Notice: Function _load_textdomain_just_in_time was called incorrectly. Translation loading for the popup-builder domain was triggered too early. This is usually an indicator for some code in the plugin or theme running too early. Translations should be loaded at the init action or later. Please see Debugging in WordPress for more information. (This message was added in version 6.7.0.) in /home/lpmdimensi/public_html/wp-includes/functions.php on line 6260

Notice: Function _load_textdomain_just_in_time was called incorrectly. Translation loading for the insert-headers-and-footers domain was triggered too early. This is usually an indicator for some code in the plugin or theme running too early. Translations should be loaded at the init action or later. Please see Debugging in WordPress for more information. (This message was added in version 6.7.0.) in /home/lpmdimensi/public_html/wp-includes/functions.php on line 6260

Notice: Function _load_textdomain_just_in_time was called incorrectly. Translation loading for the wp-optimize domain was triggered too early. This is usually an indicator for some code in the plugin or theme running too early. Translations should be loaded at the init action or later. Please see Debugging in WordPress for more information. (This message was added in version 6.7.0.) in /home/lpmdimensi/public_html/wp-includes/functions.php on line 6260

Notice: Fungsi _load_textdomain_just_in_time ditulis secara tidak benar. Pemuatan terjemahan untuk domain hueman dipicu terlalu dini. Ini biasanya merupakan indikator bahwa ada beberapa kode di plugin atau tema yang dieksekusi terlalu dini. Terjemahan harus dimuat pada tindakan init atau setelahnya. Silakan lihat Debugging di WordPress untuk informasi lebih lanjut. (Pesan ini ditambahkan pada versi 6.7.0.) in /home/lpmdimensi/public_html/wp-includes/functions.php on line 6260
Peringati 23 Tahun Reformasi, Aksi Kamisan bersama GERAM Adakan Aksi Solidaritas – LPM Dimensi

Peringati 23 Tahun Reformasi, Aksi Kamisan bersama GERAM Adakan Aksi Solidaritas

Massa aksi berkumpul di Bundaran Tugu Muda dengan membawa atribut aksi
Dok. Syifa

Semarang, DIMENSI (22/05) – Dalam rangka memperingati 23 tahun reformasi, Aksi Kamisan Semarang bersama dengan Aliansi Gerakan Rakyat Menggugat (Geram) Jawa Tengah menyelenggarakan aksi solidaritas pada Jumat (21/05) di Bundaran Tugu Muda, Semarang. Dengan mengusung tema “Reformasi Dikorupsi, Saatnya Revolusi”, aksi ini ditujukan untuk seluruh Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Semarang Raya, mahasiswa, buruh, dan masyarakat umum. Dimulai sekitar pukul 16.00 WIB, hingga kemudian aksi terpaksa dibubarkan oleh aparat kepolisian pada pukul 18.00 WIB karena melebihi batas waktu kesepakatan.

Dilatarbelakangi oleh ketidakberpihakkan pemerintah dalam kebijakan-kebijakan yang telah dibuat, peringatan reformasi dirayakan dengan cara menyuarakan pendapat. Hal ini disampaikan langsung oleh Aziz, selaku Koordinator Lapangan (Korlap) dalam orasinya. “Reformasi tidak hanya dirayakan, tetapi juga sebagai ajang menyuarakan suara rakyat terhadap kebijakan yang kurang berpihak kepada rakyat,” ujar Aziz. Ia menambahkan kebijakan tersebut diantaranya penonaktifan 75 anggota Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), revisi Undang-Undang (UU) Mineral dan Batubara (Minerba), revisi UU Mahkamah Konstitusi (MK), dan Revisi UU KPK.

Aksi peringatan 23 tahun reformasi merupakan acara rutin setiap tahun yang dilaksanakan oleh mahasiswa Semarang Raya. Marcel, salah satu mahasiswa Universitas Diponegoro, menuturkan bahwa ia telah mengikuti aksi ini dalam kurun waktu tiga tahun berturut-turut. “Aksi ini rutin dilaksanakan setiap tahun dan ini adalah kali ketiga saya mengikutinya,” jelas Marcel. Terkait hal tersebut, Aziz menerangkan agenda aksi di tahun ini dibuka dengan pemukulan kenthongan sebagai tanda bahaya, orasi serta penandatanganan Surat Keputusan (SK) pemecatan Firly Bahuri oleh rakyat, pameran 3 lukisan bertema orde baru, tabur bunga, dan ditutup dengan penyalaan lilin serta doa bersama.

Terkait dengan jalannya aksi, tidak terlepas dari penjagaan ketat oleh aparat keamanan. Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Recky, selaku Kepala Bagian Operasional (Kabagops) Kepolisian Resor Kota Besar (Polrestabes) Semarang, mengatakan bahwasanya aparat kepolisian telah memberikan izin pelaksanaan. Namun, berdasar surat yang diberikan kepada Polrestabes dan Polisi Daerah (Polda) Jateng, pelaksanaan aksi dilakukan dengan catatan harus sesuai peraturan yang ditetapkan. “Peserta diperbolehkan melakukan aksi selama tidak melanggar protokol kesehatan dan tidak mengganggu ketertiban umum,” terang Recky.

Kendati demikian, massa aksi terpaksa dibubarkan polisi sesuai waktu yang tertera pada Surat Pemberitahuan aksi solidaritas tersebut, dimana hanya berlangsung hingga pukul 18.00 WIB, meski acara belum sepenuhnya selesai. Aparat kepolisian sempat meneriaki beberapa massa aksi yang mencoba melakukan mediasi dan masih berada di sekitar area Tugu Muda tetapi dihalau dan diusir secara paksa. Terlepas dari itu, Marcel berharap masyarakat dapat melaksanakan reformasi dengan sepenuhnya. “Semoga dengan adanya aksi ini masyarakat sadar bahwa reformasi belum sepenuhnya terealisasi dan bisa dengan bebas menyalurkan aspirasinya,” pungkasnya.

(Mahesti & Reitha)

Advertisements

Mungkin Anda juga menyukai