Notice: Function _load_textdomain_just_in_time was called incorrectly. Translation loading for the popup-builder domain was triggered too early. This is usually an indicator for some code in the plugin or theme running too early. Translations should be loaded at the init action or later. Please see Debugging in WordPress for more information. (This message was added in version 6.7.0.) in /home/lpmdimensi/public_html/wp-includes/functions.php on line 6260

Notice: Function _load_textdomain_just_in_time was called incorrectly. Translation loading for the insert-headers-and-footers domain was triggered too early. This is usually an indicator for some code in the plugin or theme running too early. Translations should be loaded at the init action or later. Please see Debugging in WordPress for more information. (This message was added in version 6.7.0.) in /home/lpmdimensi/public_html/wp-includes/functions.php on line 6260

Notice: Function _load_textdomain_just_in_time was called incorrectly. Translation loading for the wp-optimize domain was triggered too early. This is usually an indicator for some code in the plugin or theme running too early. Translations should be loaded at the init action or later. Please see Debugging in WordPress for more information. (This message was added in version 6.7.0.) in /home/lpmdimensi/public_html/wp-includes/functions.php on line 6260

Notice: Fungsi _load_textdomain_just_in_time ditulis secara tidak benar. Pemuatan terjemahan untuk domain hueman dipicu terlalu dini. Ini biasanya merupakan indikator bahwa ada beberapa kode di plugin atau tema yang dieksekusi terlalu dini. Terjemahan harus dimuat pada tindakan init atau setelahnya. Silakan lihat Debugging di WordPress untuk informasi lebih lanjut. (Pesan ini ditambahkan pada versi 6.7.0.) in /home/lpmdimensi/public_html/wp-includes/functions.php on line 6260
Bersama OPSI Ciptakan Sungai Klampok Lestari – LPM Dimensi

Bersama OPSI Ciptakan Sungai Klampok Lestari

Organisasi Peduli Sungai Indonesia
Dok. pribadi

Pelestarian sungai sangat lah penting, terbukti jika kita menelisik banyaknya sungai di Indonesia yang mulai beralih fungsi atau bisa dikatakan tidak berperan secara optimal. Terlebih, banyak sungai yang menjadi tempat pembuangan akhir dari limbah industri pabrik di sekitarnya. Dari sanalah kemudian terjadi pencemaran seperti halnya di Sungai Klampok, Bergas, Ungaran. Hal ini membuat kelompok Organisasi Peduli Sungai Indonesia (OPSI) bergerak memulihkan peran sungai sebagaimana mestinya. OPSI kemudian dibentuk tahun 2007, dengan mengawali kepeduliannya untuk membersihkan sungai dan menjaga ekosistem sungai.

Berdirinya OPSI dilatarbelakangi oleh kesadaran pelaku ekploitasi ikan yang merupakan masyarakat sekitar Sungai Klampok. Mulanya mereka mencari ikan dengan memberi obat dan apodar. Hal tersebut berlangsung hingga ikan di sungai tidak ada lagi. Merekapun sempat menebar benih ikan ke sungai dengan tujuan tahun depan akan diperlakukan ekploitasi kembali. Atas perlakuan tersebut dapat mengganggu kesehatan sungai, sehingga muncul kesadaran dalam melestarikan dan mengembalikan kelestarian sungai. Mereka bersama masyarakat turut menjaga sungai sekaligus memberi edukasi terkait eksosistem sungai yang sehat, meskipun dari anggota OPSI tidak ada yang bekerja di bidang lingkungan. Keanggotaan dari OPSI sendiri terdiri dari anggota tetap dan tidak tetap, meski begitu tiap anggotanya harus berkomitmen dan bertanggung jawab selama dalam lingkup OPSI.

Menjelang tahun 2009 mulai bermunculan industri di sekitar wilayah Sungai Klampok dan menjadikannya sebagai pembuangan limbah akhir. Hal ini membuat sungai yang beranjak membaik menjadi tercemar kembali. Bahkan tahun 2015 Sungai Klampok tercemar limbah industri hingga airnya berbau, berlendir dan tidak dapat digunakan kembali. Hal tersebut dijelaskan oleh seksi keamanan, Sodikin Tugiman. “Tahun 2015 Sungai Klampok tercemar, padahal sungai tersebut untuk mengairi desa disekitar tetapi tidak dapat digunakan kembali,” tuturnya. Dengan begitu, OPSI melaporkan ke pihak Dinas Lingkungan Hidup (DLH) dan melakukan perundingan dengan pihak perusahaan untuk bersama-sama menjaga sungai.

Perundingan yang dilakukan menghasilkan forum komunikasi (forkom), salah satunya dengan perusahaan Sido Muncul. Dalam forkom menghasilkan serangkaian kegiatan seperti membersihkan sungai, menebar benih ikan, doa bersama, penanaman pohon hingga pengawasan pembuangan limbah perusahaan dan masyarakat. Secara tidak langsung OPSI sebagai kontrol luar membantu perusahaan untuk berbenah. Pembenahan sungai digadang oleh OPSI untuk dijadikan tempat wisata edukasi. Hal tersebut sebenarnya telah di rencanakan pada Juli tahun 2019 tetapi tertunda akibat pandemi dan mulai dilanjutkan kembali pada tahun ini. OPSI bekerjasama dengan pihak pemerintah dan sekolah untuk mewujudkan destinasi wisata berbasis alam dan edukasi. Sumali, ketua OPSI turut memberikan harapannya, “Kami telah merencanakan wisata edukasi ini untuk kelestarian sungai kedepan dan untuk masyarakat maupun industri dapat saling menjaga,” pungkasnya.

(Arifiani)

Advertisements

Mungkin Anda juga menyukai