Notice: Function _load_textdomain_just_in_time was called incorrectly. Translation loading for the popup-builder domain was triggered too early. This is usually an indicator for some code in the plugin or theme running too early. Translations should be loaded at the init action or later. Please see Debugging in WordPress for more information. (This message was added in version 6.7.0.) in /home/lpmdimensi/public_html/wp-includes/functions.php on line 6260

Notice: Function _load_textdomain_just_in_time was called incorrectly. Translation loading for the insert-headers-and-footers domain was triggered too early. This is usually an indicator for some code in the plugin or theme running too early. Translations should be loaded at the init action or later. Please see Debugging in WordPress for more information. (This message was added in version 6.7.0.) in /home/lpmdimensi/public_html/wp-includes/functions.php on line 6260

Notice: Function _load_textdomain_just_in_time was called incorrectly. Translation loading for the wp-optimize domain was triggered too early. This is usually an indicator for some code in the plugin or theme running too early. Translations should be loaded at the init action or later. Please see Debugging in WordPress for more information. (This message was added in version 6.7.0.) in /home/lpmdimensi/public_html/wp-includes/functions.php on line 6260

Notice: Fungsi _load_textdomain_just_in_time ditulis secara tidak benar. Pemuatan terjemahan untuk domain hueman dipicu terlalu dini. Ini biasanya merupakan indikator bahwa ada beberapa kode di plugin atau tema yang dieksekusi terlalu dini. Terjemahan harus dimuat pada tindakan init atau setelahnya. Silakan lihat Debugging di WordPress untuk informasi lebih lanjut. (Pesan ini ditambahkan pada versi 6.7.0.) in /home/lpmdimensi/public_html/wp-includes/functions.php on line 6260
Inner Child : Salah Satu Alasan Perilaku Positif di Masa Sekarang – LPM Dimensi

Inner Child : Salah Satu Alasan Perilaku Positif di Masa Sekarang

Sumber: pinterest.com

Oleh: Salma Dias Saraswati, M.Psi., Psikolog (Psikolog)
Penyunting : Ela Melianti (Kru Magang)

Sudah bukan hal asing istilah Inner child atau yang lebih dikenal dengan perilaku sisi anak pada diri seseorang. Perilaku ini dimiliki oleh setiap orang, hanya saja berbeda bentuk inner child di masing-masing orang. Ada yang inner child-nya sehat dan ada yang inner child-nya mengarah terluka. Bentuk Inner child di sini pun masih berupa spectrum, dalam artian memungkinkan seseorang tidak seratus persen ber-inner child terluka atau inner child sehat. Mengingat terkadang muncul sisi terlukanya atau sehatnya, sehingga sifatnya sangat variatif.

Bentuk inner child terluka biasa disebabkan oleh pola asuh yang kurang tepat atau akibat dari pengalaman di masa lalu. Seperti saat mengalami adanya pengabaian, kurangnya apresiasi, tekanan terlalu tinggi, dan kurangnya perhatian. Atau bahkan bisa juga disebabkan oleh pengalaman masa lalu yang cukup signifikan. Misalnya, perceraian orang tua serta trauma yang terjadi di masa lalu. Untuk itu, diperlukan waktu untuk menyadari apakah diri kita memiliki inner child yang terluka atau tidak.

Selain itu, penting untuk memahami inner child itu sendiri. Hal ini dikarenakan apabila tidak memahaminya, kita akan terus berusaha untuk memenuhi apa yang inner child kita tidak dapatkan, hingga menghambat perkembangan ke depannya. Misalnya, jika dulu kita cenderung diabaikan oleh keluarga atau orang tua dan saat dewasa kita menjadi berusaha untuk mendapatkan perhatian semua orang, bahkan seringkali usaha kita menjadi tidak sehat untuk mendapatkannya. Dengan demikian, tanpa disadari kita cenderung tidak bisa memaksimalkan dan melakukan hal yang sehat untuk memenuhi inner child yang tidak kita dapatkan tersebut.

Banyak orang yang berpikir bahwa inner child selalu berstigma negatif. Namun dari pandangan saya, inner child tidak selalu berstigma negatif. Ketika lingkungan cukup baik dan orang-orang mampu memberikan apa yang diperlukan seperti support dan sebagainya, maka nantinya individu tersebut bisa tumbuh menjadi individu yang sehat dan bahagia. Di sinilah kemudian Inner child yang ada nantinya akan berpengaruh ke perilaku dan kepribadian seseorang. Contohnya, inner child yang terluka karena dituntut oleh orang tua, seperti harus selalu menyenangkan orang lain, harus selalu bahagia dan tidak boleh terlihat sedih. Maka ke depannya kita akan belajar bahwa kita memang tidak boleh sedih dan harus selalu menyenangkan orang lain. Dengan demikian, perilaku positif dan negatif saat ini salah satunya mungkin tumbuh karena inner child.

Dampak yang terjadi ketika tidak bisa memahami inner child dengan baik, terlihat dari segi emosi yang menjadi tidak stabil, perilaku tidak sehat bahkan cenderung menyakiti orang lain atau diri sendiri. serta pola pikir yang salah. Oleh karena itu, dengan mengenali inner child yang dimiliki, akan membuat kita menjadi lebih berdamai dan melihat dari sisi lain dengan mengambil sebuah pelajaran. Untuk menyikapi inner child, perlu menyadari peristiwa apa saja yang terjadi di masa lalu. Kemudian mencoba mengekpresikannya, menyadari dan memahamkan diri di masa lalu, dalam artian kita tidak mempunyai pengetahuan apa-apa dan idak bisa melakukan apa-apa juga di masa lalu itu. Jadi ambil hal baik dan positifnya saja untuk saat ini.

Advertisements

Mungkin Anda juga menyukai