Notice: Function _load_textdomain_just_in_time was called incorrectly. Translation loading for the popup-builder domain was triggered too early. This is usually an indicator for some code in the plugin or theme running too early. Translations should be loaded at the init action or later. Please see Debugging in WordPress for more information. (This message was added in version 6.7.0.) in /home/lpmdimensi/public_html/wp-includes/functions.php on line 6260

Notice: Function _load_textdomain_just_in_time was called incorrectly. Translation loading for the insert-headers-and-footers domain was triggered too early. This is usually an indicator for some code in the plugin or theme running too early. Translations should be loaded at the init action or later. Please see Debugging in WordPress for more information. (This message was added in version 6.7.0.) in /home/lpmdimensi/public_html/wp-includes/functions.php on line 6260

Notice: Function _load_textdomain_just_in_time was called incorrectly. Translation loading for the wp-optimize domain was triggered too early. This is usually an indicator for some code in the plugin or theme running too early. Translations should be loaded at the init action or later. Please see Debugging in WordPress for more information. (This message was added in version 6.7.0.) in /home/lpmdimensi/public_html/wp-includes/functions.php on line 6260

Notice: Fungsi _load_textdomain_just_in_time ditulis secara tidak benar. Pemuatan terjemahan untuk domain hueman dipicu terlalu dini. Ini biasanya merupakan indikator bahwa ada beberapa kode di plugin atau tema yang dieksekusi terlalu dini. Terjemahan harus dimuat pada tindakan init atau setelahnya. Silakan lihat Debugging di WordPress untuk informasi lebih lanjut. (Pesan ini ditambahkan pada versi 6.7.0.) in /home/lpmdimensi/public_html/wp-includes/functions.php on line 6260
Menikmati Kawasan Kumuh di Polines – LPM Dimensi

Menikmati Kawasan Kumuh di Polines

Gambar yang kami tangkap melalui lensa dimensi ini merupakan bukti nyata kurangnya kesadaran mencintai lingkungan baik oleh institusi maupun mahasiswa Politeknik Negeri Semarang (Polines). Kampus yang hampir setiap tahun mengadakan Program Cinta Lingkungan (Procika) dinilai lalai dalam menangani sampah-sampah yang tersebar di area Polines. Sampah organik seperti daun kering berserakan di taman. Bahkan, plastik bungkus bekas makanan juga terselip di laci meja. Akibatnya kawasan kumuh mulai memenuhi sudut-sudut kampus.

Tumpukan Sampah di Belakang Gedung HiMA

Tumpukan Sampah di Belakang Gedung HiMA

Terlantarnya wastafel-wastafel bekas

Wastafel-wastafel bekas yang terlantar, dibuang sayang tidak dibuang kumuh

sampah-sampah tanpa penanganan di depan posko pp

Sampah-sampah tanpa penanganan di depan posko pp

Salah Satu Laci Meja juga ada sampah

Laci meja jadi tempat sampah.

Daun-daun Berserakan di Taman

Daun-daun berserakan di taman.

Banyaknya Sampah di Selokan

Selokan kini bukan lagi penuh dengan air, tapi sampah.

[Oleh: Rizal Lutfiansyah]

Advertisements

Mungkin Anda juga menyukai

1 Respon

  1. HambaAllah berkata:

    Gak ada kesadaran diri gitu? hanya sebatas tulisan :’) miris tau

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *