Pesima Muslim 2025: Inovasi Baru Mantapkan Langkah sebagai Insan Beriman

Para Peserta Mengikuti Kegiatan Tadarus Bersama.
(dok. Ali)

Polines, Dimensi (16/08) – Pengembangan Spiritual Mahasiswa (Pesima) Muslim 2025 gelombang pertama telah digelar pada Jumat (15/08) di Gedung Kuliah Terpadu (GKT) Politeknik Negeri Semarang (Polines) lantai 2 sejak pukul 05.20 hingga 19.30 WIB. Kegiatan ini merupakan salah satu rangkaian kegiatan penerimaan Mahasiswa baru (maba)  di Polines. Dengan semangat membentuk Gen Z yang berkarakter religius, Pesima Muslim 2025 mengangkat tema “Kembali Terkoneksi dengan Sang Pencipta Sambut Peran Baru sebagai Mahasiswa Muslim”. 

Dalam pelaksanaannya, Kegiatan ini diikuti oleh 2.644 mahasiswa baru beragama Islam yang terbagi dalam empat gelombang dan dijadwalkan hingga Senin (18/08). Akmal Bachtiar selaku Ketua Pelaksana Pesima Muslim menjelaskan mekanisme pembagian jumlah peserta di setiap gelombangnya. “Setiap gelombang terdiri dari 15 bait per hari, dengan sekitar 45 orang di tiap bait,” jelasnya.

Pesima Muslim tahun ini diperpanjang hingga malam dengan sejumlah inovasi, antara lain penambahan jumlah materi, tadarus bersama, hingga penugasan pasca pesima. “Selain tiga materi agama islam, terdapat materi tambahan berupa psikologi Islami yang disampaikan motivator. Kegiatan juga mencakup jadwal tadarus bersama setelah Maghrib serta penugasan mengaji bersama pendamping  pasca-Pesima sebanyak enam kali untuk syarat sertifikat Pesima,” Akmal melanjutkan. 

Sementara itu, Nazida selaku penanggung jawab acara Pesima Muslim 2025 menjelaskan rincian materi yang akan membekali peserta. “Materi utama meliputi Syahadat dan Shalat, Puasa dan Zakat, serta haji, sementara materi tambahan dari pemateri eksternal membahas Gen Z dalam Balutan Asmara dan Masih Adakah Tuhan di Hati,” terangnya. 

Meski membawa sejumlah inovasi, Pesima kali ini tidak terlepas dari kendala. Akmal mengungkapkan salah satunya adalah jadwal pemateri yang kerap berubah. “Panitia cukup kesulitan mencari pembicara karena para pemateri telah memiliki jadwal kegiatan lain,” ungkapnya. Tak hanya itu, Nazida menambahkan bahwa persiapan yang singkat akibat jadwal daftar ulang dan pelaksanaan WaRNA yang berdekatan dengan Pesima juga menjadi kendala bagi panitia. “Persiapan panitia terasa singkat untuk pembagian bait, ditambah pergantian pemateri yang kerap terjadi secara mendadak,” ujarnya. 

Dari sisi peserta, kendala serupa juga muncul. Flaviandy Zahra, maba Jurusan Administrasi Bisnis, mengungkapkan bahwa persiapan Pesima Muslim terasa singkat dan tugas tambahan yang diberikan waktunya kurang tepat. justru berbenturan dengan kegiatan WaRNA. “Pemberitahuan perkap yang mepet membuat persiapan terasa singkat ditambah adanya tugas tambahan yang berbarengan dengan WaRNA,” tuturnya. Disisi lain, Alissya Zahra Zenditya, maba Jurusan Teknik Elektro, menilai Pesima Muslim tahun ini cukup seru meskipun durasinya terlalu lama. “Kegiatannya seru, bisa menambah wawasan dan ilmu. Mungkin untuk kedepannya susunan acara bisa dibuat lebih singkat,” ungkapnya.

(Robiatu)

Advertisements

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *