Langkah Perubahan Gufron-Aslam: Mewujudkan BEM Polines yang Progresif, Inklusif, Kolaboratif

Dok. Pribadi

Polines, Dimensi (28/04) – Gufron Al Safi’ dan Muhammad Aslam Abdurrahman resmi terpilih sebagai Presiden Mahasiswa (Presma) dan Wakil Presiden Mahasiswa (Wapresma) Politeknik Negeri Semarang (Polines) dalam Pemilihan Raya (Pemira) 2026. Keduanya mengusung visi “Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Keluarga Besar Mahasiswa (KBM) Polines yang progresif, kolaboratif, inklusif, profesional, serta tetap menjunjung nilai kekeluargaan.” Melalui visi ini, keduanya berkomitmen mendorong perubahan untuk memperkuat kesejahteraan mahasiswa, mendorong kemandirian ekonomi, serta mewujudkan demokrasi mahasiswa yang berkelanjutan. 

Menyikapi kemenangannya, Gufron mengungkapkan rasa syukur atas hasil yang diraih, namun ia menegaskan bahwa pencapaian tersebut bukan alasan untuk berpuas diri. Ia menilai perjalanan ke depan masih panjang dan memerlukan kesiapan untuk menjalankan program kerja dan visi misi yang telah disampaikan selama kampanye dan debat. “Kami tentu merasa senang, tetapi tidak boleh berbangga diri karena perjalanan ke depan masih panjang,” ujarnya. Menurutnya, komitmen dan konsistensi menjadi kunci utama agar rencana yang telah disusun dapat terealisasi secara optimal. Sementara itu, Aslam mengungkapkan bahwa keikutsertaannya dalam Pemira diawali dari keinginan memberikan kontribusi yang lebih luas bagi kampus. Ia menyebut ajakan Gufron untuk berkolaborasi menjadi titik awal keputusannya untuk maju sebagai pasangan calon. “Kami melihat ini sebagai kesempatan untuk memberikan peran yang lebih untuk Polines,” ungkap Aslam.

Sebagai langkah awal mewujudkan visinya, melalui Kabinet Asta Juang akan mengusung program kerja unggulan “Asta Impact” sebagai wadah penyaluran aspirasi mahasiswa. Program ini dirancang untuk menghubungkan berbagai aspirasi yang berorientasi pada peningkatan kesejahteraan. Melalui program ini, setiap masukan mahasiswa diharapkan dapat ditindaklanjuti secara terarah. Sejalan dengan itu, program “Asta Preneur” turut dikembangkan guna mendorong kemandirian ekonomi mahasiswa melalui penguatan keterampilan dan pengembangan kapasitas secara berkelanjutan.

Dalam upaya peningkatan efektivitas kerja, terdapat sejumlah perombakan dalam struktur kepengurusan BEM Polines, khususnya pada  bidang regenerasi dan personalia. Fungsi pengelolaan personalia tidak lagi berada di bawah Kementerian Pengembangan Sumber Daya Mahasiswa (PSDM) dan akan dialihkan ke badan terpisah berupa inspektorat. Selain itu, keduanya juga berencana membentuk Kementerian Pemberdayaan Perempuan dalam masa kepengurusannya. “Kita berencana mengadakan Kementerian Pemberdayaan Perempuan yang berfokus untuk kesejahteraan mahasiswi di Polines dan juga keberlanjutannya,” ujar Gufron. Langkah ini sekaligus menjadi bentuk komitmen memperkuat nilai kesetaraan di lingkungan kampus.

Di sisi lain, proses rekrutmen pengurus akan dilakukan secara terbuka untuk posisi menteri dan wakil menteri. Hal ini dilakukan agar seluruh aspek dan potensi mahasiswa di Polines dapat terakomodasi secara lebih luas. Dengan demikian, struktur kepengurusan yang terbentuk mampu menjangkau seluruh elemen mahasiswa.

Gufron menyampaikan harapannya agar Polines dapat terus berbenah, khususnya dalam peningkatan kesejahteraan mahasiswa serta perbaikan birokrasi yang lebih memudahkan. Ia juga menekankan pentingnya mengurangi sikap apatis mahasiswa agar demokrasi kampus dapat berjalan lebih aktif dan bermakna. “Kita ingin demokrasi berjalan secara menyeluruh, dengan dampak yang nyata, keberlanjutan yang jelas, serta terarah dan terkontrol,” ujarnya.

(Fina Afiyah Kirana (Crew Magang))

Advertisements

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *