Notice: Function _load_textdomain_just_in_time was called incorrectly. Translation loading for the popup-builder domain was triggered too early. This is usually an indicator for some code in the plugin or theme running too early. Translations should be loaded at the init action or later. Please see Debugging in WordPress for more information. (This message was added in version 6.7.0.) in /home/lpmdimensi/public_html/wp-includes/functions.php on line 6260

Notice: Function _load_textdomain_just_in_time was called incorrectly. Translation loading for the insert-headers-and-footers domain was triggered too early. This is usually an indicator for some code in the plugin or theme running too early. Translations should be loaded at the init action or later. Please see Debugging in WordPress for more information. (This message was added in version 6.7.0.) in /home/lpmdimensi/public_html/wp-includes/functions.php on line 6260

Notice: Function _load_textdomain_just_in_time was called incorrectly. Translation loading for the wp-optimize domain was triggered too early. This is usually an indicator for some code in the plugin or theme running too early. Translations should be loaded at the init action or later. Please see Debugging in WordPress for more information. (This message was added in version 6.7.0.) in /home/lpmdimensi/public_html/wp-includes/functions.php on line 6260

Notice: Fungsi _load_textdomain_just_in_time ditulis secara tidak benar. Pemuatan terjemahan untuk domain hueman dipicu terlalu dini. Ini biasanya merupakan indikator bahwa ada beberapa kode di plugin atau tema yang dieksekusi terlalu dini. Terjemahan harus dimuat pada tindakan init atau setelahnya. Silakan lihat Debugging di WordPress untuk informasi lebih lanjut. (Pesan ini ditambahkan pada versi 6.7.0.) in /home/lpmdimensi/public_html/wp-includes/functions.php on line 6260
Speak Up: Komentar Mahasiswa Terkait Mekanisme Pemira 2026 – LPM Dimensi

Speak Up: Komentar Mahasiswa Terkait Mekanisme Pemira 2026

Suasana Pemilihan Raya (Pemira) 2026
(dok. Rafi (Crew Magang))

Polines, Dimensi (18/04) – Pemilihan Raya (Pemira) Keluarga Besar Mahasiswa (KBM) Politeknik Negeri Semarang (Polines) telah diselenggarakan dengan berbagai pro dan kontra yang menyertainya. Rangkaian kegiatan ini meliputi grand opening, kampanye, debat, hingga proses pemilihan anggota tetap Badan Perwakilan Mahasiswa (BPM), Presiden Mahasiswa (Presma) dan Wakil Presiden Mahasiswa (Wapresma), serta Ketua Himpunan (Kahim) Jurusan. Proses pemilihan telah berlangsung pada Senin-Kamis (13-16/04), dilanjut dengan Pemira susulan pada Jumat (17/04) kemarin. Lalu, bagaimana pendapat mahasiswa mengenai sistem dan pelaksanaan rangkaian Pemira tahun ini?

Doni Andika Pasya Pradita – Jurusan Teknik Sipil

Menurut saya, pelaksanaan Pemira tahun ini kekurangan partisipasi dari mahasiswa akibat adanya calon tunggal presma-wapresma. Meskipun begitu, proses pelaksanaannya tetap mencerminkan prinsip demokrasi dengan memberikan pilihan antara calon yang tersedia atau kotak kosong.  Tak hanya itu, Pemira tahun ini cukup transparan dengan adanya sistem quick count yang memberikan hasil perhitungan suara secara cepat. Harapan saya, semoga kedepannya kandidat Pemira dapat meningkat agar mahasiswa memiliki banyak opsi dalam memilih pemimpin.

Bagus Nalendra – Jurusan Teknik Mesin

Saya menilai sistem pelaksanaan Pemira secara teknis berjalan dengan baik. Akan tetapi, sangat disayangkan tidak ada kandidat lain dalam pemilihan presma-wapresma. Tidak adanya pasangan calon lain memberikan pengaruh terhadap antusiasme mahasiswa dalam memilih. Kondisi ini juga memicu keraguan dan kebingungan mahasiswa karena memiliki pilihan yang terbatas. Saya berharap Pemira tahun depan dilakukan secara lebih merata sehingga mampu menjangkau seluruh mahasiswa.

Muhammad Zidan Kamila – Jurusan Teknik Elektro

Menurut saya, Pemira tahun ini lebih transparan dibandingkan Pemira tahun sebelumnya karena terdapat sistem perhitungan suara secara cepat di web tersebut. Meskipun begitu, saya merasa aspek sosialisasi dan penyebaran informasi terkait Pemira masih kurang merata dan kurang informatif. Saya berharap jangkauan publikasi Pemira tahun depan dapat serta  terdapat peningkatan jumlah kandidat agar demokrasi kampus kembali dinamis.

Nathanael Kevin Bagus Saputra – Jurusan Akuntansi

Pelaksanaan Pemira tahun ini terasa kurang maksimal karena minimnya informasi terkait rangkaian kegiatan, seperti kampanye dan uji kelayakan. Antusiasme mahasiswa juga menurun karena hanya terdapat calon tunggal yang membuat pilihan menjadi terbatas. Meskipun begitu, Pemira tahun ini cukup berjalan baik secara transparansi karena hasil pemilihan dapat dipantau melalui media sosial. Saya berharap kedepannya terdapat peningkatan publikasi dan penyebaran informasi agar Pemira berjalan lebih maksimal dan tidak terkesan mendadak.

Mulia Dewi Brenda Rosalia – Jurusan Administrasi Bisnis

Saya sangat menyayangkan Pemira tahun ini yang kurang mencerminkan dinamika demokrasi karena terbatasnya pilihan calon presma-wapresma. Selain itu, minimnya informasi terkait visi dan misi calon serta sosialisasi yang belum informatif membuat mahasiswa kesulitan mengenal serta menilai kandidat. Kedepannya, saya berharap publikasi dapat dilakukan secara lebih masif dan merata agar seluruh mahasiswa dapat mengenal calon sebelum memilih. Saya juga menaruh harapan agar pemimpin yang terpilih mampu menjalankan amanah dan membawa inovasi positif bagi perkembangan mahasiswa. 

(Aurelia (Crew Magang))

Advertisements

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *