Notice: Function _load_textdomain_just_in_time was called incorrectly. Translation loading for the popup-builder domain was triggered too early. This is usually an indicator for some code in the plugin or theme running too early. Translations should be loaded at the init action or later. Please see Debugging in WordPress for more information. (This message was added in version 6.7.0.) in /home/lpmdimensi/public_html/wp-includes/functions.php on line 6260

Notice: Function _load_textdomain_just_in_time was called incorrectly. Translation loading for the insert-headers-and-footers domain was triggered too early. This is usually an indicator for some code in the plugin or theme running too early. Translations should be loaded at the init action or later. Please see Debugging in WordPress for more information. (This message was added in version 6.7.0.) in /home/lpmdimensi/public_html/wp-includes/functions.php on line 6260

Notice: Function _load_textdomain_just_in_time was called incorrectly. Translation loading for the wp-optimize domain was triggered too early. This is usually an indicator for some code in the plugin or theme running too early. Translations should be loaded at the init action or later. Please see Debugging in WordPress for more information. (This message was added in version 6.7.0.) in /home/lpmdimensi/public_html/wp-includes/functions.php on line 6260

Notice: Fungsi _load_textdomain_just_in_time ditulis secara tidak benar. Pemuatan terjemahan untuk domain hueman dipicu terlalu dini. Ini biasanya merupakan indikator bahwa ada beberapa kode di plugin atau tema yang dieksekusi terlalu dini. Terjemahan harus dimuat pada tindakan init atau setelahnya. Silakan lihat Debugging di WordPress untuk informasi lebih lanjut. (Pesan ini ditambahkan pada versi 6.7.0.) in /home/lpmdimensi/public_html/wp-includes/functions.php on line 6260
Mekanisme Pemilihan Direktur – LPM Dimensi

Mekanisme Pemilihan Direktur

Polines, Dimensi (15/07) – Proses pemilihan direktur baru Politeknik Negeri Semarang (Polines)  kini telah melewati tahap penjaringan dan penyaringan calon. Calon yang terpilih yaitu Supriyadi, Akhmad Jamaah, dan Royswan Isgandhi. Selanjutnya mereka akan mengikuti tahap pemilihan calon direktur. Namun hingga kini, tak dapat dipastikan kapan tepatnya pelaksanaan pemilihan direktur tersebut.

“Pelaksanaan tahap pemilihan sepenuhnya ditentukan dari menteri, sedangkan kita kan tidak tahu jadwal pak menteri sehingga kita menyampaikan jadwal mulai tanggal 3 Juli sampai dengan 28 Juli 2017. Kita memberi range waktu segitu tapi dari pihak menteri belum memutuskan,” terang Endro Wasito Ketua Panitia pemilihan direktur baru Polines.

Berdasarkan pasal 9 ayat 2 Peraturan Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristek Dikti) Republik Indonesia Nomor 19 Tahun 2017 tentang Pengangkatan dan Pemberhentian Pemimpin Perguruan Tinggi Negeri (PTN),  pemilihan dilaksanakan paling lambat dua minggu sebelum berakhirnya masa jabatan Pemimpin PTN yang sedang menjabat dan dilakukan dalam rapat senat tertutup yang dilaksanakan oleh Senat bersama Menteri.

“Menteri boleh tidak hadir, nanti menteri bisa menunjuk pejabat untuk menghadiri pemilihan. Menteri memiliki 35% hak suara dari total pemilih yang hadir dan senat memiliki 65% hak suara,” pungkas Endro.

Sebelum memasuki tahap pemilihan pun telah dilakukan rekam jejak ketiga bakal calon oleh Menristek Dikti. “Setelah mendapat tiga calon kemudian kita laporkan ke menteri untuk selanjutnya di Kementrian akan dilakukan rekam jejak. Jika dalam rekam jejak tiga calon itu dinyatakan tidak bermasalah, maka akan masuk ke tahap pemilihan,” tutur Endro.

Menurut Endro, pihak panitia pemilihan direktur sempat mengalami kendala akibat jumlah pendaftar bakal calon belum memenuhi ketentuan pada saat tahap penjaringan calon. “Pendaftaran waktu itu kita buka 19 sampai 25 April. Karena waktu itu tidak dapat, maka kita perpanjang tapi hanya dapat tambahan dua orang, jadi masih kurang. Kemudian rapat senat dan melakukan penunjukan sehingga pada tanggal 4 Mei itu sudah didapatkan empat orang calon,” pungkasnya.

Sementara itu, Akhmad Jamaah selaku calon direktur mengatakan bahwa dirinya dan Supriyadi tidak memiliki ambisi untuk menjadi Direktur. “Tidak ada persiapan. Tapi, kalau saya kepilih saya sudah siap. Saya sudah menjadi Wadir satu  dan sekarang merangkap menjadi Wadir tiga,” tegasnya.

Sama halnya Ahmad Jamaah, Royswan Isgandhi mengaku tidak ada persiapan khusus dalam mengikuti pemilihan direktur. “Saya harus siap karena sudah dicalonkan, masalah jadi atau nggak kan kami nggak tau. Itu terserah senat,” pungkasnya.

(Irma Aprilyani)

 

Telah terbit pada buletin edisi Pemilihan Direktur

Advertisements

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *