Notice: Function _load_textdomain_just_in_time was called incorrectly. Translation loading for the popup-builder domain was triggered too early. This is usually an indicator for some code in the plugin or theme running too early. Translations should be loaded at the init action or later. Please see Debugging in WordPress for more information. (This message was added in version 6.7.0.) in /home/lpmdimensi/public_html/wp-includes/functions.php on line 6260

Notice: Function _load_textdomain_just_in_time was called incorrectly. Translation loading for the insert-headers-and-footers domain was triggered too early. This is usually an indicator for some code in the plugin or theme running too early. Translations should be loaded at the init action or later. Please see Debugging in WordPress for more information. (This message was added in version 6.7.0.) in /home/lpmdimensi/public_html/wp-includes/functions.php on line 6260

Notice: Function _load_textdomain_just_in_time was called incorrectly. Translation loading for the wp-optimize domain was triggered too early. This is usually an indicator for some code in the plugin or theme running too early. Translations should be loaded at the init action or later. Please see Debugging in WordPress for more information. (This message was added in version 6.7.0.) in /home/lpmdimensi/public_html/wp-includes/functions.php on line 6260

Notice: Fungsi _load_textdomain_just_in_time ditulis secara tidak benar. Pemuatan terjemahan untuk domain hueman dipicu terlalu dini. Ini biasanya merupakan indikator bahwa ada beberapa kode di plugin atau tema yang dieksekusi terlalu dini. Terjemahan harus dimuat pada tindakan init atau setelahnya. Silakan lihat Debugging di WordPress untuk informasi lebih lanjut. (Pesan ini ditambahkan pada versi 6.7.0.) in /home/lpmdimensi/public_html/wp-includes/functions.php on line 6260
Balisam: Inovasi Batik Ramah Lingkungan dari Biji Asam Jawa dan Limbah Kertas – LPM Dimensi

Balisam: Inovasi Batik Ramah Lingkungan dari Biji Asam Jawa dan Limbah Kertas

Polines, Dimensi (02/08) – Salah satu tim Program Kreativitas Mahasiswa Kewirausahaan (PKM-K) Politeknik Negeri Semarang (Polines) telah berhasil lolos dalam tahap pendanaan. Tim yang memberi nama produknya Balisam (Batik Limbah Biji Asam) ini, mengusung gagasan pemanfaatan biji asam dan limbah kertas dalam mewujudkan batik yang ramah lingkungan. Inovasi tersebut bertujuan untuk mengurangi limbah anorganik dengan memanfaatkan kertas semen yang sudah tidak terpakai dan biji asam yang belum diolah dengan baik oleh masyarakat.

Hal tersebut disampaikan oleh Tiara Dalila, selaku Ketua Tim dari produk Balisam, bahwa pembuatan Balisam ini bertujuan untuk mengurangi limbah bahan anorganik yang terdapat pada bahan perintang warna dari lilin. “Kami berinovasi untuk menggantikan bahan tersebut dengan biji asam untuk mengurangi limbah anorganik,” tutur Tiara. Hal tersebut sejalan dengan yang disampaikan oleh Nurul Hamida, selaku Dosen Pembimbing, bahwa penggunaan bahan baku dan alat yang ramah lingkungan menjadi keunggulan dari produk batik ini. “Keunggulan produk ini adalah penggunaan alat yang sederhana, murah, dan ramah lingkungan karena berasal dari pemanfaatan limbah,” jelasnya. Namun, ia menambahkan bahwa Balisam perlu menjaga keberlanjutan produk dengan terus menciptakan inovasi.

Terkait produksi dan pendistribusian produk, tim yang terdiri dari 3 orang anggota ini, menyediakan beberapa stok batik yang siap dipasarkandan menerapkan sistem pre-order ketika stok tersebut habis. Di samping itu, pendistribusian produk dilakukan secara dalam jaringan (daring) melalui marketplace dan media sosial (medsos). “Pemasaran produk melalui marketplace dan medsos dengan bantuan jasa ekspedisi,” ujar Tiara. Uniknya, kemasan batik pun dibuat dari kertas semen yang dirancang secara menarik untuk menambah minat konsumen.

Menanggapi produk ini, Lia Alvita, salah satu konsumen Balisam, menyampaikan bahwa batik ini memiliki kualitas yang baik, awet, dan tidak luntur. Selain itu, ia juga berharap agar Balisam dapat terus mengembangkan motifnya. “Untuk ke depannya semoga bisa mengolah limbah produksi dengan lebih baik dan inovatif dalam mengembangkan motif batik,” tuturnya. Harapan tersebut juga disampaikan oleh Tiara agar produknya dapat terus berkembang dan menginovasi pembatik lainnya. “Kami ingin memotivasi pembatik lain agar beralih menggunakan bahan batik organik untuk menjaga lingkungan,” pungkasnya.

(Inayah Bulan)

Advertisements

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *