Malam Minggu, Tembalang Festival Lebih Ramai

TEMBALANG, Dimensi (22/9) Tembalang Festival, acara yang diadakan oleh sekumpulan mahasiswa Universitas Diponegoro (Undip) satu tahun sekali terbukti ramai menyedot pengunjung. Mengusung tema “Creativity Movement” panitia benar-benar menghadirkan suasana yang sangat cocok untuk kaum muda yang penuh kreatifitas dan semangat di lokasi pertokoan BQ Square. Acara tersebut dimulai dari hari Jum’at sore dan diwacanakan berakhir pada hari Minggu, pukul 22.00 WIB.
Partisipasi dari pihak-pihak luar seperti komunitas, penjual jajanan, dan penjual barang siap pakai yang mendominasi acara tersebut. Tembalang Festival juga menjadi ajang kebolehan oleh beberapa komunitas seperti Komunitas Seni Polines (Konsep) yang menampilkan shuffle dance pada hari pertama. Pihak panitia meggelar hiburan utama dengan mendirikan panggung untuk pertunjukkan band-band lokal yang sengaja diundang untuk memeriahkan acara.
Pada hari pertama, acara tersebut berjalan lancar namun belum begitu ramai pengunjung, pengunjung masih didominasi oleh komunitas-komunitas dan penjual yang membuka stand disana. Karena hari itu merupakan pembukaan acara sehingga partisipan masih sibuk mempersiapkan stand mereka masing-masing. Saat malam pengunjung baru mulai berdatangan dan lebih ramai dari sore harinya.
Siang hari pada hari kedua acara Tembalang Festival pun belum begitu ramai. Pengunjung mulai membanjiri BQ Square saat hari gelap. Pengunjung berjejalan masuk ke dalam area Tembalang Festival, memenuhi stand-stand, dan berjejer di depan panggung. Suasana pun semakin meriah saat band undangan memulai pertunjukkannya, bahkan di akhir pertunjukkan salah satu band dinyalakan kembang api, alhasil suasana pun semakin meriah.
Namun beberapa kendala ditemui di area parkir dan jalan di depan BQ Square. Parkiran belum memadai untuk menampung kendaraan pengunjung yang membludak sehingga terpaksa kendaraan diparkir di depan toko-toko di sekitar area BQ Square. Tak sedikit juga kendaraan roda empat yang parkir di pinggir jalan sehingga mempersempit badan jalan. Hal itu menyebabkan arus kendaraan yang memang sudah padat menjadi semakin macet. [shofi]
Advertisements

Mungkin Anda juga menyukai

1 Respon

  1. Anonymous berkata:

    gak ada foto gak lengkap min 😀

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.