Notice: Function _load_textdomain_just_in_time was called incorrectly. Translation loading for the popup-builder domain was triggered too early. This is usually an indicator for some code in the plugin or theme running too early. Translations should be loaded at the init action or later. Please see Debugging in WordPress for more information. (This message was added in version 6.7.0.) in /home/lpmdimensi/public_html/wp-includes/functions.php on line 6260

Notice: Function _load_textdomain_just_in_time was called incorrectly. Translation loading for the insert-headers-and-footers domain was triggered too early. This is usually an indicator for some code in the plugin or theme running too early. Translations should be loaded at the init action or later. Please see Debugging in WordPress for more information. (This message was added in version 6.7.0.) in /home/lpmdimensi/public_html/wp-includes/functions.php on line 6260

Notice: Function _load_textdomain_just_in_time was called incorrectly. Translation loading for the wp-optimize domain was triggered too early. This is usually an indicator for some code in the plugin or theme running too early. Translations should be loaded at the init action or later. Please see Debugging in WordPress for more information. (This message was added in version 6.7.0.) in /home/lpmdimensi/public_html/wp-includes/functions.php on line 6260

Notice: Fungsi _load_textdomain_just_in_time ditulis secara tidak benar. Pemuatan terjemahan untuk domain hueman dipicu terlalu dini. Ini biasanya merupakan indikator bahwa ada beberapa kode di plugin atau tema yang dieksekusi terlalu dini. Terjemahan harus dimuat pada tindakan init atau setelahnya. Silakan lihat Debugging di WordPress untuk informasi lebih lanjut. (Pesan ini ditambahkan pada versi 6.7.0.) in /home/lpmdimensi/public_html/wp-includes/functions.php on line 6260
Sedang Menertawakan Pertiwi – LPM Dimensi

Sedang Menertawakan Pertiwi

Ilus: Aziz

Oleh: Entilupaa

Masih kutatap senja hari ini.
Menikmati riuh kota berlatar deruan Honda,
teriakan petugas parkir,
seruan supir angkot,
hingga jerit tangis tak bertepi.

Masih kutatap senja hari ini.
Ia seperti sedang menertawakan pertiwi.
Apa kabar masa reformasi?
Katanya sedang dikorupsi.

Riuh kota hari itu dipenuhi orasi.
Sesekali terdiam diambang perbedaan persepsi.
Yang di sana,
antara mendengar atau pura-pura mati.

Senja seperti sedang menertawakan pertiwi.
Bangku pelajar terbengkalai,
bising Honda berganti langkah kaki,
hari-hari penuh koalisi dan oposisi.

Nestapa masih terus ada. Sengsara masih terus melanda.
Tangis masih terus menjerit.
Kemakmuran masih terus jadi harapan.
Apakah diam akan menjadi pilihan?

Masih kutatap senja hari ini.
Tolong jangan tertawakan pertiwi.
Aku sedang menunggu mentari.
Siapa tahu,
esok lebih terealisasi.

Advertisements

Mungkin Anda juga menyukai