Resensi Film: Colony

Sumber: www.pinterest.com
Judul: Colony
Sutradara: Yeon Sang Ho
Produser: Yang Yoomin Hailey
Penulis: Yeon Sang Ho, Choi Gyu Seok
Pemeran: Jun Ji Hyun, Koo Kyo Hwan, Ji Chang Wook, Kim Shin Rok, Shin Hyun Been, Go Soo
Produksi: Wow Point, Smilegate
Distributor: Showbox
Tanggal Rilis: 21 Mei 2026 (Korea Selatan)
Durasi: 122 Menit
Colony merupakan film aksi horor zombie asal Korea Selatan yang tayang perdana secara global dalam Midnight Screenings di Festival Film Cannes 2026 pada 15 Mei 2026. Film yang didistribusikan oleh Showbox ini kemudian dirilis di Korea Selatan pada 21 Mei 2026 dan mulai tayang di bioskop Indonesia pada 3 Juni 2026.
Film ini bermula saat Profesor Kwon Se Jeong (Jun Ji Hyun), seorang ahli bioteknologi diminta untuk menghadiri sebuah konferensi bioteknologi bergengsi oleh Han Gyu Seong (Go Soo). Saat acara berlangsung Gyu Seong meminta Se Jeong untuk menyampaikan ucapan selamat kepada penyelenggara konferensi, Kang Woo Cheol (Kim Jong Tae). Namun, sebelum sempat bertemu, muncul seorang pria bernama Seo Young Cheol (Koo Kyo Hwan) yang telah menyiapkan rencana gila dengan membawa virus mutan. Ia menganggap virus tersebut sebagai bentuk “penyempurnaan evolusi” makhluk hidup dan mulai menyuntikkan virus tersebut ke tubuh Woo Cheol.
Virus itu menyerang sistem saraf pusat secara agresif dan mengubah Woo Cheol menjadi zombie dalam hitungan detik, lalu ia mulai menyerang orang-orang di sekitarnya hingga wabah menyebar ke seluruh gedung.
Se Jeong bersama para penyintas akhirnya terjebak di dalam gedung dan berusaha mencari jalan keluar. Dengan keahliannya di bidang bioteknologi, ia mencoba memahami virus tersebut. Seiring berjalannya waktu, Se Jeong menyadari bahwa makhluk yang mereka hadapi bukanlah zombie biasa, melainkan zombie yang terus berevolusi dan menjadi semakin berbahaya. Mereka dapat berkembang dari merangkak hingga berjalan, mengenali serta meniru suara manusia, bahkan bertukar informasi jarak jauh layaknya koloni semut melalui lendir yang menempel di dinding. Setiap kali menerima informasi, para zombie seketika akan berhenti beraktivitas dan tubuhnya bergetar sebelum kembali bertindak.
Sepanjang film, penonton disuguhkan suasana yang menegangkan dengan alur yang terus membuat penasaran. Konflik antar karakter juga berhasil membangun emosi penonton mulai dari rasa kesal, marah, tegang, hingga sedih. Konsep zombie yang terus berevolusi menjadi daya tarik utama yang membedakan Colony dengan film zombie pada umumnya.
Meski demikian, film ini masih memiliki beberapa kekurangan. Salah satunya adalah akhir cerita yang terasa menggantung dan meninggalkan banyak pertanyaan mengenai nasib para karakter dan akhir dari wabah virus ini.
Secara keseluruhan, Colony berhasil menyajikan perpaduan antara ketegangan, aksi, dan unsur sains yang membuat ceritanya terasa segar. Dengan konsep zombie yang unik, alur yang menarik, dan aksi yang intens, penulis memberikan rating 9,5/10. Bagi Sahabat Dims yang menyukai film thriller, survival maupun zombie dengan konsep yang berbeda, Colony bisa menjadi film yang sangat di rekomendasi.
(Fani)
kalau soal prokernya yang lentera scholarship mekanismenya gimana yaaaa, ga sempet nonton kampanye dan pemaparannya hehe.
tangkap mulyono
Mesin memang tidak bisa diatur, namun memiliki aturan tersendiri. PPM masih berjalan lancar tapi berjalan dibalik layar
Mesin memang tidak bisa diatur, namun tetap memiliki aturan tersendiri. PPM tetap berjalan namun dibalik layar
baguss lillll 👌