir khususnya kendaraan roda dua oleh mahasiswa di badan jalan dekat lapangan bola mengganggu pengguna jalan lain yang berlalu lalang di jalan tersebut. “Lho, kita kan parkir di situ biar dekat sama lapangan.  Kalau harus masuk parkiran kejauhan dan waktu masuk harus pakai kemeja,” ulas salah seorang mahasiswa Jurusan Elektro yang ikut parkir di badan jalan.
Dari pihak panitia belum ada ketentuan yang jelas tentang peraturan parkir sepeda motor bagi peserta pertandingan.  Banyak keluhan ditujukan pada pihak security.  Hal itu dikemukakan oleh Sujadi, salah satu pihak keamanankampus, “Kalau ada dosen pakai mobil, mau lewat tidak bisa, nanti ngadunya sama kita-kita ini, Mbak.  Kalau tidak,malah ngadu sama atasan, ujung-ujungnyasecurity yang ditegur.”
Adapun parkiran terdekat yang sudah disediakan oleh pihak kampus yaitu di wilayah Jurusan Akutansi dan Administrasi Niaga yang masih terbuka hingga pukul 21.00 WIB.  Setiap mahasiswa yang masuk melalui pintu gerbang depan dan tidak masuk ke dalam area parkir akan ditegur. Namun jika mahasiswa masuk melalui gerbang belakang dan tidak melewati pos security pun lolos dari teguran. Berbagai macam upaya sudah dilakukan oleh pihak security, seperti menegur saat lewat hingga mendatangi pakiran ilegal tersebut.  Namun hasilnya sama saja kejadian yang sama selalu terulang.
Resiko seperti motor terserempet, helm hilang, sampai motor hilang tidak menjadi tanggung jawab security lagi jika tidak dalam area parkir. “Kemaren sih malah saya dengar-dengar ada yang sampai digembosinban motornya sama satpam, tapi tidak tahu jelas yang mana. Karenaseharusnya jangan parkir di situ, tidakaman,” ungkap Satria, mahasiswa prodi Keuangan Perbankan.
Solusi dari beberapa mahasiswa adalah parkir di depan kantin Tata Niaga atau membangun parkiran di dekat lapangan, tepatnya di tanah kosong sebelah lapangan basket.  Tanah tersebut memang terlihat lengang tidak terurus sampai ditumbuhi rumput liar. Namun saat dikonfirmasi kepada pihak keamanan ternyata tanah itu memang disediakan untuk menimbun material bagi mahasiswa Jurusan Sipil, seperti batu coral.  Sedangkan halaman di depan kantin Tata Niaga hanya diperuntukkan bagi roda empat dan juga para penjual di kantin tersebut. Solusi yang diberikan pihak security yaitu saling menjaga dan menghargai antar mahasiswa maupun security, dengan parkir sesuai pada tempatnya. Karena kampus adalah milik bersama dan antara mahasiswa dengan securityjuga saling membutuhkan. (sofi)
Advertisements

Mungkin Anda juga menyukai

1 Respon

  1. Lita Zein berkata:

    Wah, musti ditindak tuh Om..

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *