Notice: Function _load_textdomain_just_in_time was called incorrectly. Translation loading for the popup-builder domain was triggered too early. This is usually an indicator for some code in the plugin or theme running too early. Translations should be loaded at the init action or later. Please see Debugging in WordPress for more information. (This message was added in version 6.7.0.) in /home/lpmdimensi/public_html/wp-includes/functions.php on line 6260

Notice: Function _load_textdomain_just_in_time was called incorrectly. Translation loading for the insert-headers-and-footers domain was triggered too early. This is usually an indicator for some code in the plugin or theme running too early. Translations should be loaded at the init action or later. Please see Debugging in WordPress for more information. (This message was added in version 6.7.0.) in /home/lpmdimensi/public_html/wp-includes/functions.php on line 6260

Notice: Function _load_textdomain_just_in_time was called incorrectly. Translation loading for the wp-optimize domain was triggered too early. This is usually an indicator for some code in the plugin or theme running too early. Translations should be loaded at the init action or later. Please see Debugging in WordPress for more information. (This message was added in version 6.7.0.) in /home/lpmdimensi/public_html/wp-includes/functions.php on line 6260

Notice: Fungsi _load_textdomain_just_in_time ditulis secara tidak benar. Pemuatan terjemahan untuk domain hueman dipicu terlalu dini. Ini biasanya merupakan indikator bahwa ada beberapa kode di plugin atau tema yang dieksekusi terlalu dini. Terjemahan harus dimuat pada tindakan init atau setelahnya. Silakan lihat Debugging di WordPress untuk informasi lebih lanjut. (Pesan ini ditambahkan pada versi 6.7.0.) in /home/lpmdimensi/public_html/wp-includes/functions.php on line 6260
Hukuman Diperberat, Maba Enggan Terlambat – LPM Dimensi

Hukuman Diperberat, Maba Enggan Terlambat

Tujuan LDK untuk melatih kedisiplinan mahasiswa baru (maba) Polines tahun ini mencapai hasil yang cukup memuaskan. Hal ini dapat dilihat dari hasil riset yang dilakukan oleh tim litbang Dimensi. Pada hari pertama jumlah maba yang datang terlambat mencapai 320 orang. Sedangkan pada hari kedua jumlah maba yang terlambat justru semakin meningkat menjadi 347 orang. Namun pada hari terakhir jumlahnya turun drastis menjadi 195 orang.
Tentang peningkatan jumlah maba terlambat, Pratia Nurdiansyah sebagai komandan menwa mengungkapkan bahwa pada hari pertama LDK, menwa cukup santai atau tidak terlalu memberikan tekanan. Ternyata hal itu justru membuat maba tidak bersyukur dan bahkan terkesan menyepelekan. Hal ini terbukti dengan jumlah maba yang terlambat meningkat di hari kedua.
Menanggapi hal tersebut, pada LDK hari kedua menwa memberikan hukuman yang lebih berat seperti jalan jongkok, lari dan memunguti sampah. Hal-hal yang dilakukan menwa tersebut cukup memberikan efek jera pada maba. Terbukti pada hari ketiga jumlah maba yang terlambat turun hingga mencapai hampir setengahnya.
Keterlambatan didominasi oleh maba yang berdomisili di Kota Semarang. Hal ini disebabkan karena perjalanan yang cukup memakan waktu dan banyaknya penghambat perjalanan seperti padatnya lalu lintas dan lain sebagainya. [ikp, arin]
Advertisements

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *